
Ketika ia sedang mengingat-ingat jalan yang Li wei lalui menuju ke sini, Tiba-tiba kalung ruby di lehernya bersinar.
......................
“tuaan” terdengar suara yang membuyarkan lamunan Azkia.
Azkia menoleh ke segala arah, namun tidak menemukan sumber suara.
“siapa itu?” Tanyanya.
“tuan lihat ke bawah, aku ada di dalam kalung Ruby milik tuan” ucap suara itu.
Azkia pun menunduk dan melihat kalung Ruby yang melingkar di lehernya.
‘ternyata kalung ini juga terbawa kesini, tapi syukurlah kalung ini ikut terbawa kesini' batin Azkia sambil menatap lekat kalung Ruby pemberian ibundanya itu.
“Siapa kamu? kenapa kamu ada di dalam kalung ini?” tanya Azkia heran.
“tuan keluarkan aku!” pinta suara itu.
“bagaimana cara mengeluarkan mu?” Tanya Azkia lagi.
“teteskan darah tuan ke kalung ini!” perintahnya.
Azkia pun langsung menggigit ujung jarinya dan setetes darah segar keluar dari luka itu tanpa pikir panjang ia meneteskan darahnya ke kalungnya.
Cahaya merah bersinar dari kalung Ruby itu. Dari cahaya tersebut keluarlah sosok anak kecil berumur 5 tahun, sedang menatapnya dengan senyuman di bibirnya.
“Nak siapa kamu, kenapa bisa keluar dari kalungku?” tanyanya kepada sosok anak kecil tersebut.
“Aku bukan anak kecil tuan, aku adalah binatang spiritual tingkat Ilahi. Dan aku keluar dari kalung dimensi milik tuan karena aku tersegel di sana” jawab anak itu yang ternyata adalah binatang spiritual.
“binatang spiritual tingkat Ilahi? Kalung dimensi?” gumam Azkia mencoba mencerna kata-kata yang masuk ke telinganya.
__ADS_1
“iya tuan aku adalah rubah ekor sembilan, binatang spiritual tingkat Ilahi dan yang paling kuat di antara binatang spirit lainnya” ucapnya.
“Dan kalung Ruby milik tuan adalah kalung dimensi yang memiliki dimensi sendiri di dalamnya” lanjutnya menjelaskan.
“ya kali rubah ekor sembilan, orang bocah lucu gini kok yang gw liat” gumam Azkia menggerutu di dalam hati.
“aku bukan bocah tuan aku rubah ekor sembilan adalah binatang spiritual tingkat Ilahi memang bisa berubah menjadi manusia” ucapnya.
“Coba kamu kembali ke wujud aslimu!” tantang Azkia menatap tajam bocah itu.
bocah itu mengiyakan dan langsung mengubah dirinya menjadi seekor rubah berekor sembilan dengan bulu putih halus, ukuran tubuhnya 2 kali lipat dari ukuran rubah pada umumnya.
“bagaimana sekarang tuan percaya” ucapnya sombong.
Belum sempat membalas ucapan rubah itu ia sudah mendekat dan.
“OMG! Lucunya” perubahan rubah itu membawanya dalam pelukan Azkia.
“rerrrr” dengkur rubah itu menikmati belaian Azkia pada buku halusnya.
“siapa namamu?” tanya Azkia sembari menyudahi belaiannya.
“Namamu Foxi, bagaimana?” ucap Azkia.
“saya suka namanya tuan, terima kasih” ucap Foxi dengan mata berbinar.
“baiklah foxi kamu bisa mulai menceritakan tentang kalung dimensi yang kamu maksud” ucap Azkia kembali datar.
“baik tuan, kalung dimensi atau bisa di sebut ruang dimensi adalah tempat yang memiliki dimensi lain di dalamnya. Dan kalung Ruby milik tuan adalah salah satu contohnya” jelas Foxi singkat.
“owh.. Itu aku juga sudah tahu, jangan meremehkan aku, gini-gini aku juga penggemar novel fantasi” ujar Azkia sombong.
“setahuku pemilik kalung bisa masuk dan keluar dari kalung dimensi, bagaimana caranya Foxi?” Tanya Azkia pada Foxi.
“itu mudah tuan fokuskan pikiran ke dalam kalung dimensi. Dan bayangkan tuan masuk ke dalamnya” jawab Foxi menjelaskan.
__ADS_1
Azkiapun memfokuskan pikirannya agar bisa masuk ke dalam kalung dimensi.
Di dalam kalung dimensi,
“wow, di mana ini?, di sini estetik banget!” batin Azkia mengagumi keindahan yang ia lihat.
“selamat datang tuan, di dalam kalung dimensi” sapa Foxi sopan.
“ini di dalam kalung dimensi?” tanya Azkia acuh tak acuh, yang masih asyik melihat ke sana kemari.
“benar tuan, di sini tuan bisa melatih tingkat kultivasi. membuat herbal, dan racun. Dan di sini juga bisa menjadi tempat tinggal tuan. Waktu di sini berbeda dengan di luar, satu jam di sini sama dengan satu hari di dunia luar” jelas Foxi.
“tuan berendamlah di sungai itu, sungai itu adalah sungai surgawi dan air yang mengalir juga air surgawi. di sana tuan bisa menghilangkan racun ditubuh tuan” lanjut Foxi menyarankan.
“Baiklah kamu jangan mengintip” tegas Azkia.
‘ya ya ya lagian untuk apa mengintip kan tuan masih kecil' batin Foxi berlalu pergi.
“Baiklah Li wei karena tubuh ini sekarang milikku, aku akan merubah penampilanmu yang lusuh ini menjadi kecantikan yang tak tertandingi” batin Azkia.
Azkia melepas bagian hanfu luarnya dan kini tersisa hanfu tipis yang melekat ditubuhnya. Ia melangkah kan kakinya menuju sungai itu.
Satu jam berlalu, keluarlah gadis kecil yang cantik bak peri. Rambut hitamnya yang panjang menggerai, kulit putih segar, mata coklat yang tenang, hidung mancung, dan juga bibir kecil semerah ceri. Ia mengenakan hanfu putih polos dan juga hiasan sederhana di kepalanya. Ya dia adalah Azkia yang menepati tubuh Li wei.
Dari kejauhan muncullah Foxi dengan wujud manusianya.
“Wah tuan cantik sekali, bahkan di usia tuan yang masih berumur 12 tahun” Puji Foxi yang terpana dengan kecantikan alami Azkia.
“apakah aku yang sebelumnya seburuk itu? sampai kamu baru mengetahui kecantikan alamiku” tanya Azkia.
“Mungkin tubuh tuan sebelumnya ter padati dengan racun dan tidak dibersihkan dengan benar maka dari itu tuan terlihat pucat” jawab Foxi menyuarakan pendapatnya.
“oh ya apa sekarang aku sudah bisa berkultivasi?, racun ditubuhku sudah dibersihkan dan juga yang menepati tubuh ini adalah aku sang agen rahasia terbaik abad 21” gumamnya sambil berfikir.
“Walau pun racun di tubuh tuan sudah bersih tapi kultivasinya disegel, oleh karena itu tuan belum bisa berkultivasi” Saut Foxi yang bisa membaca pikiran Azkia. Azkia yang sudah mengetahui itu tidak terlalu terkejut.
__ADS_1
“ouh begitu ya, apa kamu tahu cara menghilangkan segelnya?” tanya Azkia.
- TBC