
"Bunda El pamit." Ucap Rafael yang terburu buru pamit kepada Bundanya dan mencium punggung tangan Bundanya.
"Kamu belum sarapan El." Balas Bunda Zira menahan tangan Rafael yang sedang terburu buru.
"El ada tanding basket hari Bun." Ucap Rafael terburu buru pergi meninggalkan Bundanya yang sedang menyiapkan sarapan.
Bunda Zira hanya mengeleng gelengkan kepalanya melihat putra yang sedang terburu buru.
"Dah siap tinggal kebawah sarapan berangkat." Ucap Azara tersenyum yang sedang bercermin yang sudah lengkap dengan pakaian seragam sekolah dan tas ranselnya, karena sudah rapih Ia pun langsung turun kebawah menuju meja maka menemui Ayah dan Bundanya.
"Good morning Ayah Bunda." Ucap Azara dimeja makan.
"Tooo putri Ayah Bunda." Balas mereka bersamaan.
"Cie barengan." Ucap Azara tersenyum duduk disebelah Bundanya.
"Kak El gak ikut sarapan Bunda?" Tanya Azara karena ia tidak melihat kakaknya ikut sarapan.
"Kak El tadi buru buru katanya mau tanding basket." Jawab Bunda Zira.
"Kok Kak El gak ngasih tau Aza."Ucap Azara karena kakaknya tidak memberitahunya jika Ia akan bertanding basket, karena Ia ingin melihat pertandingan basket kakaknya sejago apa kakaknya bermain bola basket.
"Lupa kali Kak El." Balas Bunda Zira menatap Putri yang sedang menatapnya juga.
"Kan Aza mau liat pertandingan bola basket Kak Rafael." Ucap Azara cemberut sambil mengunyah roti coklat kesukaannya.
"Lain kali aja kan Aza lagi sekolah yang ada nanti kakak kamu marahin kamu karena bolos sekolah." Balas Bunda Zira, karena Rafael tidak menyukai Adeknya bolos apalagi karena ingin melihat pertandingannya.
"Lagian nanti kalo kamu kesana yang ada kamu kena ceramahan Kak kamu." Ucap Rendra yang sudah selesai sarapan.
"Bener juga kata Ayah Bunda nanti yang ada aku diceramahin didepan orang banyak sama Kak Rafael." Balas Azara sambil mengunyah roti coklatnya.
"Aza Bunda pamit assalamualaikum." Ucap Azara mencium punggung tangan Bundanya.
"Wa'alaikumsalam." Balas Bunda Zira mencium kening putrinya.
"Mas hati hati." Ucap Bunda Zira lalu mencium punggung tangan suami.
"Pasti." Balas Rendra dan mencium kening istrinya dan putrinya bergantian, lalu berjalan keluar.
"Kebetulan lho ada disini gue mau bicarain soal uang infak." Ucap Fenki, saat Reyvano baru saja datang dan ikut berkumpul bersama mereka diwarung Mbo Semi.
"Jadi kemaren gue sama anak anak udah tentuin mau nyumbangin uang infak ini kepanti asuhan jadi gue minta persetujuan lho, jadi gimana menurut lho?" Tanya Fenki.
__ADS_1
"Gue setuju." Ucap Reyvano yang sedang bersandar di kursi yang sudah disediakan Mbo Semi.
"Oke karena lho udah setuju nanti sore gue sama anak anak mau nyumbangin ke panti asuhan lho mau ikut?" Tanya Fenki menatap Reyvano yang sedang bersadar.
"Gue gak bisa ikut." Jawab Reyvano, karena Ayah Ryan menyuruh Reyvano pulang lebih cepat karena ada yang harus dibicarakan, padahal Ia ingin bertemu dengan anak panti asuhan.
"Gue paham kok."Ucap Fenki menepuk pundak Reyvano, karena Fenki tau kenapa Reyvano tidak bisa ikut. alasannya karena ia sedang banyak urusan makanya Ia tidak bisa ikut.
"Gue kedepan dulu." Ucap Fenki beranjak pergi menemui teman temannya yang berada di teras warung Mbo Semi.
"Assalamualaikum Ayah." Ucap Azara setelah mencium punggung tangan Ayah.
"Wa'alaikum salam belajar yang pinter putrinya Ayah." Balas Rendra tersenyum, setelah Azara turun dari mobilnya.
"Siap Ayah." Ucap Azara menghormat di kaca mobil Ayahnya yang terbuka dan tersenyum mengembang lebar di bibirnya, lalu Ia pun masuk kedalam gerbang menuju kelasnya.
Rendra pun tersenyum melihat kelakuan putrinya, setelah Azara sudah tidak terlihat dari pandangannya Rendra pun melajukan kembali mobilnya menuju kantornya.
"Assalamualaikum." Ucap Azara saat Ia berada di dalam kelas.
"Wa'alaikumsalam." Balas teman teman Azara bersamaan kini teman teman Azara sedang memakan makanan yang dibawakan Rara yang Ia bawa dari rumahnya.
"Aza mau gak enak lho?" Tanya Rara yang sedang memakan cemilan yang Ia bawa, Ia pun menyondorkan makanan yang Ia bawa kedepan Azara.
"Mau dong kayanya enak." Balas Azara, Ia pun langsung mengambil makanan yang diberikan Rara.
"Sering sering Ra lho bawa makanan ke gini." Ucap Gesi yang sedang memakan cemilan yang dibawakan Rara.
"Kalo ada gue bawa ya kalo gak ada apa yang gue bawa." Balas Rara menepuk pundak Gesi yang berada disebelahnya.
"Rasanya pedes pedes gimana gitu." Ucap Alviya.
"Berisik." Balas Winda memasukan cemilan kedalam mulut Viona yang sedang berbicara.
Sontak membuat Viona berhenti berbicara dan mengunyah cemilan yang dimasukan Winda kedalam mulutnya.
"Woy cegu datang tuh." Teriak salah satu murid kelas 2 ipa & ips saat Ia melihat guru datang yang sedang berjalan menuju kelasnya.
"Gue mau ke perpustakaan ahk bosen gue disini." Ucap Nano beranjak pergi menuju perpustakaan, karena kelas 3 Ipa & Ips sedang jamkos di karenakan gurunya sedang rapat.
"Gue ikut Nan." Balas Renal ia pun mengikuti Nano dibelakangnya.
Mereka pun pergi ke tempat perpustakaan, saat mereka ditengah jalan menuju perpustakaan, mereka tak sengaja melihat pembulian dibelakang kelas.
"Anjir Nan pembulian tuh." Ucap Renal, menunjuk ke 4 orang yang sedang membuli.
"Samperin Nal." Balas Nano berjalan menghampiri orang yang sedang dibulli.
"Hey." Teriak Nano membuat mereka terkejut dengan kehadiran Nano dan Renal.
"Minta maaf." Ucap Nano tegas menyuruh pembuli 3 itu untuk meminta maaf kepada orang yang Ia buli.
__ADS_1
"Gue gak ada urusan sama lho." Balas salah satu dari pembuli.
"Minta maaf apa gue lho laporin." Ucap Nano menatap tajam.
"Cabut gays." Balas pembuli lalu pergi meninggalkan mereka, acuh dengan Ucapan Nano.
Namun Renal menarik tangan salah satu pembuli itu, membuat si pembuli itu berhenti dan menatap Renal dengan sinis.
"Anak kaya lho gak pantes sekolah disini." Ucap Renal tanpa menatap si pembuli itu.
"Maksud lho apa." Balas si pembuli dan menepis tangan Renal.
"Gue bakal laporin lho soal ini supaya lho dikeluarin dari sekolah." Ucap Renal tegas dengan kedua tangan di masukan kedalam saku celananya.
"Gue minta maaf."
"Gue minta maaf."
"Gue minta maaf."
Ucap mereka meminta maaf dengan terpaksa, ditambah lagi dengan perasaan kesal.
"Yang bener." Ucap Nano.
"Gue minta maaf." Ucap ke 3 Pembuli itu sambil mengulurkan tangannya kepada orang mereka buli.
"Saya maafin." Balas Orang yang di buli gugup.
Pembuli itu pun langsung pergi meninggalkan mereka.
"Lho gapapa?" Tanya Renal kepada orang yang di buli.
"Gak papa kak makasih udah nolongin aku." Jawab Orang yang di buli.
"Kalo lho di buli lagi lho ngomong aja sama kita, jangan diam aja." Ucap Nano menepuk pundak orang yang di buli.
"Iya kak." Balas Orang di buli gugup.
__ADS_1
"Kita duluan." Ucap Nano, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju perpustakaan.