
Prolog
Azkia Liana Winata adalah mahasiswa terbaik Fakultas Psikologi. Dan juga keturunan dari keluarga yang bekerja di bidang kedokteran.
......................
Kalian pasti bertanya kenapa masuk fakultas psikologi padahal keluarganya berkutat di bidang Kedokteran, yah itu karena dia lebih menurun dari ibunya yang dulunya adalah psikolog. Bisa saja Azkia menjadi dokter karena dia dari kecil di asah di bidang Kedokteran, alasan paling utama kenapa di tidak ingin menjadi dokter adalah karena dia sensitif terhadap emosi.
Ia takut dan sensitif terhadap emosi karena trauma yang menimpanya saat kematian ibunya. Dia adalah sosok yang dingin tapi sensitif, saat kematian ibunya seluruh keluarganya menangis dan saat itu pula kali pertama dia menangis. Saat itu ia masih berusia 6 tahun.
Dan setelah kematian ibunya dia linglung dan bingung kenapa dia merasa perasaan yang belum pernah ia rasakan ‘sedih' perasaan itu yang ia rasakan. Dan karena itu dia hampir bunuh diri karena perasaan yang tidak karuan. Semenjak itu dia tidak ingin masuk ke rumah sakit dan Merasakan perasaan yang sama lagi.
Dan semenjak itu pula dia di batasi dalam pergaulan tinggal di rumah yang mewah bersama Ayah dan Saudaranya. Dan baru boleh keluar saat pergi ke perguruan tinggi.
......................
Tiada yang tahu status mahasiswa yang selama ini hanyalah kedok untuk keluar dari kekangan keluarganya, dan hidup di dunia luar. Dan menjadi agen rahasia terbaik di dunia yang tertutup di dunia malam. Dan terkenal dengan nama Lioness artinya singa betina.
......................
__ADS_1
Tiada yang tahu kapan kematian datang sama halnya seperti Azkia , dia meninggal dunia karena salah satu keluarga musuhnya yang balas dendam yang menyamar sebagai pasien di klinik tempat magangnya. Saat itu juga dia mengerti kenapa keluarganya selalu mengekangnya bukan karena mereka ingin menyiksanya namun karena mereka tidak ingin terjadi hal yang buruk kepadanya.
......................
Sampai secercah cahaya putih bersinar dan membawanya ke dunia entah berantah, di mana hukum rimba berlaku dan hidup di keluarga baru yang penuh intrik dan konflik.
Dengan berbekal ilmu medis, dan gelar mantan mahasiswa psikologi terbaik dan ilmu bela diri, untuk melewati setiap hambatan' dan juga rintangan di dunia barunya itu.
......................
Flashback on
“Hiks hiks ibu cepat bangun lihat Aditya sudah lolos seleksi dan sebentar lagi masuk ke sekolah yang Aditya impikan, jadi bangunlah bu” Tangis kakak Azkia, Aditya yang berusaha agar ibundanya bangun.
“Sayang bertahan ya kamu pasti sembuh, jadi segeralah sadar dan kembali berkumpul lagi bersama kita” ujar candra, ayah Azkia.
Isak tangis mereka sekeluarga terdengar di ruangan itu. Sampai tara, ibu Azkia memberi respon dengan tangannya yang bergerak. Melihat itu mereka sangat senang.
“Ibu ibu sudah bangun hikss hikss hikss akhirnya ibu bangun” ujar Aditya bersyukur atas kesadaran ibunya.
__ADS_1
“Sayang kamu sudah bangun, bagian mana yang sakit?, dokter cepat periksa istri saya” tanyanya pada istrinya dengan khawatir dan berteriak memanggil dokter.
Setelah itu dokter sampai dan memeriksa kondisi ibu Azkia, yang sudah bangun dan bersender di dinding ranjang.
“bagai mana kondisinya dok?” tanya ayah Azkia cemas dengan kondisi istrinya.
“kondisi pasien sangat memprihatinkan saya tidak tahu sampai kapan pasien akan bertahan lama dengan kondisinya yang seperti ini” jawab dokter yang memeriksa ibu Azkia dengan gemetar ketakutan melihat raut wajah Ayah Azkia yang kian berubah menggelap.
“Apa” sontak ayah Azkia berteriak mengetahui kondisi istrinya yang memprihatinkan.
“tidak apa sayang aku pasti akan mencarikan dokter terhebat untuk menyembuhkanmu” ujar Ayah Azkia menenangkan keluarganya dan dirinya agar tidak terlalu menghawatirkan kondisi istrinya, dengan wajah yang khawatir tapi sebisa mungkin menetralkan kembali raut wajahnya.
“Tak apa sayang, waktuku sudah tidak banyak lagi aku hanya berharap setelah kepergian ku jangan terlalu menangisi kepergian ku, dan hiduplah dengan bahagia selalu. Azkia kemarilah” lirihnya sambil menatap anggota keluarganya yang tengah terisak dengan ucapan yang ia berikan.
Azkia pun menghampiri ibundanya Dengan kondisi tidak seperti Azkia yang ia kenal, yang sekarang ia lihat ialah Azkia yang rapuh.
“Ada apa ibu apa ibu sakit, di mana yang sakit Azkia pasti bisa mengobati ibunda” lirih Azkia sambil menatap mata ibundanya menunggu jawaban.
“Azkia putriku jangan menangis, ibu baik-baik saja, ibu ingin Azkia jadi anak yang kuat agar bisa menggantikan ibu menjaga Ayah dan kakakmu. Ambilah ini” lirih ibu Azkia sambil memberikan kalung Ruby miliknya ke pada Azkia.
__ADS_1
- TBC