
Kini dikediaman Reyvano Albiyano mereka sedang bersiap siap untuk pergi kerumah Rendra karena waktunya sudah pas untuk berangkat, dan kini mereka semua sedang berada diruang tamu.
"Ayo Rey, Bun." Ucap Ryan yang sudah rapih dengan baju batik couple bersama Bunda Yunia diruang tamu.
"Iya, Yah." Balas Bunda Yunia yang baru saja keluar kamar karena ada sesuatu yang tertinggal.
"Gimana Rey kamu sudah siap?" Tanya Ryan menatap Putra semata wayangnya yang sudah rapih dengan jas hitamnya.
"Insyaallah Rey siap." Jawab Reyvano sambil mengkancingkan jas hitamnya.
"Anak kita hari ini terlihat sangat tampan, Yah." Ucap Yunia tersenyum, menghampiri anaknya dan merapihkan dasi hitamnya.
"Anak siapa dulu dong." Balas Ryan dengan bangga.
"Anak Bunda." Ucap Yunia tersenyum menatap anaknya.
"Sudah jam segini ayo berangkat." Balas Ryan sambil melihat jam tangan miliknya yang sudah menunjukan pukul 08:16.
"Ayo, Yah." Ucap Yunia yang sudah siap Berangkat.
"Yuk." Balas Ryan sambil mengandeng tangan istrinya, namun Bunda Yunia melepaskan gandengan tangan itu, membuat Ryan menarik turunkan alisnya seolah bertanya kenapa?.
"Kok dilepas, Bun." Ucap Ryan menatap istrinya karena gandengan tangannya dilepas oleh istrinya.
"Bunda, mau gandeng anak tunggal Bunda supaya anak Bunda ini gak gugup nanti ." Balas Bunda Yunia sambil mengandeng tangan putranya.
"Yaudah terserah Bunda asalkan Bunda bahagia." Ucap Ryan menghembuskan nafasnya kasar karena bisa bisanya istrinya sendiri menolak gandengan tangan suaminya sendiri.
"Yaudah berangkat." Balas Yunia mengandeng tangan putranya berjalan menuju pintu depan diikuti Ryan dibelakangnya mereka.
~~~~~
"Ayo semuanya berangkat sekarang." Ucap Rendra setelah rapih dengan pakaian batiknya.
"Semoga semua lancar,dan dimudahkan oleh allah swt...amin." Ucap Kakek Rio yang sudah siap dan memakai baju batik.
"Amin...." Balas mereka bersamaan.
"Nenek bahagia sekali tinggal menunggu beberapa jam lagi cucu Nenek akan menikah." Balas Nenek Rania yang sedari tadi tersenyum bahagia.
"Sebaiknya kita berangkat sekarang waktunya sudah pas juga." Ucap Rendra sambil melihat jam tangan miliknya.
Mereka pun berangkat mengunakan mobil bersama sama menuju masjid yang tidak jauh dari rumah Rendra.
__ADS_1
Setelah menempuh beberapa menit keluarga Rendra sampai dimasjid bersamaan penghulu yang baru saja sampai, tidak lama kemudian mobil Ryan sampai ditempat izab qobul, setelah memarkirkan mobil mereka langsung menghampiri keluarga Rendra yang sedang berbincang dengan penghulu.
"Assalamu'alaikum." Ucap keluarga Ryan bersamaan.
"Waalaikumsalam." Balas keluarga Rendra dengan penghulu.
"Yaudah pak bu, saya masuk dulu Assalamu'alaikum." Ucap penghulu sebelum masuk kedalam masjid.
"Waalaikumsalam." Balas Mereka bersamaan.
"Masyaallah, Ganteng sekali menantuku ini, Ren." Ucap Nenek Rania tersenyum menghampiri Reyvano.
"Makasih Nek." Balas Reyvano sambil mencium punggung tangan Nenek Rania.
"Nenek jadi sudah tidak sabar ingin segera menjadi menantu Nenek, sudah tampan sopan pula." Ucap Nenek Rania tersenyum.
Lalu Reyvano menghampiri Kakek dan kedua orangtua Azara dan mencium punggung tangan mereka.
"Tampan sekali putramu Yun." Ucap Zira saat Reyvano mencium punggung tangannya.
"Bisa saja kamu ini jeng." Balas Yunia di iringi senyuman.
"Kakek percaya kau pasti bisa menjaga cucu putri Kakek." Ucap Kakek Rio sambil menepuk pundak Reyvano.
"Yaudah sebaiknya mari kita masuk sebentar lagi izab qobulnya." Ucap Rendra sambil melihat jam tangannya.
Mereka pun masuk kedalam masjid yang sudah disiapkan meja berukuran sedang, Reyvano duduk berhadapan dengan Rendra.
"Bisa dimulai sekarang?" Tanya penghulu menatap Reyvano dan Rendra bergantian.
"Bisa pak." Jawab Rendra.
"Silahkan untuk berjabat tangannya." Ucap Penghulu meminta Rendra dan Reyvano untuk berjabat tangan.
Dengan perasan gugup Reyvano berjabat tangan dengan Rendra, sebelum Ia memulai izab qobul Reyvano terus menghembuskan nafasnya supaya lebih rileks dan tetap fokus dengan izab qobulnya.
Rendra pun mulai mengucapkannya"Saya nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu. Puteriku Azara Zurfiyah putri dengan uang tunai 100 M dibayar T U N A I." Ucap Rendra.
Kini giliran Reyvano yang akan menjawabnya"Saya terima nikah dan kawinnya. Azara Zulfiyah putri binti Rendra Rahandra dengan mahar tersebut dibayar T U N A I." Balas Reyvano bernafas lega setelah mengucapkan izab qobulnnya.
"Para saksi sah?" Tanya penghulu.
"SAHHH." Jawab para saksi, dengan bahagia dan bersyukur alhamdulilah. karena semuanya lancar tanpa ada halangan apapun termasuk Rafael Ia sangat bersyukur pernikahannya berjalan dengan lancar.
__ADS_1
Setelah mengucapkan izab qobul Reyvano menghampiri kedua orangtuanya dan mertuanya dan mencium punggung tangan mereka dan terakhir diKakek Rio dan Nenek Rania.
"Bunda, titip Azara ya nak." Ucap Bunda Zira dan memeluk menantunya.
"Iya, tan." Balas Reyvano.
"Panggil aja Bunda." Ucap Bunda Zira melepaskan pelukannya.
"Iya Bun." Balas Reyvano sedikit kaku.
"Nenek juga titip cucu Nenek, dia cucu putri Nenek satu satunya jadi Nenek minta tolong jaga dia dengan baik baik ya, Nenek percaya kamu bisa jagain cucu Nenek." Ucap Nenek Rania menangis terharu bahagia.
"Iya Nek." Balas Reyvano
Dihari inilah keluarga Rendra dan Keluarga Ryan saling melempar senyum bahagia, karena pernikahan anak mereka yang sudah sah dimata negara dan agama, membuat mereka bahagia.
Setelah semuanya selesai mereka pun pergi kerumah Rendra untuk makan bersama, tidak butuh waktu lama mereka pun sampai dikediaman Rendra.
"Selamat datang bapak ibu." Ucap Satpam dirumah Rendra.
Mereka pun membalasnya dengan anggukan dan senyuman.
Kini mereka berada dimeja makan yang sudah dipenuhi masakan yang sangat banyak yang sudah disiapkan dan dikhususkan untuk besan dan menantunya.
"Ayo silahkan duduk, kita makan makan." Ucap Bunda Zira mempersilahkan besan dan menantunya duduk.
" sebagai perayaan pernikahan anak kita ya walaupun cuma makan makan." Ucap Rendra di iringi senyuman kecil, walau sebenar Ia ingin merayakan pernikahan anaknya dengan mewah seperti di gedung gedung yang mewah tapi karena ini keinginan dari mempelai pria Ia pun mengadakan makan makan dirumahnya.
"Tidak masalah yang terpenting pernikahan anak kita sekarang sudah sah dimata agama dan negara." Balas Ryan.
"Kau benar bro." Ucap Rendra.
"Sudah sudah marilah kita makan dulu, setelah makan baru kita lanjut bicara lagi." Ucap Nenek Rania.
"Silahkan Kek pimpin doa." Balas Zira.
"Bismillahirrahmanirrahim allahhumabariklana fimarojaktana wakinaadabanar." Ucap Kakek Rio, Setelah selesai berdoa mereka pun makan bersama sama.
"Kenapa tidak dimakan Nak apa kau tidak suka dengan masakannya?" Tanya Nenek Rania, karena Reyvano hanya menatap makanan yang berada dihadapannya.
"Tidak Nek, Rey suka." Jawab Reyvano, Ia pun mulai memasukan makanannya Kedalam mulut.
"Zira, sebaiknya tambahkan sayurnya untuk cucu baru ku ini." Ucap Nenek Rania karena sayur yang di piring Reyvano sangat sedikit.
__ADS_1
"Iya Nek." Balas Zira lalu menambahkan sayur dipiring Reyvano, sedangkan Reyvano hanya diam saat Bunda Zira menambahkan sayur di piring Reyvano.