
"Rey." Ucap Bunda Yunia mengetuk pintu kamar anaknya.
"Masuk Bun." Balas Reyvano dari dalam, Bunda Yunia pun membuka pintu kamar anaknya dan menghampiri anaknya.
"Udah siap ternyata kirain Bunda kamu belum siap siap." Ucap Bunda Yunia saat Ia melihat anaknya sudah rapih.
"Yaudah ayo Rey sekarang aja ketokonya." Ucap Bunda Yunia.
"Iya Bun, Bunda duluan kebawah nanti Rey nyusul." Balas Reyvano yang sedang memakai jaket hitamnya.
"Jangan lama lama." Ucap Bunda Yunia sebelum menutup pintu kamar.
"Iya Bunda." Balas Reyvano.
Tidak lama kemudian Reyvano turun kebawah menemui Bunda Yunia yang sedang menunggunya, mereka pun pergi mengunakan mobil.
Setelah menempuh banyak waktu kini mereka sampai ditoko berlian milik Bunda Yunia.
"Selamat datang bu." Ucap security membungkukkan badannya memberikan penghormatan kepada Bunda Yunia dan Reyvano.
Bunda Yunia membalas dengan senyuman dan anggukan, mereka pun masuk kedalam.
"Selamat datang Bu ada yang bisa kami bantu?" Tanya Mba itu dengan ramah.
"Saya ingin melihat cincin pernikahan." Ucap Bunda Yunia.
"Ini Bu ada 4 cincin pernikahan yang Ibu bisa pilih." Balas Mba, memperlihatkan beberapa cincin pernikahan.
Cincin pernikahan yang perlihatkan kepada Bunda Yunia dan Reyvano.
Cincin 1
Cincin 2
Cincin 3
Cincin 3
"Kamu suka yang mana Rey?" Bunda Yunia.
"Semua bagus Bun." Jawab Reyvano yang sedang melihat cincin pernikahan.
"Yang ini kayanya cocok deh Rey." Ucap Bunda Yunia mengambil cincin yang ke 1.
"Semua bagus Bun Rey bingung milihnya." Ucap Reyvano bingung.
"Kamu harus bisa milih dong Rey kan katanya kamu yang mau pilih sendiri." Ucap Bunda Yunia sambil menyimpan kembali cincin yang Ia ambil tadi.
"Yaudah Rey pilih yang ini." Ucap Reyvano menunjuk cincin ke 1.
"Yakin mau yang ini?" Tanya Bunda Yunia.
__ADS_1
"Iya Bun Rey pilih yang itu." Jawab Reyvano.
"Yaudah berarti ini ya." Ucap Bunda Yunia.
"Iya Bun." Balas Reyvano.
"Yaudah mba saya ambil yang ini." Ucap Bunda Yunia menunjukan cincin yang dipilih Reyvano.
"Baik bu." Balas mba itu.
"Ini Bu." Ucap Mba itu memberikan paper bag kecil berwarna coklat.
"Pembayarannya sudah saya transfer." Ucap Reyvano.
"Jangan ditransfer Rey, ini kan toko Bunda ngapain kamu bayar." Balas Bunda Yunia.
"udah ditransfer Bun." Ucap Reyvano, karena Ia sudah membayar cincin pernikahannya.
"yaudah nanti Bunda ambil uangnya dan balikin." Balas Bunda Yunia.
"Engga usah Bunda." Ucap Reyvano.
"Bunda gak suka dibantah." Balas Bunda Yunia.
"Iya Bunda." Ucap Reyvano pasrah.
Setelah membeli cincin pernikahan mereka langsung pulang.
~~~~~
"Kak Rafael." Ucap Azara saat Ia sudah berada didalam kamar Kakaknya.
"Maskeran yuk Kak." Ucap Azara.
"Gak males." Balas Rafael yang masih sibuk memainkan ponselnya.
"Ayolah kak please mau ya." Bujuk Azara tersenyum dan menatap mata kakaknya dengan memohon.
"Ayolah kak."Bujuk Azara lagi mengoyang goyangkan tangan kakak yang terus memainkan ponselnya.
"Oke kakak mau." Balas Rafael menatap Azara, karena ia tidak tega dengan Azara terus memohon mohon kepadanya.
"Sini duduk kak." Ucap Azara bahagia karena kakaknya mau bermaskeran, tidak sia sia ia membujuk kakaknya.
Rafael pun nurut apa yang diperintah adeknya, kini Rafael duduk dihadapan Adeknya.
"Kakak udah cuci muka belum?" Tanya Azara membolak balikan muka kakaknya.
"Belum." Jawab Rafael.
"Cuci muka dulu baru maskeran." Ucap Azara menyuruh kakaknya untuk mencuci muka, Rafael pun beranjak pergi menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya atas perintah adeknya.
Rafael pun selesai mencuci muka dan kembali menghampiri adeknya.
"Sini kak Aza maskerin." Ucap Azara menepuk kasur untuk duduk dihadapan Azara.
"Bentar bentar." Ucap Azara beranjak pergi menuju kamarnya, entah mau mengambil apa.
Setelah ia mengambil yang ia butuhkan ia pun kembali kekamar kakaknya.
__ADS_1
"Sini kuncir dulu rambutnya kak." Ucap Azara ternyata yang ia ambil dari kamarnya ialah ikat rambut untuk mengikat rambut kakaknya karena rambut kakaknya agak panjang, Ia pun mengkuncir rambut kakaknya.
Ia pun memoleskan masker diwajah Rafael, sedang Rafael ia hanya diam sambil memainkan ponselnya, tanpa waktu banyak Azara pun selesai memoleskan masker di wajah Rafael, karena Ia sudah terbiasa dalam bermaskeran.
"Selesai." Ucap Azara bahagia.
"Lihat deh kak." Ucap Azara memberikan cermin tepat di depan wajah kakaknya.
"Sini sekarang giliran kakak maskerin kamu." Balas Rafael tersenyum mengambil masker yang berada ditangan Azara, dan menyimpan ponselnya dimeja belajar.
"Oke." Ucap Azara, dan duduk dihadapan Rafael dengan senang.
Rafael pun mulai mengoleskannya di wajah Azara, Sedang Azara ia bercermin melihat wajahnya yang sedikit demi sedikti tertutup oleh masker wajah.
"Aza kakak susah molesinnya." Ucap Rafael, karena Azara tidak bisa diam.
"Hehe." Balas Azara cengengesan.
"Diem bentar selesai." Ucap Rafael saat ia mengoleskan masker wajah di jidat Azara.
"Dah selesai." Ucap Rafael, menaruh masker wajah dimeja belajar dan beralih menatap Adek perempuannya yang sedang bercermin sambil mengambil beberapa foto.
Saat Azara asik berfoto, tiba tiba Rafael mencubit kedua pipi Azara sambil menarik narik pipinya, karena Azara merasa kesal ia pun sedikit berteriak.
"kakak." Teriak Azara kesal, karena kakaknya mencubit pipinya dengan seenak jidat, karena ia sedang asik asik berfoto diganggu oleh kakaknya.
"Apa marah." Balas Rafael menertawakan Azara yang sedang kesal kepadanya.
"Ngeselin banget sih." Ucap Azara kesal rasanya ia ingin mencakar muka kakaknya yang berada dihadapannya.
"Kalo gak bikin adek gue kesel bukan kak Rafael namanya." Balas Rafael tersenyum lalu mencubit hidung Azara.
"Kak Rafael."Ucap Azara semakin kesal, karena lagi dan lagi kakaknya mencubitnya kembali.
"Gemes banget adek gue kalo kesel." Balas Rafael dengan tawaannya.
"Sana tidur udah malam." Ucap Rafael mengusap rambut Azara dengan lembut, kini Azara tidak memakai kerudung karena ia biasanya membuka kerudung jika ia sudah berada dalam dirumah.
"Adek Rafael gak boleh gadang gadang." Ucap Rafael menangkup wajah Azara dengan senyuman.
"Siap kakak Rafael." Balas Azara tersenyum sambil menghormat kepada sang kakak.
"Sana tidur." Ucap Rafael beranjak dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan masker di wajahnya yang sudah mengering.
Sedangkan Azara ia malah mengikuti Rafael kekamar mandi, karena ia juga ingin membersihkan masker diwajahnya.
"Tidur Aza malah ngikutin kakak." Ucap Rafael yang sedang membersihkan wajahnya didepan cermin kamar mandi.
"Dih pede banget siapa juga yang ngikutin kakak orang Aza mau bersihin muka." Balas Azara menatap kakaknya yang sedang membersihkan wajah.
Mereka pun membersihkan masker yang sudah mengering, setelah selesai membersihkan wajahnya Azara pun kembali ke kamarnya, karena Ia sudah merasa ngantuk Azara pun merebahkan tubuh dikasur empuk miliknya.
~~~~~
kini Reyvano sedang berada dibalkon kamarnya yang sedang menatap langit langit, sambil memegang kotak kecil yang berisi cincin pernikahannya yang Ia beli tadi bersama Bundanya.
"ku awali dengan bismillah ya allah." Batinnya, Sambil menatap kotak cincin pernikahannya.
Ia pun kembali masuk kedalam kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1