PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN

PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN
Bab 7 keributan dijalan


__ADS_3

"Ayo kak bunda sama ayah udah nungguin." Ucap Azara dan menarik tangan kakaknya namun kakaknya tidak bergerak sedikit pun.


"ayo kak." Ucap Azara dan kembali menarik tangan Rafael dan hasilnya sama tidak bergerak sedikit pun.


"Lemah." Ledek Rafael menatap Azara dan tersenyum meremehkan adiknya, setelah mengambil tas dan kunci motornya ia langsung berjalan mendahului adiknya yang berada dibelakangnya.


Mereka pun sampai dimeja makan yang sudah siap untuk sarapan, Rafael pun duduk disebelah adiknya yang sudah disamping ayahnya, mereka pun sarapan.


"Putri ayah mau bareng ayah gak berangkat sekolahnya?" Tanya Rendra sesudah sarapan.


"Mau,Yah jarang banget soalnya berangkat sekolah bareng ayah." Jawab Azara dengan bahagia Karena ia jarang pergi kesekolah diantar ayahnya.


"El ikut bareng ayah kesekolahnya." Ucap Rafael yang sedang memainkan ponselnya setelah sarapan.


"Oke kita bareng bareng." Balas Rendra.


"Terus nanti kamu pulang pake apa El?" Tanya Zira yang sedang mengupas buah jeruk.


"Tau nih kakak ikut ikutan ajah." Ucap Azara sewot, sambil memakan jeruk yang sudah dikupas bundanya.


"Apa apa marah, gampang itu mah bun." Balas Rafael dan menyimpan ponselnya kedalam saku celananya lalu mengambil jeruk yang sudah dikupas.


"awas aja kalo kamu minta mang diman suruh bawa motor kamu buat pulang." Ucap Zira, Karena jika Rafael tidak membawa motor ia akan meminta kepada bundanya untuk mang diman mengantarkannya kesekolah.


"Pasti sih bun." Ucap Rafael lalu tersenyum.


"Gak bakal Bunda anterin." Balas Zira yang sedang memakan jeruk.


"Jangan bunda jangan mau." Balas Azara mendukung bunda.


"Yey emang bunda bisa bawa motor." Ucap Rafael meledek bundanya dengan tawaan kecil.


"Wah, Bunda Kak El ledek Bunda potong uang jajan Bun." Ucap Azara mengeleng gelengkan kepalanya, ia tak habis pikir dengan kakaknya sudah berani mengejek Bundanya sendiri.


"Nanti Bunda potong 80%." Balas Zira mengancam Rafael.


"Yakan emang bener emang Bunda bisa, jangan Bunda sayang uang jajan El kalo kurang." Balas Rafael yag masih dengan tawaannya.


"Jangan dikasih aja Bun, uang jajannya." Ucap Rendra mendukung Istrinya.


"Tapi kasian Yah kalo Kak El gak dikasih uang jajan nanti Kak El kelaperan disekolah nya." Balas Azara yang sudah merasa kasihan kepada kakaknya.


"Iya Bun bener kata Aza." Ucap Rafael yang sudah berubah wajah menjadi lemas Karena uang jajannya akan dipotong bundanya.


"Bunda cuman bercanda ga mungkin Bunda potong uang jajan kamu." Balas Zira tersenyum dan memberikan uang jajan kepada Rafael dan Azara.


"Bunda, Azara pamit assalamualaikum." Ucap Azara setelah mencium tangan bundanya.


"Bun assalamualaikum." Ucap Rafael dan mencium tangan bundanya.


"Yah ayo Yah berangkat." Ucap Azara.


"Ayo." Balas Rendra beranjak dari duduknya.


"Assalamualaikum." Ucap Rendra kepada istrinya.


"Waalaikumsalam." Balas Zira lalu mencium tanga suaminya.


Setelah Zira mengantarkan suami dan anaknya keluar, Zira masuk dan kembali ke meja makan untuk membersihkan meja makan.


__ADS_1


"Rey nanti habis pulang sekolah langsung pulang jangan kemana mana dulu." Ucap Yunia setelah memberikan roti yang sudah dioleskan coklat untuk Rey dan Suaminya.



"Mau kemana Bun." Balas Reyvano menatap Bundanya.



"Ke toko berlian Bunda beli cincin pernikahan buat kamu." Ucap Yunia yang tengah mengoleskan coklat kedalam roti.



"Iya nanti Rey langsung pulang." Balas Reyvano, yang sudah anteng dengan rotinya.



"Rey minta soal pernikahan ini jangan di publik cukup keluarga." Ucap Reyvano Setelah meminum susunya.



"Kalo soal itu kamu gak perlu takut Rey ayah pasti privat soal pernikahan kamu." Balas Ryan.



"mending dipublik Rey dari pada di privat kan mas." Ucap Yunia ia tidak ingin menyembunyikan pernikahan anaknya bahkan ia ingin semua orang tau bahkan anak akan menikah.



"Gak Bun." Balas Reyvano beranjak dari kursi meja makan untuk pamit pergi sekolah.




"Serah Bunda." Balas Reyvano yang sudah bingung dengan Bundanya yang selalu meledeknya.



"Yah Bun, Rey pamit assalamualaikum." Ucap Reyvano mencium punggung tangan kedua orangtua.



"Waalaikumsalam." Balas kedua orangtuanya.



"Gue gak kebascam." Ucap Reyvano disebrang telepon.


"Gue kira lho bakal kesini kita udah nungguin nih." Balas Dirta, ya! Reyvano menelpo Dirta supaya tidak menunggunya.


"Langsung jalan." Ucap Reyvano saat ia sudah berada dihadapan motornya.


Tuttt


Reyvano pun mematikan sambungan telepon, setelah ia memasukkan ponselnya kedalam jaket yang berlogo ELLAZERS ia langsung menaiki motor dan memakai helm full facenya ia pun langsung melajukan motor dengan kecepatan tinggi.


Saat ditengah tengah jalan ia tak sengaja melihat gadis yang sedang ditarik paksa oleh dua orang yang seumuran dengannya.


"Lepasin." Teriak gadis memberontak yang ditarik paksa untuk mengikuti ke dua orang tersebut.


"Lepasin gue." Ucap nya yang masih ditarik paksa dengan kasar.

__ADS_1


"Kalo lho nurut sama kita gua bakal lepasin lho." Balas Satu orang, mengangkat dagu gadis yang berada dihadapannya yang sedang menunduk.


"Lepasin gue." Ucap Gadis itu lagi dan menatap lelaki yang mengangkat dagunya.


"Gak bakal gue lepasin lho sebelum lho ikut sama kita." Balas lelaki itu dengan senyuman licik.


"Gue gak bakal ikut lho berdua paham." Ucap Gadis itu yang sudah bergemetar dan mencoba melawan.


"Kalo lho gak mau terpaksa gue seret lho." Balas lelaki itu lagi dan kembali menarik gadis itu dengan kasar supaya ia masuk kedalam mobil.


"Tolong tolong tolong." Teriak gadis itu sambil terus memberontak supaya ia bisa lepas dari kedua orang tersebut.


Tepat dihadapan Gadis dan kedua orang tersebur Reyvano memberhentikan motornya membuat gadis dan kedua orang itu terkejut karena hampir mereka tertabrak.


"Turun lho." Bentak salah satu orang dari mereka.


"Tuli kali yah nih orang disuruh turun malah diem." Ucap orang tersebut cegegesan.


"Kasih pelajaran langsung Doni." Ucap teman satunya lagi yang sedang menyekal Gadis yang mereka paksa untuk ikut.


Doni ternyata nama orang yang sedang berbicara dengan Reyvano ialah Doni yang terus memaksa Gadis itu untuk ikut bersamanya.


Doni pun langsung menarik Reyvano dan memukulnya tepat diperutnya.


Bugh


Bugh


Namun Reyvano tidak tinggal diam ia langsung membalas pukulan, dengan beberapa kali pukulan.


Bugh


Bugh


Bugh


Reyvano memukul Doni tepat dirahang kiri dan kanan lalu ia memukulnya lagi tepat diperutnya dengan keras membuat Doni tersungkur ditepi jalan.


Reyvano menghampiri Doni yang sudah tersungkur, lalu ia mencekal kerah baju Doni dan kembali memukul wajahnya.


Bugh


Bugh


Sedangkan Doni ia sudah kehabisan tenaga dan kesakitan, bahkan bibir Doni pun sedikit robek hingga mengeluarkan darah segar dibibir nya.


"Lepasin." Ucap Reyvano kepada teman Doni yang sedang mencekal tangan Gadis itu.


"Halu lho gue lepasin." Balas teman Doni senyum licik.


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh


Dengan cepat Reyvano memukul teman Doni sampai tidak memberikan cela untuk teman Doni melawannya.


Sedangkan gadis yang ditarik paksa Doni dan temannya ia ketakutan melihat Reyvano memukul Doni dan temannya hingga tak sadarkan diri tergeletak dijalan.

__ADS_1


__ADS_2