
"tunggu!"
“kenapa kalian main tangan dan menghakimi begitu saja tanpa bertanya pada gadis itu apa yang terjadi” kata gadis itu dengan suara cemprengnya.
“hei nak, jangan ikut campur urusan orang dewasa” saut pria itu dengan kesal.
“tapi bukankah gadis itu juga masih kecil kenapa hanya kalian para orang dewasa yang memiliki hak berbicara, sementara kami yang anak kecil tidak boleh berbicara” bantahnya dengan suara yang rendah, mata gadis itu berkaca-kaca, tangan nya gemetar tapi pandangan matanya teguh dan tidak terbantahkan.
Kerumunam yang mendengar apa yang dikatakan Gadis itu tercengang.
‘Apa yang dikatakan gadis itu ada benarnya'
‘Benar juga, kenapa hanya orang dewasa yang memiliki hak berbicara?!’
‘kalian anak kecil hanya pintar berbicara, mana bisa menyelesaikan masalah'
‘Walaupun kalian anak kecil bicara juga belum tentu ada gunanya'
‘kalau salah tetap salah, jangan jadikan umur sebagai pembenaran"
mendengar perkataan orang di kerumunan pria itu gelisah. Gadis kecil yang dituduh mencuri juga berhenti dari tangisnya.
“Memangnya pencuri sepertinya bisa memberikan penjelasan apa?!” Tanya pria itu dengan suara serak dan nada yang membentak.
“Baik, kuberi kesempatan untuk gadis itu menjelaskan” kata wanita itu dengan tegas.
Gadis yang baru membela gadis kecil yang dituduh sebagai pencuri itu membantu gadis kecil itu untuk berdiri dan memapahnya.
“Katakan yang sebenarnya” bisik gadis itu lirih pada gadis kecil yang dituduh sebagai pencuri dengan lembut.
Menatap mata gadis itu yang penuh dengan ketegasan gadis kecil itu memberanikan diri untuk berbicara.
__ADS_1
“tadi aku melihat paman itu mengambil kantung penyimpanan ini dari bibi itu, namun bibi itu tidak sadar. Jadi aku ingin mengambil kembali kantungnya dari paman itu,
tapi saat aku merebutnya dan pas sekali saat itu bibi itu lewat di depanku dan paman itu malah menuduhku mencurinya, padalah aku hanya ingin mengembalikannya pada bibi itu” kata gadis kecil itu diikuti isak tangis yang masih belum juga berhenti.
Kerumunan yang mendengar apa yang dikatakan gadis kecil itu hanya diam dan ada beberapa yang menganggap ia sedang berbohong.
“kalau aku mencurinya kenapa bisa direbut oleh gadis kecil sepertimu?” Tanya pria itu dengan marah dan ada sedikit kegelisahan dari nada suaranya namun ia berusaha menutupinya.
“karena paman itu kebetulan menabrak ku jadi aku merebutnya kembali saat paman itu tidak sadar" kata gadis kecil itu lagi.
'lumayan, gadis itu sangat cerdas namun sayangnya ia sangat lugu' batin Azkia sambil menghilangkan kepalanya.
kerumunan yang mendengar penjelasan gadis itu berfikir itu masuk akal. sementara ada beberapa yang menganggapnya hanya kebetulan.
"memang seperti itu situasi nya, namun pria itu bilang kalau kamu yang mengambilnya" kata wanita itu sedikit melunakkan suaranya.
"apa buktinya kalau aku yang mencuri dan bukan kamu?" tanya pria itu seolah ingin membela diri.
" bisa saja kamu yang mencurinya namun tidak ingin mengakui dan malah menuduhku mencurinya" kata pria itu lagi dengan percaya diri.
gadis kecil itu memberikan seringai kecil saat mendengar apa yang dikatakan pria itu.
"bukankah harusnya aku yang mengatakan itu" kata gadis kecil itu dengan seringai tipis di bibirnya.
orang yang mengerti apa yang dimaksud gadis itu hanya mengangguk sementara yang tidak mengerti hanya miliki ekspresi bingung di wajahnya.
"jadi siapa yang benar dan siapa yang salah?" tanya wanita itu dengan frustasi, sepertinya tidak mengerti jalan ceritanya.
'ckckck ternyata wanita itu dungu' batin Azkia.
melihat keributan di depannya dengan raut wajah kerumunan yang diwarnai dengan kebingungan Azkia hanya menatapnya dengan dingin. saat ia mengalihkan pandangannya menatap gadis yang membela gadis kecil yang dituduh pencuri, matanya menunjukan minat. seringai kecil terbentuk disudut bibirnya.
__ADS_1
'menarik!'
"bagaimana kalau begini?, aku akan mengganti rugi jumlah koin yang dicuri dan koin hasil curian akan di serahkan kepada pencuri, bukankah ini adil?" usul gadis kecil itu dengan bijaksana. kerumunan yang mendengar usulan gadis itu hanya mengangguk.
"berapa totalnya?" tanya gadis itu.
wanita itupun menjawab "500 koin emas dan 80 koin perak".
setelah mengetahui jumlah koin yang dicuri, gadis itu mengeluarkan kantong dari lengan bajunya dan mengeluarkan 500 koin emas dan 80 koin tembaga dan menyerahkannya kepada wanita itu.
melihat uangnya kembali wanita itu hanya mengangguk puas.
"baik ayo kita pergi" kata wanita itu kepada penjaga.
belum selangkah wanita itu beranjak, keributan muncul kembali. kali ini antara pria itu dan gadis yang dituduh pencuri. terlihat pria itu merebut kantong berisi koin dari tangan gadis kecil itu. perilaku pria itu membangkitkan keributan dari kerumunan. tindakannya sama saja dengan mengakui bahwa ia yang mencuri.
pria yang berhasil merebut kantong koin dari tangan gadis kecil itu memasang senyum puas. saat ingin beranjak dari kerumunan, Tiba-tiba terdengar suara yang membuat langkah pria itu berhenti.
"tunggu!.... bukankah seharusnya kamu mengembalikan kantung koin itu kepada gadis itu" suara itu datang dari arah kerumunan, suara seorang gadis dengan nada dingin namun halus dan tenang.
- TBC
Hai semua!, maaf baru upload lagi.
rasanya gak mood banget nulis dan terlalu nyaman berada di zona nyaman.
maaf ya yang nunggu up.
author bakal berusaha sering nulis dan jadi sering upload nya.
makasih ya buat yang mau mampir dan jadi pembaca setia. 🥰
__ADS_1