
Setelah puas melihat-lihat, Azkia meneruskan berkeliling. Kini Azkia sampai di lantai 5 tepatnya puncak tertinggi bangunan tersebut.
Di dalam terdapat laboratorium serta ruangan praktik. Banyak bahan obat-obatan dari yang langka sampai yang biasa saja, tapi tetap memiliki kegunaannya tersendiri. Di sini juga terdapat berbagai alat medis dan juga obat-obatan dari zaman modern.
“Apa pemilik kalung dimensi ini sebelumnya adalah ahli kimia?, kenapa di sini ada peralatan medis dari zaman modern?” gumam Azkia.
“sudahlah bukan urusan aku juga, yang penting sekarang semua itu bisa aku gunakan sesukaku” gumamnya dengan cueknya.
Lumayan lama Azkia berkutat dengan herbal dan alat medis di sana. Sampai suara seseorang menghentikan kegiatannya.
“Tuan apa ingin saya buatkan makan malam?” tanya foxi menawarkan.
“Baiklah Foxi, tapi jangan masak makanan hambar aneh itu ya” titah Azkia dengan ekspresi tidak sukanya.
“Baik tuan” ucapnya.
“lebih baik aku belajar Alchemist saja dulu” Gumam Azkia, kemudian pergi ke perpustakaan untuk mengambil beberapa buku alchemist.
__ADS_1
Kemudian ia kembali ke laboratorium untuk membuat pil. Karena di kehidupan sebelumnya ia belum pernah membuat pil.
Azkia mulai dari mempelajari bahan-bahan untuk membuat pil, cara pembuatan, resiko kegagalan, jumlah pil, kemurnian pil, dll.
Setelah selesai membaca buku ia langsung mempraktikkannya mulai dari menyiapkan tungku, dan bahan-bahannya.
Dalam sekali percobaan Azkia berhasil membuat pil tingkat 2, termasuk lumayan untuk pemula sepertinya. Ia membuat pil peningkat kultivasi, pil penangkal segala racun, pil penambah darah tingkat 2, setiap pil memiliki kemurnian 80%.
Setelah puas membuat beberapa pil tingkat 2, ia kembali ke perpustakaan untuk membaca buku tentang dunia kultivator.
Dunia yang ia berpijak saat ini memiliki 4 benua: benua Tang, benua Bei, benua Hao, dan benua Dongfang.
- Kekaisaran Wei, dipimpin oleh seorang kaisar bernama Wei Hua yang adil dan tegas. Kaisar memiliki permaisuri dan 5 selir.
permaisuri lan memiliki 1 putri dan 2 putra. Sementara selir pertama memiliki 2 putri dan 2 putra, Selir kedua memiliki 2 putra, Selir ketiga memiliki 1 putri dan 1 putra. Sedangkan selir keempat dan kelima tidak memiliki anak. Letak kerajaannya di perbatasan barat.
- Kekaisaran Xiao, dipimpin oleh seorang kaisar bernama Xiao Lan yang adil dalam menyejahterakan rakyat maupun hubungan haremnya.
__ADS_1
Kaisar Xiao hanya mempunyai satu satunya permaisuri di istananya, permaisuri memiliki 1 putra dan 2 putri. Letak kerajaannya di perbatasan utara.
- Kekaisaran Chen, di pimpin oleh Kaisar bernama Chen Hongli, yang dingin, berdarah dingin, namun bijaksana. Kaisar memiliki permaisuri yang sudah meninggal beberapa tahun setelah melahirkan putri bungsu yang masih bayi dan juga 1 putra yang menjadi putra mahkota. 2 selir yang melahirkan sepasang putra yang lahir hampir di waktu bersamaan. Letak kerajaan di selatan berbatasan dengan Kerajaan Wei.
- Kerajaan Lan, di pimpin oleh seorang permaisuri yang misterius belum ada yang pernah mendengar tentang namanya, karena satu satunya pewaris darah Kerajaan Lan. Belum memiliki suami untuk di angkat menjadi kaisar. Letak kerajaannya di timur, berbatasan dengan Kerajaan Xiao dan Kerajaan Chen.
Di buku hanya ada penjelasan tentang benua Tang tempat ia berpijak sekarang. Di sana juga tertulis setiap celah antara benua memiliki laut yang memiliki ciri khasnya masing-masing.
Seperti lautan yang berbatasan dengan benua Tang dengan benua lainnya memiliki ciri ombak yang tenang namun mematikan, setiap pelayan yang ingin melewati batasan antar benua harus melewati penjaga perbatasan antar benua di setiap batasan antar benua. Banyak juga kultivator hebat yang ingin menyeberang melihat benua lain hanya menyisakan nama atau kembali dengan penyakit aneh yang di deritanya bahkan kondisinya lebih mengerikan dari pada kematian.
“Kalau dalam skala benua di bumi harusnya benua Tang ini ke-2 terbesar yang ada di dunia kultivator ini, keunggulan benua Tang terdapat di sumber daya alamnya yang melimpah seharusnya benua Bei ini adalah dunia para kultivator abadi. Dunia ini benar-benar menarik” gumam Azkia sembari menatap buku yang berisi penjelasan tentang dunia ia berpijak sekarang dengan seringai antusias.
Setelah selesai membaca buku tentang dunia yang di tempatnya, Azkia beralih membaca beberapa buku tentang seni bela diri kuno.
Buku pertama berjudul ‘tebasan angin', merupakan teknik bela diri tingkat menengah, seni bela diri ini berfokus pada kecepatan pedang sehingga bahkan tampak mampu menebas angin di udara.
Teknik kedua berjudul ‘telapak seribu api' teknik ini membuat pengguna mampu melakukan pukulan dengan tenaga dalam yang memberi efek panas saat pada pengguna memukul mundur musuh. Dan beberapa teknik tingkat tinggi lainnya.
__ADS_1
- TBC