Perjalanan Sang Mantan Psikolog

Perjalanan Sang Mantan Psikolog
Mulai Berlatih


__ADS_3

Di sebuah ruangan mewah di isi oleh rak-rak buku yang berjajar rapih di setiap sisi ruangan. Terdapat dua sosok yang satu duduk sambil membaca buku yang satu lagi berdiri di samping mengamati, ya yang duduk adalah Azkia dan yang berdiri adalah Foxi.


Mereka sekarang berada di perpustakaan ruang dimensi. Karena bosan Azkia memilih masuk ke ruang dimensi untuk membaca semua buku yang ada di perpustakaan ruang dimensinya.


“Foxi kamu sibuk lah, aku ingin sendiri” ucap Azkia dengan suara rendah.


“Baik tuan” ucap foxi dengan patuh membiarkan junjungannya sendiri.


“Huft.. Sepertinya hanya bisa dimulai dari buku-buku ini” gumam Azkia pelan.


Azkia mulai menyusuri setiap inci dari rak-rak buku di perpustakaan ruang dimensinya. Membaca seluruh buku yang terdapat pada rak yang ia hampiri, Rak-rak yang ia hampiri berisi buku tentang ilmu pengobatan dan seni bela diri yang bisa dilakukan untuk orang biasa tanpa bakat kultivasi.


Ia tak menyangka bahkan seni bela diri untuk orang biasa seluar biasa ini, bagaimana dengan jurus bela diri untuk seorang kultivator mungkin lebih luar biasa lagi.


Karena kemampuan membacanya yang cepat dan cermat, ia telah dilatih sejak kecil untuk terbiasa membaca, kunci dari fokus dan betah membaca adalah suasana mood sang pembaca dan tujuan dari membaca tersebut.

__ADS_1


Misalnya untuk membaca buku pelajaran, ia akan membaca dengan lebih serius namun tetap santai. Dan untuk tujuan membaca sebagai hiburan biasanya saat membaca novel hanya perlu merilekskan diri dan menyesuaikan suasana hati dengan tema buku. Ia belajar ini semua saat masih menjadi mahasiswa psikologi.


Azkia tidak pernah bersantai saat menjadi mahasiswa karna ia percaya ‘tidak ada bakat khusus yang terlahir dari bayi, tapi bakat yang dikembangkan oleh diri sendiri'.


karena itu ia bisa mencapai keberhasilannya saat ini, walaupun sekarang ia berada di dunia yang berbeda tidak akan mengurangi ketekunannya dalam meraih keberhasilan.


......................


setelah lelah membaca, Azkia akan keluar dari kalung dimensi dan tertidur di kasurnya yang ada di gubuk. sampai pagi hari ia akan melatih tubuhnya dengan pelatihan fisik seperti berlari mengelilingi hutan, berburu, dan melatih ketahanan dasar dari seorang pembela diri.


terbiasa dengan kehidupannya yang bebas seperti ini tidak lagi membuat gadis itu tertekan karena takdirnya yang membawanya ke dunia ini.


tak terasa sebulan lebih ia telah berada di dunia antah berantah ini, yang awalnya sering menggerutu karena masih asing dengan dunia ini perlahan-lahan terbiasa dan menerima takdirnya itu.


......................

__ADS_1


selama sebulan ini berlatih ketahanan fisik di dunia luar, dan kurang lebih 4 bulan berlatih di ruang dimensi. fisiknya yang awalnya sangat lemah mulai menjadi kuat. mungkin 50% kekuatannya saat berada di zaman modern.


ilmu pengobatannya juga makin meluas karena ada beberapa tanaman di dunia ini yang tidak ada di zaman modern, kalau masalah meneliti racun entah mengapa gadis itu lebih antusias dari pada meneliti obat-obatan.


- flashback on


di sebuah ruangan bernuansa putih terdapat beberapa rak-rak perabotan berisi tanaman herbal, dan beberapa botol porselen yang memiliki isi berwarna-warni. di sebuah meja yang terdapat berbagai alat yang biasanya digunakan untuk meneliti zat-zat kimia.


seorang gadis tengah berkutat dengan kegiatannya meneliti racun yang sudah ia lakukan berjam-jam lamanya tampa ada tanda-tanda ingin berhenti. gadis itu adalah Azkia yang tengah meneliti racun yang baru saja ia kembangkan, racun itu bernama racun dingin, walaupun belum uji coba keakuratan khasiat dari racun tersebut. tapi bisa di pastikan kalau racun tersebut akan berguna bila bertemu dengan musuh yg memiliki basis kultivasi lebih tinggi darinya.


racun ini membuat seseorang yang terkena racun tersebut menjadi kaku atau tidak bisa bergerak, meridian dan pembuluh darahnya akan membeku jika tidak di atasi sesegera mungkin. memudahkannya dalam menyerang musuh yang memiliki kecepatan yang liat biasa.


"akhirnya selesai juga, sekarang tidak perlu khawatir bila bertemu musuh yang lebih kuat, apalagi aku sekarang belum bisa berkultivasi" gumamnya tersenyum puas melihat hasil percobaannya itu.


- TBC

__ADS_1


__ADS_2