
“Dave kamu masih tidak mau keluar?
Apa saya harus menyuruh orang untuk mengusir mu?”
Billy melihat Dave yang tidak berniat pergi berteriak dengan marah.
“Kalau kalian berani menyentuhku,
silahkan saja.”
Dave tersenyum sinis.
Billy menjadi semakin marah, dan tanpa banyak berpikir, dia memerintahkan bawahannya.
“Kalian semua angkat Dave dan lemparkan dia keluar, dasar sampah tidak berguna”
Mereka yang mendengar perintah
Billy bersiap mengangkat Dave dan melemparkannya keluar.
“Tunggu, berhenti…!"
Mona berteriak.
Yvoone yang disampingnya juga
berusaha menghalangi mereka.
“Mona, apa yang kamu lakukan?” Billy mengernyitkan keningnya.
“Billy, saya yang membujuknya saja, jangan main tangan, kalau sampai terlihat oleh presdir, kita juga akan kena imbas”
Mona berkata pada Billy.
Billy yang mendengarnya juga menyadari kalau mereka main tangan dan membuat kekacauan, kalau sampai ketahuan oleh presdir, mereka pasti akan dimaki.
“Betul juga, kalau begitu cepat suruh dia keluar dari sini, jangan sampai saya melemparnya keluar dari jendela!"
Billy mengangguk.
Mona menatap Dave dan berkata dengan tak berdaya.
“Dave, saya rasa sebaiknya kamu pergi saja, tetap disini hanya akan membuatmu semakin dipermalukan, kalau Presdir melihat kamu duduk disini, dia pasti akan menyuruh petugas keamanan untuk mengusirmu”
__ADS_1
“Dia tidak akan…” Dave menggelengkan kepalanya.
“Dave, apa kamu pernah bertemu dengan presdir? Jangan lihat presdir hanya seorang wanita, kalau dia marah, sangat mengerikan, kalau kamu tidak mendengarkan nasihatku, maka anggap saja saya tidak mengatakan apapun!”
Mona melihat Dave yang keras kepala juga merasa kesal.
“Kak Dave, sebaiknya kamu pergi saja,
duduk disini juga tidak ada gunanya”
Yvonne juga membujuk Dave.
“Bukannya saya tidak mau pergi, tapi kalau saya pergi tidak akan ada yang memimpin rapat hari ini, dan kalian akan dihukum.”
Dave tersenyum–senyum.
“Dave, dasar tidak tahu malu, kamu kira siapa kamu? Kalau kamu pergi, tidak ada yang memimpin rapat? Kenapa tidak sekalian mengatakan rapat hari ini diselenggarakan karena mu?”
Ivanna yang mendengar ucapan Dave
merasa jijik dan ingin muntah.
Mereka semua juga mulai mencaci maki Dave, orang setidak tahu malu apapun tidak akan bisa mengeluarkan kata–kata setidak tahu malu itu.
Billy menggunakan kata–kata kasar untuk mengatai Dave.
Mona yang sudah kesal juga memelototi Dave.
“Dave, saya tanyakan sekali lagi, kamu mau pergi atau tidak?”
“Kak Dave, pergi saja ya, kamu cepat pergi saja"
Yvonne menarik lengan baju Dave.
Pada saat itu pintu aula terbuka, Yuki beserta beberapa petinggi lainnya berjalan masuk.
Saat melihat Yuki, mereka semua terkejut bukan main.
Billy seketika tertegun, raut wajahnya langsung berubah karena Dave masih
duduk di kursi presdir.
“Apa yang sedang kalian ributkan?”
__ADS_1
Yuki mendengar suara keributan sejak
diluar dan bertanya pada mereka.
Pertanyaan Yuki membuat Billy
merasa putus asa.
Habislah kali ini.
Dia tidak tahu bagaimana harus menjelaskan nya, sekarang Dave masih duduk di kursi Presdir. dan dia masih termasuk bagian dari departemen pemasaran, dia harus bagaimana menjelaskannya?
Apa dia harus berkata kalau Dave gila?
“Pak Billy, apa yang terjadi?”
Melihat tidak ada orang yang menjawab pertanyaan Yuki, Nelly segera memelototi Billy.
“Oh, Bu Presdir, di departemen pemasaran kami ada seseorang yang otaknya bermasalah, dia membuat keributan di aula, dan kami sedang bersiap mengusirnya, dan membawanya ke rumah sakit jiwa untuk diperiksa”
Billy segera mengarang cerita.
“Otaknya bermasalah?” Yuki mengernyitkan keningnya.
“Siapa yang otaknya bermasalah?”
...Bersambung........
...Jika ada saran dan kritik silahkan tulis di kolom komentar 👉...
...Dukung terus Novel Perintah Kaisar Naga dengan cara:...
...Like 👍...
...Komen 💬...
...Vote 🗳️...
...Hadiah 🎁...
...Dan klik Favorit 💜 biar tidak ketinggalan update terbarunya....
...Terimakasih...
__ADS_1