
"Baguslah jadi lho gak usah nyari nyari jodoh." Ucap Dirta dengan lantang.
"Gue yakin kok lho pasti bisa." Ucap nya lagi sambil menepuk pundak Reyvano.
"Gue serahin semuanya sama yang diatas." Balas Reyvano dengan pandangan yang masih menatap kedepan.
"Bagus gue suka cara lho." Ucap Dirta tersenyum.
"Pas nanti lho nikah gue sama yang lain ikut kan ke acara nikahan lho?" Tanya Dirta, karena Ia ingin menjadi saksi pernikahan sahabatnya.
"Gak cuman keluarga." Jawab Reyvano.
"Ouh keluarga doang." Ucap Dirta padahal Ia ingin menjadi saksi pernikahan sahabatnya.
"Lho udah kasih tau yang lain?" Tanya Dirta.
"Belum." Jawab Reyvano mengeleng kepalanya.
"Apa gue yang ngasih tau ke mereka?" Tanya Dirta.
"Gak usah." Jawab Reyvano.
"Oke." Ucap Dirta.
"Gue duluan Rey." Ucap Dirta beranjak dari duduknya lalu berjalan kebawah untuk menyusul teman temannya.
Sedangkan Reyvano ia masih berada ditempat yang sedari tadi ia tempati bahkan tidak bergeser sedikit pun dari tempat itu.
setelah ia merasa tenang dengan pikirannya ia pun menyusul Dirta dan teman temannya.
~~~~~
"Ehmmm emang ya, kalo somay Bi Marni enaknya kelewatan." Ucap Rara melahap somay yang berada dihadapannya.
"Bener banget apalagi bumbu kacang beuh." Balas Viona sambil mengaduk ngaduk somay dengan bumbu kacang.
"Bakso nih senggol dong." Ucap Winda diikuti Alviya dibelakangnya, Winda pun duduk disebelah Azara, dan bergabung bersama mereka dengan 2 mangkok yang dibawanya.
"Za pesanannya." Ucap Winda memberikan 1 mangkok bakso kepada Azara.
"Enak Za beuh apalagi gue yang ngebumbuinnya." Ucap Alviya bangga dengan alis diangkat keatas, memang benar Alviya yang membumbui bakso mereka tapi rasa belum diketahui karna mereka belum mencicipi baksonya.
"Makasih Winda, oh yah enak gak nih." Ucap Azara dengan tersenyum sambil mengaduk ngaduk bakso miliknya dan melahapnya.
"Gimana Za enakkan?" Tanya Alviya menautkan kedua alisnya.
"Hmmm." Jawab Azara yang sedang merasakan sensasi rasa kuah baksonya.
"Enak banget Viya." Ucap Azara memberikan dua jempol kepada Alviya, Karena bumbu kuah baksonya sangat pas dan beuh enak.
"Misi misi anak sultan lewat." Ucap Gesi dengan pede dan ikuti Viona dibelakangnya yang baru saja sampai dikantin setelah mereka selesai ke toilet.
"Anak sultan tukang gali." Balas Rara yang masih mengunyah somaynya didalam mulutnya.
"Gali emas anjirrr." Ucap Gesi tertawa diikuti bersama teman temannya.
__ADS_1
"Udah dulu ketawa nanti keselek lagi." Ucap Azara supaya mereka berhenti tertawa, jika mereka tertawa terus bisa bisa mereka keselek.
"Selamat makan para bidadari cantik." Ucap Nano didepan kantin, dengan senyuman lebar yang mampu membuat para gadis mabuk kepayang.
Saat mendengar ucapan Nano semua penghuni kantin menoleh kearah suara termasuk sahabat Azara yang merasa terganggu, apalagi gadis yang ngefans padanya membuat mereka berteriak histeris dan menghampiri Nano.
Namun berbeda dengan sahabat Azara mereka malah merasa terusik dan tidak suka dengan kehadiran Nano karena menganggu suasana mereka.
"Sumpah sih gue udah gak nyaman banget disini." Ucap Gesi mengebrak meja kesal apalagi mendengar teriakkan teriakan fans Nano.
"Astagfirullah." Ucap mereka semua kaget karena Gesi mengebrak meja kasar.
"Sorry." Balas Gesi cengegesan dengan dua jari diangkat keatas.
"Untuk gue sabar." Ucap Alviya mengelus elus dadanya merasa kesal dengan sahabatnya yang satu ini.
"Untung lho sahabat gue." Ucap Rara menangkup wajah Gesi dan mengelus elus pipinya lalu mencubitnya sambil tersenyum kesal.
"Sakitt Ra." Balas Rara menepis tangan Rara lalu mengusap usap pipinya bekas cubitan Rara.
"Perbanyak istighfar kawan." Balas Viona menepuk bahu Winda yang berada disebelahnya, namun Winda ia masih anteng dengan bakso miliknya walaupun bakso hampir saja jatuh karena Gesi.
"Gesi kebiasaan." Ucap Azara kesal karena Gesi mengejutkannya hampir saja air yang diminum Azara tumpah.
"Maaf Za." Balas Gesi di iringin dengan cengegesan.
"Lain kali jangan begitu ya." Ucap Rara meniru sound tiktok dengan kedua tangan bersedekap didepan dada dan menatap Gesi yang masih cengegesan sambil mengaruk kepala yang tidak gatal.
"Ke kelas ayo disini berisik udah kenyang juga nih perut." Ucap Widya mengelus elus perut yang sudah terisi.
"Ayo sebentar lagi juga mau masuk nih." Balas Azara melihat jam ditangan dan memperlihatkan nu kepada mereka.
"Pelan pelan aja kali makan baksonya, kita tungguin juga kok." Ucap Viona setelah meneguk jus alpukat yang ia pesan.
"Tau lho kalo makan itu pelan pelan keselek baru nyesel." Balas Rara memegang bahu Alviya.
"Si paling lama makan nih." Ucap Gesi yang sedang melahap roti rasa coklat dan duduk disamping Alviya.
"Minum minum minum." Ucap Alviya karena ia sudah kepedesan.
"Nihhhh." Balas Gesi memberikan jus coklat miliknya yang belum ia minum karena giginya sedang tidak berpihak kepadanya tepatnya lagi sakit gigi.
"Thanks." Ucap Alviya setelah meneguk jus, ia mengambil permen dari dalam sakunya.
"Ayo ke kelas." Ucap Alviya Beranjak dari tempat duduknya, dengan permen dimulutnya.
"Yooo." Balas Rara berjalan lebih dulu diikuti teman temannya dibelakangnya.
Mereka pun pergi menuju kelasnya,setelah melewati beberapa kelas mereka pun sampai dikelasnya.
Mereka pun kembali melanjutkan pelajaran selanjutnya.
~~~~~
"Oke anak anak sampai sini saja materi kali ini, assalamualaikum." Ucap Ibu Gisa lalu pamit pergi meninggalkan kelas 2 ipa & ips.
__ADS_1
"Waalaikumsalam wr. Wb." Balas siswa siswi, yang sudah siap meninggalkan kelas mereka dan bersemangat untuk pulang.
~~~~~
"Berangkat." Ucap Nano yang sudah siap melakukan motornya.
"Lets go." Balas Renal disamping Nano.
"Gue langsung pulang." Ucap Reyvano yang sedang berada diatas motornya.
"Gak mampir kabascam dulu Rey?" Ucap Fenki memakai jaket yang berlogo ELLAZERS.
"Gak." Balas Reyvano memakai helm full face.
"Gue duluan." Ucap Reyvano lalu melajukan motornya dan meninggalkan area parkiran sekolah.
"Tuh bocah sibuk amat ya." Ucap Nano menatap punggung Reyvano yang sudah tidak terlihat.
"Iya tuh paketu udah sibuk banget sekarang." Balas Renal.
"Mungkin Rey lagi sibuk sibuk nya." Balas Dirta karena Ia tahu mungkin Reyvano akhir akhir ini sibuk karena lagi urusin soal pernikahannya.
"Iya sih kayanya." Ucap Nano.
"Yaudah yuk gays berangkat." Ucap Ergio melajukan motornya lebih dulu.
~~~~~
"Assalamualaikum." Bersamaan dengan Rafael dan Azara yang baru saja sampai dirumahnya bersama kakaknya dan menghampiri Bundanya lalu mencium punggung tangannya.
"Wa'alaikumsalam." Balas Bunda Zira, diruang tamu.
"Azara keatas dulu Bunda." Ucap Azara berjalan keatas tangga menuju kamarnya diikuti Rafael di belakangnya.
Bunda Zira membalas dengan senyuman dan anggukan ia melihat kedua anak kelelahan.
~~~~~
"Akhirnya bisa rebahan juga." Ucap Azara setelah melepaskan tas ransel dan merebahkan badannya dikasur empuk miliknya.
"Lengket banget badan Aza mandi dulu ahk biar seger." Ucap nya lagi lalu beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah beberapa menit Azara selesai dengan ritual mandinya.
"Uh seger banget badan Aza." Ucap Azara mengeringkan rambutnya dan berjalan menuju meja rias.
Setelah selesai mengeringkan rambutnya lalu ia mencari baju tidur di lemari nya, setelah menemukan baju tidur yang ia cari ia pun langsung pergi keruang ganti.
Beberapa menit kemudian Azara pun keluar dari ruang ganti yang sudah memakai baju tidur.
"Rebahan dulu ahk." Ucap Azara yang sudah berada dihadapan kasur empuknya Ia pun langsung menghempaskan tubuhnya dikasur empuknya sambil berguling kesana kemari.
Saat mendengar Adzan ashar Azara pun bangun dan pergi mengambil wudhu dan melaksanakan salat ashar.
"Assalamualaikum wr.Wb."
__ADS_1
"Assalamualaikum Wr.Wb."
Setelah Azara berzikir dan berdoa, Ia pun melipat kembali sejadah dan mukena.