Perjalanan Sang Mantan Psikolog

Perjalanan Sang Mantan Psikolog
Menjadi Kuat Bersama


__ADS_3

Azkia sangat tidak menyukai seseorang yang rendah diri, baginya lebih baik menjadi percaya diri dengan semua kemampuan yang dimiliki, dari pada menjadi rendah diri yang memandang rendah dirinya sendiri.


Melihat jingmi yang dianggap teman nya itu memiliki sikap rendah diri membuat hatinya dingin.


“orangku tidak akan pernah merendahkan dirinya hanya untuk sesuatu yang tidak berharga” gumam Azkia tegas.


Jingmi yang mendengarkan gumaman nonanya tertegun sesaat, kemudian matanya yang awalnya memiliki ekspresi tidak percaya diri memiliki beberapa emosi yang sulit di jelaskan.


“Pil obat berharga, tapi tidak akan seberharga orang yang selama ini selalu bersama ku” ucap Azkia datar namun kata-katanya lembut.


‘apa yang dikatakan nona benar, aku tidak seharusnya redah diri' batinnya dengan binar tegas di hatinya.


Saat Jingmi mengangkat matanya ia baru tersadar bahwa bukan dirinya saja yang terluka tapi nonanya bahkan memiliki lebih banyak luka dari pada dirinya. Dengan panik ia bangun dan dengan ekspresi khawatir ia membantu memapah tubuh nonanya.


“nona kamu terluka tapi masih bisa menghibur nubi, apa itu baik-baik saja?, nona perhatikan lukamu bahkan lebih banyak dari nubi” ucap jingmi tanpa jeda dengan khawatir.


“heh, ini bukan apa-apa. Bukankah saat di rumah Jendral Yan nonamu ini juga sering mendapatkan luka bahkan lebih parah dari ini, tidak masalah aku sudah terbiasa” ucap Azkia dengan nada mengejek.


Jingmi yang mendengar kata-katanya mengejek dari nonanya malah semakin merasa bersalah.


“nona, nubi tidak ingin nona terluka lagi, nubi ingin menjadi kuat agar bisa melindungi nona” ucap jingmi dengan tangan terkepal meninju ke atas tanda tekad. Azkia yang melihat tekad dimata jingmi hanya tersenyum tulus.


“baiklah, kita akan menjadi kuat bersama dan berjalan bersama menuju puncak dunia” jawab Azkia dengan senyum di sudut bibirnya dan tekad yang melonjak di matanya.

__ADS_1


“nona, nubi memang ingin kuat agar bisa melindungi nona, tapi puncak dunia itu bukankah hal yang mustahil?” ucap jingmi ragu. Keraguan jingmi tidak berdampak pada tekad Azkia.


‘Karena takdirku di sini maka aku akan melangkah bersama takdir menuju puncak kejayaan, dan melawan takdir bila menghalangi jalanku menuju kesuksesan' batinnya dengan dingin, sorot matanya memiliki ketegasan dan tekat dan sudut bibirnya memiliki seringai tipis.


Azkia mengabaikan keraguan jingmi dengan tekad yang membara dihatinya. Saat tersadar dari pikirannya ia melihat sekujur tubuhnya yang memiliki beberapa goresan luka, duduk di tanah ia mengambil botol porselen berisi air surgawi yang sudah di tambahkan dengan beberapa herbal untuk menambah khasiatnya.


Ia meneguk habis dan memasukkan botol porselen ke dalam lengan bajunya dan menaruhnya ke dalam ruang dimensi kembali.


Perasaan hangat mengalir dari tenggorokan di ikuti rasa gatal di area yang memiliki bekas sayatan, luka goresan yang awalnya mengeluarkan darah segar kini darah pada luka mengering diikuti kecepatan penyembuhan yang bisa dilihat dengan mata telanjang, membuat jingmi yang melihatnya hanya terbengong.


Ia belum pernah melihat obat yang memiliki kecepatan penyembuhan yang sangat cepat untuk orang biasa yang tidak memiliki kultivasi. Tersadar dari keterkejutan ia melihat nonanya dengan mata berbinar.


“obat apa yang nona gunakan?, nubi belum pernah melihat kecepatan penyembuhan yang luar biasa seperti ini” tanya jingmi dengan heran namun tidak bisa menyembunyikan binar matanya yang antusias.


"belakangan ini aku sering membuat obat herbal. tapi tidak tahu bagaimana khasiatnya jadi tidak memberitahu jiejie" ucapnya memberi alasan.


"nona seorang Alchemist?" tanya jingmi dengan nada heran tapi tidak bisa menyembunyikan binar dimatanya. yang dibalas anggukan ringan oleh Azkia.


"wah nona luar biasa, apa nona tau menjadi alchemist merupakan pekerjaan yang sangat di hormati" ucap jingmo dengan takjub saat membicarakan tentang alchemist.


"apa segitunya ya?" tanya Azkia heran. ia memang mengetahui bahkan seorang alchemist sangat dihormati di dunia ini tapi ia tidak menyangka akan semulia itu.


di dunia ini hukum rimba berlaku, yang kuat memangsa yang lemah. seorang alchemist memang tidak berkultivasi seperti kultivator pada umumnya, mereka akan menghabiskan sebagian waktunya untuk membuat pil terbaik.

__ADS_1


ada beberapa alchemist yang berkultivasi seperti kultivator pada umunnya, namun ada juga yang lebih memilih mengorbankan sebagian hidupnya untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya pada penyulingan pil.


kenapa alchemist lebih dihormati dibandingkan seorang kultivator yang memiliki kekuatan?, itu karena kultivasi seorang kultivator di bantu dengan pil yang disuling oleh seorang alchemist. pil juga bermanfaat bagi kultivator yang ingin menerobos ke level yang lebih tinggi, guna pil mampu mengurangi resiko kemacetan dan kegagalan dalam terobosan.


nilai guna yang tinggi di tambah sulitnya mencari seorang alchemist yang mampu menyuling pil menambah nilai keseganan seseorang kepada profesi ini.


'apa pemilik tubuh sebelumnya ditindas karena bukan seorang alchemis melainkan ahli racun?' batin Azkia heran.


"tuan, itu tidak ada hubungannya seorang alchemist lebih dihormati dibanding ahli racun. sebenarnya di luar sana ahli racun lebih disegani dan ditakuti karena jika menyinggung ahli racun harus siap menanggung akibatnya, seperti diracuni diam-diam. karena walau sudah bisa menebak siapa yang meracuninya tapi tidak ada yang mampu menanggung akibat dari menyinggung ahli racun sendiri.


biasanya seorang ahli racun yang lahir dari keluarga ahli racun sudah bersentuhan dengan racun sejak kecil, mereka yang dari kecil sudah dibiasakan untuk berinteraksi dengan racun akan memiliki sifat arogan namun mereka juga sangat berhati-hati. berbeda dengan mereka yang belajar racun dengan tujuan tertentu atau tumbuh di sebuah organisasi yang mendidik seorang ahli racun.


seseorang yang belajar racun hanya untuk perlindungan diri atau untuk mencari nafkah dan menganggap belajar racun hanya untuk keahlian bertahan hidup semata, berbeda dengan seorang ahli racun yang sudah hidup dengan racun semenjak kecil dan mengandalkan racun untuk bertahan hidup.


di buku juga tercatat ahli racun sendiri adalah seseorang yang mahir membuat racun dan penawarnya, tapi ada beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab malah menjadikan seorang ahli racun sebagai mesin pembunuh yang sangat efektif karena tidak akan meninggalkan jejak.


namun di hormati atau tidaknya adalah sebuah pilihan bukan bergantung pada apa keahliannya namun siapa yang memiliki keahlian untuk dihormati" suara foxi memenuhi pikiran Azkia. ia menjelaskan karena tahu tuannya bingung dengan sistem kasta di dunia ini.


Azkia yang mendengar penjelasan foxi hanya tersenyum getir.


"benar, bukannya tidak dihormati tapi hatimu yang terlalu lembut untuk disegani" gumam Azkia tersenyum lembut namun ada kesedihan di matanya, ia merasa sangat bersimpati pada pemilih tubuh sebelum nya.


'baiklah, karena aku sudah disini aku akan membuat mereka yang menyakitimu tahu apa arti menyinggung seorang ahli racun terbaik' batinnya dengan seringai disudut bibirnya.

__ADS_1


-TBC


__ADS_2