Perjalanan Sang Mantan Psikolog

Perjalanan Sang Mantan Psikolog
Pesan terakhir


__ADS_3

Azkia yang sudah tidak bisa menahan sakit di bagian perutnya sudah lemas tak berdaya. Saat itu juga David mengarahkan pistolnya ke arah dada kiri Azkia. Dan


......................


Dor...


Akhh....


Suara peluru keluar dari pelatuknya dan meluncur ke arah jantung seseorang.


“Dasar penghianat!” Suara lantang di penuhi dengan nada marah seorang gadis yang tengah berdiri mengarahkan peluru pada seseorang, ya gadis itu adalah Hanna dan peluru yang melesat adalah milik Hanna menuju jantung David.


......................


“Azkia...!” teriak Hanna yang kini memangku Azkia yang terbaring di lantai dengan pakaian yang di penuhi darah.


“Azkia ada apa dengan mu kenapa kamu bisa seperti ini hah!” ucar seorang lelaki yang tiba-tiba datang dengan panik.


Ya dia adalah Aditya, kakak Azkia. Awalnya Aditya hanya ingin mengunjungi Azkia di hari pertamanya magang. setelah dia sampai ia malah di suguhkan pemandangan yang belum pernah ia pikirkan sebelumnya.


Ia melihat adiknya kini tengah berbaring lemas dan ruangan yang berantakan bersimpuh darah, dan luka tembak di perut. Air matanya lolos dan membasahi pipinya.

__ADS_1


“Hanna kau harus berhati-hati hatilah seseorang tidak bisa di prediksi. Aku sudah tidak kuat lagi kak Aditya, Hanna aku menyayangimu sampaikan salam perpisahan kita pada ayah dan kak Eric. Ambilah surat di meja kerjaku!. Hiduplah dengan baik, aku mencintai kalian dan sampai jumpa” lirih Azkia dan setelah itu juga Azkia menghembuskan nafas terakhir nya.


“tidak kia jangan tinggalkan aku bagaimana mungkin kamu meninggalkan aku sendiri hiks hiks hiks” isak tangis Hanna histeris yang melihat dirinya di tinggalkan sahabatnya.


“hiks hiks kia jangan tinggalkan kakak bagaimana kakak akan memberitahu ibu dan ayah, kakak gagal melindungimu hikss” tangis Aditya pecah melihat adiknya meninggalkannya.


......................


Azkia dibawa ke rumah sakit oleh Aditya, Hanna, dan Candra. Sebelum itu Hanna mengambil surat yang di simpan di meja kerja.


“Kak Aditya ini surat yang Azkia tinggalkan untuk kalian” ucap Hanna lirih sembari menyodorkan secarik kertas yang tersimpan dalam amplop dan di ujungnya bertulisan 'keluargaku'. Aditya memberikan amplop itu kepada ayahnya dan di bukalah amplop itu dengan perlahan.


......................


*Hai keluarga tercintaku... Terima kasih ayah, kakak, yang sudah merawat, menjaga, dan juga menyayangi kia. Maaf kalau kia pernah menyakiti atau berbuat salah pada kalian.


Dan maafkan kia juga yang selama ini menyembunyikan fakta kalau kia adalah agen rahasia yang di juluki sebagai LIONES, ayah dan kakak pasti pernah mendengarnya kan.


Mungkin apa yang menimpa kia adalah karma karena berbohong kepada kalian dan juga suka berbuat sesuka hati kia tanpa memikirkan risikonya. Kia sekarang mengerti kenapa Ayah selalu tidak memperbolehkan kia keluar rumah dan mengekang kia, ayah melakukan itu pasti karena sayang dengan kia bukan untuk menyiksa kia. Mungkin ayah takut hal yang buruk terjadi pada kia sama seperti ibunda.


Huft... Kia menulis surat ini saat sebelum kia magang. Kia merasa firasat buruk yang akan terjadi jadi biarkanlah jangan terlalu bersedih atas kepergian kia. Hiduplah bahagia meneruskan amanat ibunda sebelum meninggal. Kia akan menyusul ibunda ke sana.

__ADS_1


Kakak jangan karena kia jadi gak mau makan nanti kalau kakak kurus gak ada yang jagain ayah. Nanti kia ngambek gak mau menemui kakak kelak. Dan ayah jaga kesehatan kia gak mau nanti ayah sakit-sakitan. Awas ya kalo sampe sakit kia gak akan tenang di sana. Jadi kia mohon jangan bersedih dan berbahagia selalu. Kia akan selalu bersama dan mengawasi kalian dari atas. Selamat tinggal ayah dan kakakku sayang. Aku mencintai kalian.


-Azkia liana Winata ~


Surat untuk Hanna,


*Hai sahabatku... Terima kasih sudah mau menjadi sahabat sekaligus saudariku. Terima kasih karena selalu setia di sisiku. Maaf kalau aku pernah menyakiti atau berbuat salah. Ingat jangan karena aku pergi kamu keluar dari organisasi, nanti siapa yang meneruskan gelar agen rahasia terbaik dan menyaingi LIONES. Pada saatnya nanti kamu tidak boleh mengecewakanku.


Ingat pesan terakhirku. Jangan terpaku pada masa lalu tapi cobalah berjalan lurus menuju ke depan. Jangan terlalu bersedih atas kepergianku. Ingat hiduplah dengan baik. Mungkin kelak kita akan bertemu lagi tapi di alam lain, saat itu aku berharap kita bisa bersama lagi meneruskan kenangan indah di mana pun kita berada. Selamat tinggal aku menyayangimu sebagai saudari bukan rekan di mana pun itu, Bye Hanna.


-Azkia Liana Winata~


Setelah membaca surat dari Azkia, Candra dan Aditya yang membaca surat itu air mata mereka mengalir membasahi pipi tapi bibir mereka tersenyum haru. Seolah surat yang Askia berikan adalah dia yang masih bersama mereka. Sungguh tangis haru dan kesedihan yang terdengar setelah itu.


Hanna yang awalnya sedih menjadi tersenyum haru. Sedikit terhibur oleh surat yang di berikan Azkia.


“pasti Azkia, aku pasti tidak akan mengecewakanmu” batin Hanna yakin.


Tangisan masih terdengar sampai acara pemakamannya.


- TBC

__ADS_1


__ADS_2