
Setelah pergi dari taman ia merenungkan kembali kejadian yang baru saja menimpanya Penghianatan yang di lakukan oleh sahabatnya sendiri.
“tapi benar yang dia bilang bahkan pada saat-saat terakhir ibunda aku tidak bisa melakukan apa pun untungnya, ibu maafkan Azkia bu, Azkia tidak bisa melakukan apa pun untuk ibunda” pikir Azkia yang tengah menyalahkan diri sendiri.
Azkia yang lingkung pun menuju jalan raya dan terduduk di samping jembatan yang di bawahnya terdapat sungai dengan arus yang lumayan deras. Berjalan perlahan menuju sudut jembatan dan menghadapkan diri ke arah sungai. Ia yang tidak bisa berpikir jernih pun menutup mata dan berniat untuk lompat ke bawah dalam hitungan ke
1
2
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menahan aksi Azkia dan memeluknya, mencoba menenangkan Azkia yang ingin bunuh diri.
“tenanglah kia, apa yang sedang kamu lakukan itu berbahaya kamu ingin meninggalkan keluargamu yang baru kehilangan ibumu dan sekarang kehilangan mu hah” bentak seorang anak laki-laki yang tengah menyadarkan Azkia dengan apa yang baru saja dia lakukan.
“huhuhu Kak Eric apa yang harus kia laku in, kenapa kia merasakan sakit di dada kia, kenapa ibu begitu cepat meninggalkan kia?, kenapa?” tangis Azkia yang tanpa di sadari air matanya kini telah mengalir dengan derasnya.
“Tenanglah kia, bibi meninggal memang karena sudah takdir, Azkia lupa dengan pesan terakhir bibi. Azkia harus jadi gadis yang kuat” nasehat anak laki-laki yang di panggil kak Eric, Eric adalah anak dari teman ayah Azkia, dan juga kekasih kecil dari Azkia. Umurnya 8 tahun, baru pulang dari luar negeri setelah mendapat kabar ke*atian ibu Azkia.
__ADS_1
......................
Setelah tenang Azkia pingsan dan langsung di bawa ke rumahnya. Eric pun menceritakan kejadian yang ia lihat saat Azkia berada di pinggir jembatan kepada Candra dan Aditya.
Mereka yang mendengarkan ceritanya tersentak kaget dengan apa yang Azkia coba lakukan. Mereka menunggu Azkia sadar sambil berbincang di ruang tengah.
“emm sepertinya kak Eric membawaku ke rumah” pikir Azkia yang sedang melihat sekeliling mencoba mencari sosok yang ia cari.
“Kia kamu sudah bangun, syukurlah lain kali jangan melakukan hal bodoh lagi. Ayah sangat menghawatirkan mu” Ucap Ayah Azkia lega karena putrinya telah sadar.
“iya kita kakak juga sangat menghawatirkan mu” saut Aditya dan memeluk kencang Azkia.
“maaf kia kakak hanya menghawatirkanmu” ucap Aditya kemudian melepaskan pelukannya dari adiknya. Azkia pun kembali bernafas lega. Mereka yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala karena tingkah kakak adik kandung itu.
“Sekarang ceritakan kenapa kamu bisa nekat melakukan itu?” Tanya Ayah Azkia meminta penjelasan.
“Azkia minta maaf karena membuat kalian semua khawatir” Jawabnya dengan mimik menyesal.
__ADS_1
“Kia hanya linglung setelah kejadian yang menimpa ibunda, dan saat kia linglung Serena menghianati kia dan mencoba untuk menyakiti kia. Dia juga memanasi kia dengan ke*atian ibunda, dia juga bilang ke*atian ibunda tidak sepenuhnya kecelakaan bla bla bla.......” Jelas Azkia dengan wajah yang kembali datar.
Mereka yang mendengar penjelasan Azkia geram dan marah dengan apa yang Serena lakukan kepada Azkia. Bahkan karena tak tahan ayah Azkia mengeram marah dan membanting vas yang apa di dekatnya.
PRANK itu yang terdengar dari suara vas pecah.
“berani-beraninya dia menghianatimu bahkan senang atas ke*atian ibundamu” geram Ayah Azkia. Azkia yang melihat ayahnya marah berusaha menenangkannya.
“Ayah tenanglah kia ingin menyelesaikan masalah kia sendiri, jadi tolong percayalah sama kia” ucap Azkia mencoba meyakinkan ayahnya.
“Iya yah.. Biarkan Azkia menyelesaikan masalahnya sendiri Aditya percaya sama kia” saut Aditya membela keputusan Azkia.
“Ya sudah terserah kamu saja, yang penting jangan buat ayah khawatir” ucap ayah Azkia pasrah.
Setelah perbincangan itu pun Azkia segera melihat bagaimana kondisi Serena. Dia melihat Serena yang sedang tertawa lepas dengan kakaknya yang sedang membicarakan ke*atian ibu Azkia. Azkia yang melihat mereka masih bisa tertawa hanya memandang datar, tiada yang tau apa yang sedang di pikirkan gadis kecil itu.
“Rupanya kalian masih bisa tertawa, tak apa kita lihat apa kalian masih bisa tertawa setelah hari esok” batin Azkia dengan sedikit menyunggingkan smirknya.
__ADS_1
- TBC