Perjalanan Sang Mantan Psikolog

Perjalanan Sang Mantan Psikolog
Transmigrasi


__ADS_3

Disisi lain, terbaring seorang gadis tergeletak di tanah, di kelilingi pohon-pohon yang menjulang tinggi dengan akar pohon yang merambat di tanah.


Tempat yang mencekam tak berpenghuni, Tepatnya di hutan kematian lapisan ke 4. Hutan ini adalah hutan terseram ke 2 dari 4 hutan terlarang lainnya.


“ughh sakit sekali tubuh gw, terasa lemas tidak berenergi. Dan di mana lagi ini” lirih Gadis itu. Yang kini mengedarkan pandangannya ke sekitar.


‘Tempat apa ini? Kenapa gw bisa ada di hutan?. Bukannya gw udah mati di tembak sama si penghianat itu. Aih pakaian apa lagi ini? kok kuno banget' batin gadis itu yang masih bergelut dengan pikirannya mencari jawaban dari setiap pertanyaannya. Ya gadis itu adalah Azkia yang kini tertuduk lemas di tanah.


(Bahasanya di bikin gaul dikit ya 👍)


‘Ssst.... ukh.. akh...’ Azkia merasa kepalanya sakit seakan ditusuk beribu jarum ke kepalanya.


Masuklah ingatan-ingatan seolah berputar di kepalanya, menampilkan seorang gadis yang di juluki Sampah karena tidak bisa berkultivasi, yang selalu di tindas dan di hina. Dan bagaimana ia menerima cemohan dari orang lain bahkan dari keluarganya.


Gadis itu adalah Putri kedua Jenderal Yan dari selir Lou yang meninggal setelah melahirkannya, ia adalah Yan Li wei.


Yang di kenal dengan sebutan sampah karena tidak bisa berkultivasi, dan juga di anggap pembawa sial bagi keluarganya. sifatnya terlalu pendiam dan dingin tapi ia tidak pernah melawan karena hatinya yang terlalu baik dan memang fakta bahwa dia tidak bisa berkultivasi.

__ADS_1


Jendral Yang itu sendiri di kenal dengan kekejaman dan ketangguhannya melawan musuh di perbatasan.


Yang mereka tidak tahu adalah li wei yang asli bukannya tidak bisa berkultivasi karena bodoh, melainkan karena dari kecil tubuhnya sudah menerima berbagai jenis racun dari selir lain.


Li wei tumbuh dengan racun, ia tau tubuhnya di penuhi racun, oleh karena itu ia mulai meneliti setiap racun yang ada di tubuhnya. Dan karena merasa tertarik dengan racun ia mulai mempelajari semua hal yang berhubungan dengan racun sampai menguji racun tersebut dengan tubuhnya sendiri.


Kian hari ia kebal terhadap segala jenis racun dan menjadi ahli racun terbaik di daratan ini. Ia sering menjual racunnya di pasar gelap dan hasilnya untuk memenuhi kebutuhannya.


“what? Siapa gadis itu kenapa dia kasihan sekali. Huh rasanya gw ingin menjahit mulut mereka yang menghinanya” gumam Azkia yang belum menyadari dia telah memasuki tubuh gadis itu.


Kalian pasti bertanya kenapa bisa mati keracunan padahal tubuhnya kebal terhadap racun. Itu karena racun yang ia temukan sangat unik, racun itu bekerja mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan terhisab ke akarnya dan ketika tubuhnya tidak memiliki antibodi yang cukup, akar tumbuhan itu langsung mengeluarkan racun yang lebih mematikan. Ketika sudah menyebar jarang ada yang bisa selamat apalagi yang tidak memiliki kultivasi.


Dari mana Azkia tahu, itu karena tumbuhan itu ada di daftar obat paling langka di zamannya. Obat?, ya tumbuhan itu bisa menjadi obat untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Tentu dengan cara dan ketentuan lain yang harus di perhatikan.


“Eh apa itu? kenapa ada cahaya, ugh silau sekali” batin Azkia melihat cahaya yang menyinari tubuhnya.


Seketika ia memejamkan matanya karena silau dan ia mulai membuka mata ketika terasa cahaya itu mulai meredup. Ia di kejutkan dengan bayangan seorang gadis kecil yang tersenyum ke arahnya, tersirat kesedihan yang mendalam dari mata gadis itu.

__ADS_1


“siapa kamu?” tanya Azkia dengan dingin ia heran dengan kedatangan bayangan gadis itu.


“Aku adalah kamu, kamu adalah aku, tapi aku bukan kamu begitu pun sebaliknya, jiwa kita berbeda namun raga kita sama. Ingatan itu miliku, aku juga yang membawamu kesini. Di sini kamu akan mendapat kebahagiaan, merasakan berjuang dan menemukan orang yang tulus menyayangimu” ucap gadis itu yang tak lain adalah Li wei.


“aku-kamu? Raga sama? Jiwa berbeda?” batin Azkia mengernyit bingung.


“Hem kamu pasti bingung, tak apa hiduplah dengan baik dan kamu akan mengerti setelah kamu keluar dari hutan ini. Carilah gubuk di luar hutan ini dan balaslah dendam untukku, jadilah diri mu sendiri” ujar Li wei yang perlahan menghilang dari pandangan Azkia.


“huft... Jadi ingatan tadi milik gadis itu dan tubuh ini juga miliknya. Gw ngerti sekarang gw transmigrasi ke tubuh gadis tadi” gumam Azkia perlahan mengerti.


“kamu tenang saja Li wei. Karena tubuh ini sudah jadi milikku. Semua musuhmu adalah musuhku. Aku akan membuat merasakan apa yang kamu rasakan bahkan berkali-kali lipat” batin Azkia yakin sambil menyeringai.


‘Tapi bagaimana cara gua keluar dari hutan ini aih...” Batin Azkia meratapi bahwa dia tidak tahu menahu tentang hutan ini, begitu pun dengan Li wei yang asli.


Ketika ia sedang mengingat-ingat jalan yang Li wei lalui menuju ke sini, Tiba-tiba kalung Ruby di lehernya bersinar.


- TBC

__ADS_1


__ADS_2