
"Nenek." Ucap Azara kembali memeluk Nenek Rania dengan erat diirngi senyuman lebar di bibirnya.
"Nenek sayang banget sama cucu cantik ini." Balas Nenek Rania mengusap punggung Azara dengan senyuman.
"Kakek Nenek nginepkan?" Tanya Azara melepaskan pelukannya dan melirik Kakek dan Nenek dengan penuhan harapan jika mereka akan menginap dirumahnya.
"Iya Kakek sama Nenek nginep." Jawab Nenek tersenyum sambil merangkul pundak cucunya.
"Azara seneng banget." Ucap Azara bersandar di bahu Neneknya senang.
"Nenek juga seneng." Balas Nenek Rania senang sambil menepuk nepuk pundak cucunya.
"Nenek udah makan?" Tanya Azara yang sudah duduk disamping Nenek Rania.
"Nenek belum laper sayang Nenek mau istirahat." Jawab Nenek Rania tersenyum, karena merasa lelah Nenek Rania pun ingin beristirahat karena perjalanan yang mereka tempuh sangat jauh.
"Ayo Nek Aza anter kekamar" Ucap Azara mengandeng tangan Nenek yang sedang berada disampingnya.
"Ayo." Balas Nenek Rania beranjak dari kursi berjalan menuju kamar untuk beristirahat.
Azara pun mengantarkan Neneknya kekamar untuk beristirahat.
Sedangkan diruang tamu Kakek dan Bunda Zira berbincang bincang.
"Assalamualaikum." Ucap Rendra bersama Rafael yang baru saja pulang.
"Wa'alaikumsalam." Balas Kakek dan Bunda Zira dari ruang tamu yang sedang berbincang bincang.
"Nenek gak ikut?" Tanya Rendra lalu mencium punggung tangan Kakek Rio.
"Lagi istirahat dikamar." Jawab Kakek Rio lalu menyeruput teh manis yang sudah hangat.
"Kakek, kakek kapan kesini? Tanya Rafael dan mencium punggung tangan Kakek Rio.
"Tadi siang." Jawab Kakek Rio.
"Rafael keatas dulu kek mau mau mandi." Ucap Rafael pergi menuju kamarnya karena sudah tidak tahan lagi dengan rasa gerah di badan nya.
Dan kini diruang tamu hanya ada Kakek Rio, Rendra dan Bunda Zira.
"Kakek sudah tidak sabar melihat Cucu Kakek menikah." Ucap Kakek Rio tersenyum Ia sudah tidak sabar lagi melihat cucunya menikah.
"Kakek doakan saja semoga besok lancar." Balas Bunda Zira.
"Kakek selalu berdoa agar semua dimudahkan dan dilancarkan." Ucap Kakek Rio.
"Amin." Balas Bunda Zira dan Ayah Rendra tersenyum.
~~~~~
Kini anak anak ELLAZERS sudah sampai di panti asuhan yang mereka tuju.
"Assalamualaikum." Ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam." Balas seseorang.
"Silahkan masuk Nak." Ucap Seseorang tadi mempersilahkan mereka masuk kedalam.
mereka membalasnya dengan anggukan, mereka pun masuk kedalam panti asuhan dan duduk dikursi yang sudah disediakan.
"Maksud kedatangan kami kesini kami ingin menyumbangkan ini." Ucap Fenki memberikan amplop yang berisi uang 20 juta kepada Pengurus panti asuhan.
"Terima kasih Nak sungguh mulia sekali hati mu Nak semoga allah swt. membalasnya." Balas Pengurus panti asuhan tersenyum dan menerima amplop yang di berikan Fenki.
"Aminnn." Ucap mereka bersamaan.
Setelah mereka memberikan uang kepada pengurus panti asuhan mereka menemui anak anak panti asuhan yang sedang bersiap siap pergi mengaji dimusola dekat panti asuhan.
"Assalamualaikum adek adek." Ucap Nano tersenyum yang sedang berada disamping anak anak panti asuhan yang sedang berjalan menuju musola.
"Wa'alaikumsalam." Balas anak anak panti asuhan yang sedang berjalan menuju musola.
Diikuti Renal, Ergio, Fenki dan Kenzi dibelakangnya.
Kini mereka sudah sampai dimusola bersama anak anak panti asuhan, mereka pun langsung berwudhu dan melaksanakan salat Ashar berjamaah, mereka pun melaksanakan salat Ashar berjamaah bersama anak anak panti asuhan.
"Assalamualaikum wr.wb."
"Assalamualaikum wr.wb."
Setelah selesai melaksanakan salat Ashar mereka mengajar ngaji anak anak panti asuhan.
~~~~~
"Wa'alaikumsalam belum paling sebentar lagi Rey." Jawab Bunda Yunia yang sedang memainkan ponselnya.
"Rey besok kamu menikah." Ucap Bunda Yunia tersenyum menatap anak tunggal disampingnya.
"Jadi Bunda minta kamu jagain istri kamu meskipun kamu belum cinta dan sayang tapi Bunda yakin cinta akan datang dengan sendirinya dan seiring berjalannya waktu." Ucap Bunda Yunia memegang pundak Reyvano, yang sedang menatap Bundanya.
"Bunda bahagia banget gue mau nikah." Batinnya.
"Jangan pernah kamu sakitin istri kamu jika ada masalah jangan main fisik tapi selesaikan dengan baik baik." Ucap Bunda Yunia.
"Iya Bunda." Balas Reyvano tersenyum.
"Rey kekamar dulu Bunda." Ucap Reyvano beranjak pergi ke kamar nya Bunda Yunia Membalasnya dengan anggukan.
~~~~~
"Nek Aza keluar dulu ya." ucap Azara memegang tangan Nenek Rania.
Nenek Rania membalasnya dengan anggukan kecil, lalu Azara pun keluar kamar dan menemui Kakeknya diruang tamu.
"Nenek udah tidur?" Tanya Bunda Zira.
"Belum Bun." Jawab Azara duduk disebelah Ayahnya.
__ADS_1
"Kakek Ayah Bunda." Ucap Azara meliriknya satu persatu.
"Azara mau izin main ke rumah Rara boleh?" Tanya Azara Ia sedikit ragu untuk meminta izin, karena kedua orangtua tidak pernah membolehKan Azara keluar rumah jika bukan urusan penting.
"Boleh tapi jangan lama lama." Balas Ayah Rendra mengusap kerudung putrinya diringin senyuman lebar di bibirnya.
"Yeyyy makasih Ayah." Ucap Azara senang memeluk Ayahnya dari samping, Ia sangat senang karena Ia diizinkan oleh Ayahnya untuk bermain karena biasanya teman teman Azara yang main kerumahnya.
Rendra pun membalas pelukan putrinya yang begitu senang karena diizinkan bermain.
"Pulang mainnya jangan lewat dari jam 11 oke." Ucap Bunda Zira tersenyum.
"Siap Bunda." Balas Azara sambil menghormat kepada Bundanya.
"Seneng banget cucu Kakek." Ucap Kakek Rio tersenyum.
"Yasudah Kakek mau istirahat dulu, pegel pegel pinggang kakek." Ucap Kakek Rio menepuk nepuk pinggangnya yang pegal pegal.
"Ayah juga mau mandi dulu udah gerah banget badan Ayah." Ucap Rendra beranjak pergi menuju kamarnya karena Ia sudah tidak tahan lagi ingin membersihkan badannya.
"Iya Kek Ayah." Balas Azara tersenyum.
"Kak El udah pulang Bun?" Tanya Azara menatap Bundanya.
"Udah sayang." Jawab Bunda Zira.
"Bunda Aza keatas dulu." Teriak Azara pergi menuju kamar kakaknya.
Lagi lagi Bunda Zira mengeleng gelengkan kepalanya karena kelakuan putrinya.
~~~~~
"Kakak." Teriak Azara mengetuk pintu kamar Rafael.
"Kakak Rafael." Ucap Azara mengetuk kembali pintu kamar Kakaknya.
"Kakak." Ucap Azara memanggil kembali kakaknya yang belum juga membukakan pintunya.
"Apa Adekku." Balas Rafael membuka pintu kamarnya.
"Lama banget sih Kak bukannya." Ucap Azara.
"Kakak tadi lagi telpon temen Kakak jadi Kakak baru bukain." Balas Rafael yang baru saja membuka pintu kamarnya.
"Ada apa nih." Ucap Rafael menaik turunkan alisnya.
"Aza mau tanya tanya boleh?" Tanya Azara tersenyum.
"Wihhh jiwa kewartawanannya mulai ada nih." Jawab Rafael tersenyum dan bersedekap dada.
"Apa sih Kak." Ucap Azara mencubit tangan Kakaknya.
"Awww sakit Aza." Balas Rafael berpura pura meringgis kesakitan.
__ADS_1
"Anak basket ko lebay laki dong." Ucapan Azara sambil mengangkat kedua tangan keatas seperti lelaki yang sedang memperlihatkan otot tangannya.
Saat mendengar Ucapan adeknya Rafael langsung menegapkan badannya seperti lelaki maco.