
Saat Azara ditengah tengah tangga, Ia melihat Kakek Rio dan Nenek Rania bersama kedua orangtuanya sedang mengobrol asik ditambah dengan tawaan tawaan kecil yang membuat hati Azara bahagia melihatnya.
"Asik banget ngobrol." Ucap Azara menghampiri mereka diruang tamu.
"Cucu Nenek pagi pagi udah cantik banget mau pergi kemana?" Tanya Nenek Rania melihat Azara dari atas sampai bawah.
"Mau main Nek, karumah temen Azara." Jawab Azara duduk disebelah Nenek Rania.
"Dianter siapa sayang kesananya?" Tanya Nenek Rania mengelus kerudung Cucunya.
"Sama Kak Rafael Nek." Jawab Azara tersenyum.
"Mana kakak kamu kok belum turun." Ucap Kakek Rio, Ia tidak melihat Rafael turun kebawah.
"Lagi siap siap Kek." Balas Azara.
"Tuh Kak Rafael." Ucap Azara saat Kakaknya sedang menuruni anak tangga.
"Yuk." Ucap Rafael saat sudah berada dihadapan mereka.
"Jaga adek kamu baik baik El." Ucap Bunda Zira.
"Siap Bunda." Balas Rafael.
"Inget pulangnya gak boleh lebih dari jam 11 oke." Ucap Rendra mengingatkan Azara supaya tidak pulang lebih dari jam 11.
"Iya Ayah." Balas Azara mencium punggung tangan ayahnya.
"Cucu Kakek kesini dulu." Ucap Kakek Rio meminta Azara menghampirinya.
"Iya Kek ada apa." Balas Azara setelah berada dihadapan Kakeknya.
"Nih." Ucap Kakek Rio memberikan 10 lembar uang berwarna merah di telapak tangan Azara, Azara yang melihat uang di telapak tangannya pun begong karena melihat uang yang berikan Kakek terlalu banyak baginya.
"Kakek ini." Balas Azara menatap Kakek.
"Ambil, Kakek gak mau kamu nolak pemberian Kakek ini." Ucap Kakek Rio menutup telapak tangan Azara.
"Tapi Kek..." Ucap Azara merasa tidak nyaman dengan uang yang diberikan Kakeknya karena terlalu banyak baginya.
"Ambil sayang, tidak baik jika menolak rezeki." Balas Nenek Rania tersenyum melihat Cucunya.
"Kalo gak mau mending buat Kakak." Ucap Rafael menaik turunkan alisnya kepada Azara.
"Enak aja Azara mau kok." Balas Azara lalu memasukan uangnya kedalam tas kecilnya.
"Bagi dua bisa kali." Ucap Rafael tersenyum.
"Jangan dikasih sayang, abang kamu tuh udah punya uang sendiri jadi jangan dikasih." Ucap Nenek Rania.
__ADS_1
"Gak bakal Aza kasih Nek." Balas Azara.
"Ouh iya Kakek makasih." Ucap Azara Ia baru sadar jika Ia belum berterima kasih kepada Kakeknya.
"Sama sama Cucu cantik Kakek." Balas Kakek Rio tersenyum.
"Ayo Kak." Ucap Azara kepada Kakaknya.
"Semuanya Aza pamit assalamualaikum." Ucap Azara setelah mencium punggung tangan mereka satu persatu di ikutin Rafael dibelakangnya.
"Wa'alaikumsalam." Balas mereka bersamaan.
Setelah Sampai di garasi Azara menunggu dikursi depan menunggu kakaknya mengeluarkan mobil.
"Ayo Dek." Ucap Rafael setelah mengeluarkan mobilnya.
"Iya Kak." Balas Azara beranjak dari tempat duduknya menuju mobil.
"Berangkat." Ucap Azara saat Ia sudah masuk ke dalam mobil duduk dikursi sebelah kakaknya.
"Gooo." Balas Rafael tersenyum.
~~~~~
Di sisi lain kini teman teman Azara sudah berkumpul di rumah Rara, sambil menunggu Azara datang mereka berbincang bincang agar tidak terlalu bosan menunggu Azara.
"Bentar lagi juga datang percaya sama gue." Balas Gesi yang sedang bermain diakurium milik Rara yang dipenuhi ikan hias, ****** dan masih ada banyak lagi ikan diakurium Rara.
"Percaya sama manusia itu hukumnya musyrik." Ucap Viona.
"Iya makanya jangan suka percaya sama manusia, apalagi sama gue." Balas Gesi yang masih bermain di akuarium.
"Tadi lho bilang." Ucap Viona menatap Gesi namun terpotong dengan ucapan Gesi.
"Bercanda yaelah cuman nebak doang." Balas Gesi.
"Silahkan mba mba diminum jusnya." Ucap Rara memberikan jus alpukat kepada mereka ditambah cemilan snack yanh dibawakan Rara untuk teman temannya.
"Kayanya enak nih jus alpukat pas banget gue pengen minum ini jus." Balas Winda mengambil jus alpukat yang berada dihadapan lalu meneguknya.
"Ya pasti enaklah orang yang bikinnya juga nyokap gue." Ucap Rara.
"Nyokap lho jago juga bikin jus enak lagi." Balss Winda.
"Yaialah nyokap siapa dulu." Ucap Rara bangga.
"Gue kira ini bikininan lho." Tebak Winda lalu meneguk jus alpukat lagi.
"Ya enggalah gue masih belajar belajarlah buat beginian." Balas Rara, duduk disebelah Gesi.
__ADS_1
"Wihhh seger nih pas banget gue lagi haus." Ucap Alviya mengambil satu jus alpukat dan meneguknya.
"Ra, pengen ke toilet." Ucap Gesi karena Ia ingin BAK ( buang air kecil).
"Lho tinggal lurus terus belok kiri nanti disitu juga ada namanya kok tinggal lho masuk aja." Balas Rara sambil bersandar dipunggung kursi.
Ketika mereka sedang berbincang bincang tiba tiba pintu depan diketuk seseorang dari luar.
Tok tok tok
"Siapa tuh?" Tanya Viona menatap Rara saat pintu depan diketuk seseorang.
"Mana gue tau, Gue kedepan dulu." Jawab Rara beranjak pergi menuju pintu depan untuk menemui tamunya.
Saat Rara membuka pintu depan Rara langsung tersenyum lebar ketika orang Ia tunggu tunggu dari tadi sudah berada dihadapannya.
"Aza dari mana aja dari tadi udah ditungguin." Ucap Rara memeluk sahabatnya yang sedang tersenyum dan membalas pelukan sahabatnya.
"maaf udah nungguin lama ya?" Tanya Azara, jujur Ia tak enak telah membuat sahabatnya menunggu.
"Gapapa kali cuma kita takut aja kamu gak di izinin sama om Rendra sama Tante Zira." Jawab Rara melepaskan pelukannya.
"Ayah, Bunda udah izinin, cuman tadi Kak Rafael lupa kalo dia mau anter Aza kerumah Rara jadi nungguin siap siap dulu jadi lama." Ucap Azara.
"Yaudah Za, gapapa yang penting sekarang kamu udah disini." Balas Rara tersenyum lebar menatap sahabatnya.
"Ayo masuk Za, udah pada nungguin kamu tuh didalam." Ucap Rara menarik tangan Azara masuk kedalam rumah.
"Mama kamu kemana Ra, kok gak ada?" Tanya Azara Ia tak Melihat Mama Rara saat Ia sudah masuk kedalam rumah dan tidak menemukan Mama Rara didalamnya.
"Mama lagi bikin kue didapur Za." Jawab Rara.
"Oh." Ucap Azara.
"Akhirnya datang juga yang kita tunggu tunggu." Ucap Gesi yang baru saja keluar dari toilet dan berpapasan dengan Azara dan Rara.
"Maaf nunggu lama." Ucap Azara di iringi senyuman yang sangat manis membuat lawan jenis meleyot jika Melihatnya.
"Manis banget Za, senyumnya." Puji Gesi saat melihat senyuman Azara yang begitu manis.
"jadi pengen deh senyum manis kaya gitu." Ucap Gesi Ia ingin senyum manis seperti Azara.
"Semua orang kalo lagi senyum itu pasti manis termasuk kamu." Balas Azara memuji Gesi sambil menangkup wajah kusut Gesi.
"Coba deh lho senyum pasti manis bahkan manisnya melebihi gula." Ucap Rara menarik kedua pipi Gesi membuat bentuk senyuman lebar.
"Sakit Ra, pipi gue diteken teken ditarik keatas." Balas Gesi mengusap kedua pipinya.
"Tuhkan manis, gue aja jadi iri sama senyuman manis lho." Ucap Rara menatap Gesi yang sedang mengusap usap pipinya.
__ADS_1