PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN

PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN
Bab 2 Dua orang tidak akur


__ADS_3

"Maaf pak Rendra ada tamu yang ingin bertemu dengan anda." Ucap Bima sekertaris Rendra.


"Suruh dia ke ruangan saya Bim." Balas Rendra yang sedang memeriksa data data yang belum ia lihat dan tanda tangani.


"Baik pak." Ucap Bima dan keluar dari ruangan pak Rendra untuk menemui tamu yang mencari pak Rendra, ia pun menemui tamu pak Rendra dan mengantarkannya ke ruangan pak Rendra.


"Mari pak saya anter bapak keruangan pak Rendra." Ucap Bima kepada tamu pak Rendra yang menuntunnya menuju ruangan pak Rendra.


Tamu pak Rendra hanya membalasnya dengan anggukan dan mengikuti langkah Bima.


"Mari pak masuk." Ucap Bima dan membukakan pintu untuk tamu pak Rendra.


"Terima kasih." Balas tamu pak Rendra dan masuk kedalam ruangan pak Rendra.


"Saya kira tamu yang dimaksud Bima bukan anda ternyata kau bro." Ucap Rendra sambil bersalaman, setelah tamu yang ingin menemuinya datang, dan ternyata tamu yang ia temui sahabat kecilnya terakhir mereka tidak bertemu beberapa minggu lalu setelah membicarakan soal perjodohan anak mereka.


Yah, tamu yang dimaksud Bima adalah Ryan sahabat kecil Rendra yang ingin menjodohkan anak mereka.


"Bagaimana mana kabarnya bro?" Tanya Ryan kepada Rendra menepuk bahu Rendra sahabat kecilnya.


"Baik bro, silahkan duduk duduk." Jawab Rendra dan mengajak Ryan untuk duduk.


"Terima kasih bro." Jawab Ryan.


Sedangkan Rendra menelpon sekertarisnya untuk membawakan kopi untuk tamu dan dirinya.


.Hello Bim, tolong bawakan dua kopi capuccino ke ruangan saya." Ucap Rendra disebrang telepon.


"baik pak." Balas Bima.


Rendra pun memutuskan sambungan teleponnya, dan kembali menemui Ryan yang sudah duduk dikursi ruangannya dan diikuti Rendra duduk sebelahnya


"Umur sudah tua tapi muka mu masih tetap awet muda bro." Ucap Rendra pada sahabatnya.


"Bisa saja kau ini bro." Balas Ryan dan tertawa bersama sahabatnya.

__ADS_1


Mereka pun berbincang bincang dan di iringi dengan gelak tawa mereka, ketika mereka sedang berbincang bincang datang Bima masuk kedalam membawa 2 cangkir kopi.


"Ini pak kopinya." Ucap Bima yang baru saja memberikan dua cangkir kopi kepada mereka.


"Terima kasih Bim." Ucap Rendra.


"Iya pak sama sama." Balas Bima lalu pergi meninggalkan ruangan pak Rendra.


Mereka pun langsung menyeruput kopi yang baru saja Bima berikan.


"Jadi bagaimana perjodohan anak kita apa putri mu menyetujuinya?" Tanya Ryan setelah menyeruput kopi miliknya.


"Putri ku pasti menyetujui perjodohan ini jadi tenang saja, bagaimana dengan putra mu apa dia menerima perjodohan kita." Tanya Rendra.


"Rencananya malam ini saya akan memberitahukannya perjodohan ini bersama istri saya, karena nanti malam waktu yang tepat." Jawab Ryan.


"bagus lebih cepat lebih baik." Balas Rendra dengan kaki bertumpu.


"Doakan saja semoga mereka menerima perjodohan kita." Ucap Ryan.


Mereka pun berbincang bincang soal perjodohan anak mereka, kemudian Ryan pun pamit untuk pulang karena ia masih ada meeting dengan klien.


"Saya pamit bro, semoga perjodohan kita berhasil." Ucap Ryan dengan senyuman, ia pun beranjak dan berdiri bersalaman.


"Amin, hati hati bro semoga meetingnya lancar." Balas Rendra dan mengantarkan Ryan keluar ruang miliknya.


~~~~~


Reyvano Albiyano mempunyai Geng motor yang bernama ELLAZERS, ia adalah ketua Geng motor ELLAZER yang sangat dikagumi oleh anggota anggota ELLAZERS, karena sikap dan sifat kepemimpinan nya yang sangat luar biasa membuat para anggota ELLAZERS bangga kepada Reyvano. Inti anggota ELLAZERS terdiri dari 8 anggota nyaitu Reyvano Albiyano sebagai ketua, Dirta Dewantara sebagai wakil ketua, dan 6 anggota inti ialah Renal Raebrahmana, Fenki Alfauzan, Ergio Giorgino, Nano NafaKa, kini mereka berada dibascam yang mereka bangun bersama sama, mereka setelah pulang sekolah selalu mampir kebascam kadang kadang ada juga yang langsung pulang.


Setelah pulang sekolah Reyvano dan sahabatnya tidak langsung pulang mereka berkumpul kebascam untuk bersantai dan bermain main.


"Ngopi ngapa ngopi maen hp mulu." Ucap Nano yang baru saja datang dari dapur dan membawa satu cangkir kopi hitam yang dibuatnya sendiri, ia pun duduk disebelah Fenki yang dari tadi fokus main ponsel yaitu ngegame.


"Bikinin kek lho mah jadi temen kaga ada baik baiknya." Balas Ergio dari tadi hanya meminum air putih karena ia tidak bisa membuat kopi hitam sendiri.

__ADS_1


Renal yang dari tadi fokus memperbaiki mainan mobilannya yang rusak, akhirnya mainan yang ia perbaiki pun sudah menyala lagi, Renal yang berada dihadapan Nano tepat dimana Nano menaruh kopi miliknya, karena ia merasa haus sudah memperbaiki mainan mobil miliknya tanpa bertanya tanya ia pun langsung meneguk kopi hitam yang berada didepannya, sedangkan Nano ia meriksa ponselnya karena dari tadi suara motifnya terus berbunyi.


"Enak banget nih kopi." Ucap Renal dengan lantang.


"Itu kopi gue, kenapa lho minum." Teriak Nano setelah melihat sahabatnya meminum kopi miliknya yang belum ia minum sedikit pun.


"Sorry sorry gue kira gak ada pemiliknya makanya gue minum, enak juga kopi lho Nan." Balas Renal dengan santai tanpa rasa bersalah, sedangkan Nano ia langsung mengambil kopi miliknya dari Renal. Nano pun langsung meminum kopi hitam miliknya.


"Iyalah enak tinggal minum gak perlu ke dapur." Celetuk Ergio yang masih fokus dengan ponselnya.


"Enak juga kopi lho Nan, bagi lagi napa bolah kali ya." Ucap Renal yang ingin mengambil kopi Nano yang berada dihadapannya, belum sempat ia meraih cangkir gelas Nano lebih dulu memukul tangan Renal hingga ia meringgis kesakitan karna tangannya terbentur terkena meja kursi kayu.


"Anjirrr sakit." meringgis Renal sambil mengusap tangannya yang terbentur karena pukulan Nano.


"Gak seberapa dengan lho yang minum kopi gue tanpa izin." Balas Nano meminum kembali kopi hitam miliknya.


Sedangkan Reyvano ia sedang berkutik dengan laptopnya dan Dirta ia sedang bermain game on, ia hanya diam dan fokus dengan ponselnya, mereka tak peduli dengan Renal dan Nano yang selalu membuat mereka geleng geleng kepala.


"Diem ke lho ahk gue kalah nih gara gara lho berdua." Ucap Ergio dengan kesal karena mereka tidak bisa diam membuatnya tidak konsen.


"Gara gara lho si." Tuduh Renal yang masih mengelus elus tangannya.


"Lho yang duluan." Balas Nano tak mau kalah.


"Berisik lho berdua." Tegas Dirta karena merasa kesal dengan kedua sahabatnya ini yang tidak bisa diam.


"tau lho kaya bocah aja ribut mulu." Ucap Fenki yang fokus pada ponselnya yang sedang bermain game on.


mereka pun diam dan sibuk dengan ponselnya masing masing.


"Gue duluan." Ucap Reyvano beranjak dari duduknya dan pamit pada semua anggota ELLAZERS setelah berpamitan Reyvano pun mengambil kunci motor yang berada diatas meja.


"Hati hati bro." Balas Renal yang sedang memainkan mobilan remot miliknya.


Reyvano pun mengambil kunci motor miliknya yang berada diatas meja, setelah ia berada diparkiran motor ia langsung menyalakan motor miliknya.

__ADS_1


__ADS_2