
“ouh begitu ya, apa kamu tahu cara menghilangkan segelnya?” tanya Azkia.
“saya tidak tau cara pastinya, tapi mungkin nanti ada seseorang yang akan melepaskan segel itu. Saya memiliki firasat bahwa orang itu sangat dekat dengan tuan” jawab Foxi Mengutarakan pemikirannya.
“Huft.. mungkin harus menunggu aku keluar dari hutan ini” batin Azkia menghela nafas.
“Oh ya Foxi aku penasaran dengan kultivasi dan juga alchemist. Bisa kamu jelaskan!” suruh Azkia sembari duduk di bawah pohon persik yang rindang.
“Baik tuan, jadi di sini semua orang bisa berkultivasi, bagi orang yang tidak bisa berkultivasi akan di cap sampah, kultivasi juga ada beberapa level,
- Pemula
- Bumi
- Jenderal
- Master
- Galaksi
- Kaisar
- Legenda
- Dewa/dewi
- Abadi
- Dll.
Semuanya memiliki tingkatan, awal, menengah, dan akhir. Manusia pada umumnya hanya bisa sampai di tingkat master, bahkan yang Jenius pun hanya bisa mencapai tingkat legenda itu pun yang sudah berumur ratusan tahun.
Para kultivator juga memiliki elemennya masing-masing. Elemen terbagi menjadi 10,
- Api : level 1 - 9
- Air : lebel 1 - 9
- Angin : level 1 - 9
- Cahaya (langka) : level 1 – tak terbatas
- Es (langka) : level 1 – tak terbatas
__ADS_1
- Petir : level 1 – 9
- Tanah : level 1 - 9
- Tumbuhan : level 1 - 9
- Logam : level 1 – tak terbatas
- Kegelapan (langka) : level 1 – tak terbatas
Biasanya para kuktivator hanya memiliki 1 elemen ada juga beberapa jenius yang memiliki 2 atau 3 elemen itu pun sangat jarang ada di daratan ini.
Ada juga alchemist atau orang yang ahli dalam obat-obatan herbal, dan membuat pil. Alchemist juga memiliki tingkatan tersendiri.
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Tingkat 4
Tingkat 5
Setiap tingkatan memiliki kesulitannya masing-masing, dan juga obat atau pil juga memiliki kemurniannya tersendiri semakin tinggi kemurniannya semakin berharga pil tersebut.
- Biasa
- Rendah
- Menengah
- Langka
- Epic
- Kaisar
- Legenda
- Ilahi
Setiap tingkatan juga memiliki kultivasi nya sendiri.
__ADS_1
Untung lebih lengkapnya tuan bisa membaca buku yang ada di perpustakaan yang ada di dalam istana di sana” jelas Foxi panjang lebar sambil menunjukkan sebuah bangunan tinggi menjulang seperti istana dan juga ada beberapa tanaman herbal yang menambah suasana sejuk pada bangunan tersebut.
“Wow aku juga punya istana sendiri, kalau begitu Foxi ayo kita kesana!” ujar Azkia semangat.
“silakan tuan” ucap Foxi sopan.
Mereka berjalan menuju sebuah bangunan megah berlantai 5 bernuansa kuno-modern. Di halamannya terdapat berbagai tanaman herbal yang langka.
Mereka menaiki tangga menuju lantai satu, di sana adalah ruang santai. Azkia terkejut saat melihat benda tak asing yang menggantung di dinding ruangan tersebut.
"apa-apa ini, bagaimana mungkin?!" batinnya tidak percaya.
‘TV?, AC?, jam?, dan apalagi ini sofa?, dari mana benda-benda ini? Bukannya aku ada di zaman kuno kenapa di sini ada benda-benda dari duniaku?’ batin Azkia lagi masih sangat terkejut dan heran.
“itu karena kalung dimensi tuan berasal dari dunia modern, oleh karena itu pemilik sebelumnya menyimpan benda-benda ini di kalung dimensinya” Foxi mencoba menjelaskan.
“Ouh begitu, memangnya siapa pemilik kalung ini sebelumnya?” tanya Azkia penasaran.
“seingat saya pemilik sebelumnya juga adalah seorang gadis, mungkin gadis itu yang akan menghilangkan segel tubuh tuan” ucap foxi.
‘itu berarti semua barang ini milik ibunda, ya mungkin saja kan ibunda yang memberikan kalung Ruby ini' batin Azkia yakin.
“baiklah ayo kita ke atas!” ucap Azkia.
Azkia dan Foxi menaiki tangga menuju lantai 2 di sana adalah kamar, kamar luas dengan desain modern. Kasur queen size, lampu tidur, AC, sofa empuk, lemari-lemari besar berisi pakaian modern, hanfu, dan barang-barang lainnya.
“Woah kamar di sini tidak jauh berbeda dengan kamar lamaku, bahkan kamar di sini lebih luas” gumam Azkia terpesona.
“foxi apakah semua barang ini boleh aku gunakan?” tanya Azkia berharap.
“Tentu tuan ini semua sekarang milik tuan” jawab Foxi mantap.
“baiklah Foxi aku ingin istirahat dulu, nanti saja kita teruskan berkelilingnya” Ucap Azkia sembari duduk di sofa merebahkan tubuhnya disana.
“Baik tuan, saya permisi” ucap foxi sopan.
“Hmm” dehem Azkia sebagai jawaban. Kini Azkia menyalakan AC dan pindah ke kasur Queen size. Ia merebahkan tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut, dan terlelap dalam mimpinya.
......................
Di tempat lain di luar hutan kematian. Tampak sosok seorang gadis tengah menghawatirkan junjungannya yang belum kembali dari tadi pagi. Karena khawatir ia bergegas ingin menyusul junjungannya itu ke dalam hutan.
‘kenapa nona belum kembali?, lebih baik aku menyusul nona' batinnya dan bergegas keluar dari gubuk dan berjalan menuju hutan.
__ADS_1
Yang tidak diketahui gadis itu kalau junjungannya yang asli telah meninggal dan digantikan dengan seorang dari zaman modern.
- TBC