
"Rey bangun nak." Ucap Yunia membangunkan anaknya yang sedang tidur pulas ia pun duduk disamping ranjang miliknya anaknya sambil mengusap rambut anaknya yang terlihat sangat tidur pulas.
"Bangun Rey ini sudah pagi nanti kamu telat masuk sekolah." Ucap Yunia yang masih mengelus rambut anaknya.
"Hmm." Suara khas bangun tidur, Reyvano yang mulai terbangun.
"Bangun mandi lalu kebawah sarapan ya nak." Ucap Yunia beranjak pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Iya bun." Balas Reyvano yang masih memejamkan matanya.
Reyvano pun duduk di pinggir kasur untuk mengumpulkan nyawanya ia pun beranjak pergi menuju kamar mandi, setelah rapi dengan seragam sekolahnya Reyvano pun langsung kebawah untuk sarapan.
Tak lama kemudian Reyvano turun kebawah menuju meja makan ia duduk disebelah bundanya, ayah Reyvano pun memimpin doa mereka pun menikmati sarapannya, mereka pun selesai sarapan pagi.
"Rey gimana dikantor keadaan kantor makin berkembang?" Tanya Ryan yang sudah selesai sarapan.
"Berkembang yah."Jawab Reyvano.
Reyvano telah menjadi pemimpin diperusahaan milik ayahnya yang sudah dia bangun sejak kelas 1 sma sampai sekarang ia kelas 3 sma.
"Bagus kalo gitu." Ucap Ryan yang sedang memasang jas kantornya.
"Diminum dulu Rey." Ucap Yunia memberikan satu gelas susu putih.
Baru saja bunda Yunia memberikan satu gelas susu putih, Rafael langsung meminumnya dengan sekali legukan. Sedangkan bunda Yunia hanya mengeleng gelengkan kepalanya karna anaknya tidak berubah dari kecil cara meminum susu ala Reyvano.
"Pamit bun yah assalamualaikum." Ucap Reyvano beranjak dari duduk nya dan mencium kedua tangan orangtuanya.
"Waalaikumsalam hati hati nak." Ucap Yunia.
"Iya bun." Balas Reyvano.
~~~~~
keluarga Rendra kini sedang sarapan bersama, mereka pun selesai sarapan.
"Eitsss." Ucap Rafael bediri dan menarik tas adiknya dari belakang membuat adiknya mundur kembali kebelakang.
"Apasi kak aku lagi buru buru." Balas Azara berbalik menghadap kakaknya dengan wajah sedikit kesal.
"Kakak anterin." Ucap Rafael mengambil kunci mobil dimeja makan.
"Tapi kak aku buru buru lagian aku juga udah pesen taksi udah ditunggu juga sama abangnya jadi aku duluan kak, assalamualaikum." Ucap Azara mencium kedua tangan orangtuanya dengan sedikit tergesa gesa dan berjalan cepat keluar rumah, Rafael pun pamit kepada orangtuanya untuk menyusul adiknya yang sedang terburu buru.
"Assalamualaikum." Ucap Rafael mencium kedua tangan orangtuanya, lalu ia menyusul adiknya dengan cepat.
"Waalaikumsalam." Balas Rendra dan Zira, mereka hanya tersenyum melihat kelakuan kakak adik yang selalu membuat mereka geleng geleng kepala.
"Kakak anterin." Ucap Rafael yang sudah berada dibelakang Azara, ia pun menarik tas Azara kebelakang sehingga membuat adiknya mundur mengikuti langkah kakaknya berjalan mundur.
"Ttata tapi kak." Balas Azara dengan terbata bata karena kakaknya menariknya tas kebelakang dan membuat Azara berjalan mundur mengikuti langkah kakaknya, hingga adiknya masuk kedalam mobil milik kakaknya.
Sedang Rafael ia belum masuk ia menemui taksi yang dipesan Azara.
"Maaf mas saya kensel takisnya dan ini uang buat mas." Ucap Rafael memberikan uang 1 lembar warna merah kepada mas taksi yang dipesan adiknya sebagai minta maaf karna telah mengkensel.
"Yaudah mas tidak apa apa, makasih ya mas." Balas taksi yang dipesan Azara, taksi yang dipesan Azara pun meninggalkan rumah Rendra dan mencari penumpang lain.
Rafael hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan, Rafael pun kembali ke mobil dan masuk kedalam mobil miliknya.
Rafael yang melihat adiknya cemberut hanya mendiamkannya, Rafael memilih menyalakan mobil miliknya dengan kecepatan tinggi karna sekolah mereka berbeda arah.
"Kak Rafael pelan pelan bawa mobilnya." Teriak Azara dengan rasa takut karna kakaknya tidak main main meninggikan kecepatan mobilnya, tak lama kemudian pun Rafael berhenti di gerbang sekolah milik Azara tepat didepan tembong dengan nama tulisan SMA GARUDA.
"Ya allah kak bikin Azara jantungan." Ucap Azara ia pun mengelus gelus dadanya karna ia sangat takut dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Cepetkan." Ucap Rafael tanpa rasa bersalah bahkan ia pun masih bisa tersenyum lebar ketika adiknya setengah mati ketakutan dengan kecepatan tinggi.
"Kak kalo kakak mau mati mati aja sendiri jangan bawa bawa Azara." Ucap Azara dengan nada sedikit tinggi dan menatap kakaknya yang berada disamping ia tak tau lagi harus bagaimana menghadapi kakaknya sendiri.
"Maaf, katanya tadi buru buru." Ballas Rafael dengan senyuman tanpa dosa.
"Azara maafin kakak tapi awas aja kalo kakak bawa mobilnya kaya tadi aku gak akan maafin kakak." Tegas Azara supaya kakaknya tidak membawa mobil dengan kecepatan tinggi karna bahaya untuk kakaknya sendiri.
"Gak bakal lagi." Balas Rafael mengusap kerudung adiknya yang sudah hampir membuat adiknya jantungan karna kelakuan dirinya sendiri.
"Yaudah kak Azara pamit assalamualaikum." Ucap Azara pergi setelah mencium tangan kakaknya.
"Waalaikumsalam." Balas Rafael setelah Azara masuk gerbang Rafael pun menyalakan gas mobil miliknya dengan kecepatan sedang ia pun pergi menuju sekolahan SMK BIMA SAKTI sekolah yang ia tempati.
~~~~~
Azara pun langsung masuk kelas karna ada hal yang belum ia kerjakan ia pun menghampiri teman temannya yang sudah ada didalam kelas 2 ipa dan ips, didalam kelas hanya ada teman Azara yaitu Rara, Winda, Alviya, Gesi, Viona.
"Assalamualaikum." Ucap Azara yang baru saja ikut bergabung bersama mereka.
"Waalaikumsalam." Balas mereka bersamaan dan menoleh kearah suara.
"Azara kangen banget tau aku." Teriak Rara berjalan menuju Azara dan langsung memeluk Azara dengan dadakan.
"Uhhh gue kangen banget sama kamu Azara." Balas Viona berjalan menuju Azara dan diikuti oleh Alviya, Gesi dan Winda.
"Gue juga Ra." Balas Alviya.
"Sama gue juga." Balas gesi.
"Gue pengen ikutan." Balas winda, mereka pun berpelukan bersama sama dan melepaskan rasa rindu dan kangen karna mereka tidak bertemu satu hari.
"Udah udah pelukannya Azara gak bisa nafas." Ucap Azara ia tidak bisa bernafas karna mereka memeluknya dengan erat, mereka pun melepaskan pelukannya ketika mendengar ucapan Azara yang gak bisa nafas.
"Za lho mau ke ruang UKS gak biar gue aja yang anterin gue takut lho kenapa napa?" Tanya Viona dengan wajah panik dan khawatir.
"Za kamu mau pingsan Za kamu kenapa Za?" Tanya Gesi takut temannya kenapa napa.
"Kalo mau pingsan sini Za biar aku yang gendong kamu?" Tanya Alviya yang sudah siap siaga mengendong Azara namun ucapan Winda membuat Alviya tidak jadi mengendong Azara.
"Ehk ehk Viya lho mau ngapain Azara gak kenapa napa Azara gak bisa nafas itu karna kalian meluknya kekencenggan makanya Azara gak bisa nafas makanya kalo meluk itu jangan kaya lulut yang susah dilepas kalo udah ketemu." Jawab Winda dengan sendikit emosi ia tak habis pikir dengan temannya, kenapa ia harus mempunyai teman seperti mereka lama lama ia pun bisa masuk RSJ gara gara temannya sendiri yang sangat lemot dan membuatnya emosi.
"Udah Win kita harus sabar ngadepin mereka itung itung lagi jadi babysuster." Ucap Azara untuk menenangkan Winda yang sudah terbawa emosi karna kelakuan temannya sendiri.
"Sorry gue kan khawatir Azara kenapa napa." Balas alviya dengan wajah cengar cengir.
"kan Azara ngomongnya gak bisa nafas jadi otak gue langsung aneh aneh maka dari itu gue takut Azara kenapa napa." Balas Rara.
"Iya tuh bener kata Rara kan kita takut Azara kenapa napa." Balas Gesi.
"Iya tuh betul kali kalian ini gue juga kalo udah denger omongan ke gitu pikiran buruk gue melintas." Balas Viona dengan ekspresi wajah kelemotannya.
"Ema lho pada ngidam apaan pas hamil anaknya pada lemot banget ke gini." Ucap Winda frustasi dengan kelakuan teman temannya.
"Udah Win yang sabar aja lama kelamaan juga mereka pasti hilang pola pikir lemot mereka." Balas Azara menepuk bahu Winda supaya tidak terbawa emosi.
"Untung ada kamu Za yang selalu memberikan motivasi buat gue untuk selalu sabar dan sabar." Ucap Winda dengan senyuman, karna ia masih punya teman yang selalu memberinya motivasi untuk menghadapi teman temannya yang sangat lemot dan bodoh.
Setelah menenangkan Winda, Azara pun bertanya pada Viona, karna ia baru ingat jika ia belum mengejarkan pr B. Indonesia.
" Vio buku aku ada di kamu kan, kemarin aku mau ambil buku tapi aku lupa." Tanya Azara pada Viona yang berada disampingnya.
"Tenang Za aku bawa ko maaf juga aku gak balikin kerumah kamu soalnya aku juga lupa hehe." Balas Viona lalu mengambil buku b. Indonesia dari tas miliknya dan memberikan buku b.Indonesia kepada Azara.
"Iya gapapa Vio santay aja, yaudah aku mau ngerjain pr dulu bye." Balas Azara meninggalkan temannya dan duduk ditempat duduknya.
__ADS_1
"Mau gue bantuin gak Za?" Tanya Gesi dan ikut duduk disamping Azara.
"Gak usah Gesi makasih udah mau bantuin tapi ini juga tugasnya cuman 2 soal terus semua jawabannya ada dibuku semua." Balas Azara yang sedang mengerjakan pr dengan fokus.
"Oke kalo gitu semangat, jangan lama lama ngerjainnya tugasnya nanti keburu masuk udah jam segini nih." Ucap Gesi memperlihatkan jam tangan miliknya pada Azara yang menunjukan pukul 07:15.
"Siap Gesi." Balas Azara dengan senyuman yang masih fokus mengerjakan pr.
Teman teman Azara pun menemani Azara mengerjakan pr yang belum ia selesaikan, sedangkan Gesi, Alviya, Viona, Winda, Rara mereka pun berbincang bincang dan saling bertukar cerita membuat mereka tertawa bersama sama.
"Alhamdulillah selesai juga." Ucap Azara yang sudah selesai mengerjakan prnya dengan tuntas.
Selesai Azara mengerjakan pr nya tidak lama kemudian Ibu Rani yang sebagai guru B. Indonesia pun datang ke kelas 2 ipa dan ips.
"Assalamualaikum." Ucap Ibu Rani masuk kedalam kelas 2 ipa dan ips.
"Waalaikumsalam warahmatullah hiwabarakatuh." Balas murid kelas 2 ipa dan ips mereka pun berdoa sebelum belajar dan membaca surat surat pendek.
Mereka pun belajar dengan tenang dan waktu bel istirahat pun berbunyi, semua murid SMA GARUDA pun keluar berhamburan menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah memanggil manggail ketika jam pelajaran masuk.
"Besty kekanti yuk laper nih." Ucap Alviya karna perutnya sudah berbunyi waktu masih pelajaran.
"Yuk ahk gas lapar juga nih." Balas Viona sama persis seperti Alviya yang sudah lapar sejak Jam pelajaran.
"Sama nih gue juga." Balas Gesi yang masih masukan buku pelajarannya kedalam tas.
"Tunggu gue mau foto dulu bentar mumpung gue lagi gak mati gaya nih." Balas Rara yang sibuk mengambil foto dengan bermacam gaya.
"Lho mah Ra, cukup foto foto aja udah kenyang kayanya." Ejek Winda tanpa izin ia pun langsung mengambil hp milik Rara dan ia pun berfoto dan berpose dihp Rara.
"Win lho mah gue ikutan." Balas Rara dan ikut berpose bersama Rara.
"Nanti diterusin foto fotonya sekarang kekantin laper." Ucap Azara mengajak teman teman kekantin.
"Iya nih Rara Winda udah tau mau kekantin malah foto foto emangnya dengan berfoto makanan bakal ada." Ucap Alviya sambil berkacak pinggang dihadapan Rara dan Winda yang masih mengambil berfoto foto.
"Biasalah pap buat ayang dulu dikarenakan beda sekolah." Ledek Gesi dan tertawa.
"Pap buat ayang, ayang aja kaga punya." Ledek Alviya kepada Rara dan Winda.
"Kalo ke gini terus kapan ke kantin nya yang ada nanti keburu penuh tempat duduk nanti gak kebagian lagi." Ucap Viona yang sudah mulai kesal karna ia sudah lapar, alamr perutnya sudah berbunyi dari tadi.
"Yaudah yuk kita ke kantin bener kata Vio nanti kita gak kebagian duduk lagi." Balas Azara.
Mereka pun berjalan menuju kantin dan memesan makanan yang mereka inginkan, setelah selesai makan dikantin mereka pun kembali ke kelas karna waktu bel istirahat sudah hampir habis.
Semua murid SMA GARUDA pun masuk kekelas masing masing karna bunyi bel istirahat sudah habis dan berlanjut mengerjakan pelajaran selanjutnya.
Pukul 15:25 bel pulang berbunyi semua kelas disiapkan dan dipulangkan.
"Za kamu pulang naik apa?" Tanya Alviya yang sedang menunggu supirnya didepan gerbang sekolah.
"Taksi Viya palingan bentar lagi datang kok." Jawab Azara yang sedang menunggu taksi yang ia pesan.
Sedangkan Gesi, Viona, Rara, Winda sudah pulang karena sudah dijemput oleh supirnya masing masing, tidak lama kemudian supir Alviya pun datang menjemput Alviya.
"Mending bareng aku Za dari pada nunggu taksi nanti lama." Ucap Alviya meminta Azara untuk ikut pulang bersamanya karna ia takut kelamaan menunggu taksi.
"Itu udah dateng taksi yang aku pesen." Ucap Azara karna taksi yang ia pesan sudah berada dihadapannya.
"Yaudah kalo gitu gue duluan yah assalamualaikum." Balas Alviya melambaikan tangannya.
"wa'alaikumsalam." Balas Azara tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Alviya yang sudah masuk kedalam mobil.
Azara pun masuk ke dalam taksi yang ia pesan tadi.
__ADS_1