PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN

PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN
Bab 15 salat berjamaah


__ADS_3

Pukul 04:25 Azara dan keluarga sudah bangun untuk melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid, Kini mereka pun sudah berada di masjid yang sudah ada banyak orang orang untuk melaksanakan salat subuh di masjid berjamaah.


Setelah adzan berkumandang, Kakek Rio maju kedepan untuk menjadi imam.


"Assalamualaikum."


"Assalamualaikum."


Setelah selesai melaksanakan salat mereka pun memanjatkan doa kepada yang maha kuasa dengan khusyu.


Setelah memanjatkan doa mereka langsung pulang kerumah, diperjalanan mereka berbincang bincang dan menyapa orang orang yang mereka temui.


Setelah beberapa menit mereka sampai dirumah Rendra, karena masjidnya tidak terlalu jauh hanya menghabiskan beberapa menit.


~~~~~


Setelah selesai melaksanakan salat subuh, Reyvano memainkan ponselnya untuk melihat beberapa pesan yang belum Ia sempat baca, saat Ia membuka aplikasi berwarna hijau Ia langsung mendapatkan panggilan masuk dari Ergio tanpa berpikir lama Ia pun langsung mengangkatnya.


"Hello bro sorry nih gue ganggu pagi pagi, lho bisa kebascam pagi pagi gak?" Tanya Ergio di sebrang telepon.


"Gue gak bisa." Jawab Rafael.


"Oh yaudah gapapa lagian kita juga cuma mau ajak lho olahraga bareng aja." Ucap Ergio, karena mereka selalu berolahraga bersama sama ketika waktu libur sekolah.


Reyvano pun langsung memutuskan sambungan telepon tanpa ingin membalas ucapan Ergio, Reyvano kembali melihat ponselnya yang sudah dipenuhi pesan.


~~~~~


Sedangkan dibascam ELLAZERS, sudah penuhi anggota ELLAZERS yang sudah bersiap siap untuk berolahraga di taman belakang bascam yang di khususkan untuk mereka berolahraga.


"Rey gak bisa ikut." Ucap Ergio memberitahu mereka jika Reyvano tidak bisa.


"CEO muda mah beda." Balas Nano yang sedang menalikan tali sepatunya.


"Akhir akhir ini Rey sibuk banget." Ucap Renal memainkan ponselnya bermain game.


"Mungkin lagi banyak klain makanya dia sibuk." Balas Ergio menebak.


"Gue sih ngerasa aneh aja gak biasa Rey sesibuk kegini." Balas Fenki Ia merasa aneh dengan sahabatnya sendiri karena akhir akhir ini Reyvano sangat sibuk.


"Aneh gimana, wajar lah kalo Reyvano sibuk kan dia CEO." Ucap Ergio menatap mereka satu persatu.


"Iya juga sih." Balas Nano sambil mengambil botol air minumyang berada dimeja dan meminumnya.


"Sebelum olahraga lho semua harus pemanasan dulu." Ucap kenzi mengingatkan mereka supaya pemanasan sebelum berolahraga supaya tidak cedera.


"Siap komandan." Balas Nano menghormat kepada Kenzi yang berada dihadapannya.

__ADS_1


Mereka pun pergi ketempat olahraga yang sudah dikhususkan untuk berolahraga.


~~~~~


"Bunda masak sebanyak ini buat siapa?" Tanya Azara saat Ia melihat meja dapur dipenuhi banyak masakan.


"Hari ini keluarga kita bakal kedatangan tamu yang spesial sayang." Jawab Bunda Zira dengan kedua tangan membawa masakan.


"Tamu spesialnya siapa Bunda?" Tanya Azara menatap Bundanya.


"Nanti juga Aza bakal tau." Jawab Bunda Azara menghampiri putrinya dan menepuk kedua bahu Azara.


"ouh iya." Ucap Azara tersenyum lalu memeluk Bundanya.


"Sebenarnya bukan tamu sayang tapi calon suamimu yang akan menjadi imammu." batin Bunda Zira dan membalas pelukan anaknya.


"Oh iya Bunda, Bunda liat Nenek gak soalnya tadi Azara cari cari gak ada?" Tanya Azara melepaskan pelukannya menatap Bundanya.


"Nenek lagi di taman belakang sama Kakek" Jawab Bunda Zira tersenyum sambil mengusap kerudung anaknya.


"Pantesan Azara cariin kesana kesini gak ada ehk ternyata di taman belakang." Ucap Azara, Ia sudah mencari kekamar, ruang tamu, dapur gak ada ternyata di taman belakang.


"Yaudah Bunda Azara mau ke Nenek sama Kakek." Ucap Azara, Ia pun berjalan ketaman belakang untuk menemui Kakek dan Neneknya.


Sedangkan Bunda Zira kembali ke dapur untuk mengambil buah buahan bersama Bi Heni.


"Uhhh seger banget gila." Ucap Nano sambil menguyur wajahnya dengan air minum botol setelah berolahraga.


"otot gue semakin hari semakin membesar yaga?" Tanya Nano mengangkat kedua tangannya keatas memperlihatkan otot otot tangannya didepan teman temannya.


"Iyain aja biar gak ribet." Jawab Renal sambil mengambil botol air minum yang berada disampingnya Ia pun langsung membuka tutup botol dan meneguknya.


"Emang lho deh temen ter the best gue." Ucap Nano merangkul pundak Renal dari samping sambil menepuk nepuk pundaknya.


"kita kan bestay." Balas Renal membalas rangkulan Nano sambil menarik turunkan alisnya.


"Yoi dong." Ucap Nano tersenyum.


~~~~~


"Nenek." Ucap Azara merangkul Nenek Rania dari belakang membuatnya terkejut.


"Nenek kaget Aza." Balas Nenek Rania menatap cucunya yang sedang memeluknya dari belakang.


"Maafin Aza Nek." Ucap Azara mencium pipi kanan neneknya sambil tersenyum dan duduk disebelah neneknya.


"Kamu ini selalu buat Nenek kaget." Balas Nenek Rania tersenyum menatap cucunya yang berada disebelahnya.

__ADS_1


"Bukan Azara kalo gak suka ngagettin." Ucap Azara tersenyum.


"Bisa aja cucu Nenek." Balas Nenek Rania mencolek hidung Azara, membuat keduanya tersenyum lebar.


"Kakek kemana Nek?" Tanya Azara Ia baru sadar jika kakeknya tidak ada ditaman belakang.


"Ke masjid sayang." Jawab Nenek Rania.


"Ouh ke masjid." Ucap Azara.


"Iya sayang." Balas Nenek Rania meminum teh hangatnya yang dibuatkan Bi Heni.


"Aza pijitin ya Nek." Ucap Azara mengambil tangan Nenek Rania dan memijit tangan Nenek Rania.


"Boleh." Balas Nenek Rania tersenyum membiarkan cucunya memijit tangannya.


Azara pun memijit tangan Nenek Rania dengan lembut dan pelan pelan


"Gimana Nek enak gak Azara pijitin ya?" Tanya Azara memijit tangan Neneknya bergantian.


"Enak banget pijitan cucu Nenek." Jawab Nenek Rania tersenyum lebar karena pijitan Azara tidak ada tandingnya.


"Bisa aja Nenek." Ucap Azara yang masih memijit tangan Nenek Rania sambil mengobrol.


Saat Azara memijit tangan Nenek Rania Bunda Zira datang menghampiri mereka untuk mengajaknya sarapan.


"Asik banget ngobrolnya." Ucap Bunda Zira dari belakang.


"Ehk Bunda." Balas Azara melihat kebelakang kearah Bundanya yang sedang menghampiri mereka.


"Makan dulu baru nanti disambung lagi ngobrolnya." Ucap Bunda Zira setelah berada dihadapannya mereka.


"Ayo Nenek juga udah laper nih pengen makan." Balas Nenek Rania yang sudah mulai lapar.


"Nenek udah laper ternyata Bun." Ucap Azara tersenyum melihat Neneknya yang ternyata sudah lapar.


"Ia ternyata." Balas Bunda Zira tersenyum.


"Yaudah Yuk Nek kita makan." Ucap Azara beranjak dari kursi, mereka pun pergi kemeja makan yang sudah ada Kakek Rio, Rendra , dan Rafael yang sedang menunggu mereka.


"Ayo." Balas Nenek Rania beranjak pergi menuju meja makan.


"Ayo cepetan udah lapar nih nungguin dari tadi." Ucap Rafael sambil mengelus elus perutnya yang sudah tidak tahan lagi menahan lapar.


"Yey gak sabaran." Balas Azara yang sudah duduk disebelah Kakaknya.


"Sudah sudah Kakek juga sudah lapar ini." Ucap Kakek Rio.

__ADS_1


"Bener Kek, Rafael juga udah lapar nih apalagi ngeliat masakan Bunda makin menjadi jadi laparnya." Balas Rafael tersenyum.


__ADS_2