PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN

PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN
Bab 8 Reyvano seperti preman


__ADS_3

"Ada yang luka?" Tanya Reyvano menatap Gadis itu yang sedang berjongkok dengan penuh rasa takut.


Namun Gadis tersebut tidak menjawab pertanyaan Reyvano ia sedang dalam ketakutan membuat melamun dan di selimuti rasa takut.


"Gue cuman nolongin lho." Ucap Reyvano.


"Sebaiknya lho pulang." Ucap Reyvano yang sudah memakai kebalik helm miliknya.


"Makasih." Balas Gadis tersebut mengangkat wajahnya dan menatap Reyvano yang sudah memakai helm dan berada diatas motor miliknya.


Reyvano hanya membalas dengan anggukan, sebelum ia pergi Reyvano sudah memesan taxsi untuk gadis tersebut karena tak mungkin ia mengantarkan gadis itu apalagi ia sedang mengejar waktu, tidak lama kemudian taxsi yang dipesan Reyvano pun datang yang atas nama Qiara Quennatasva, ia mengetahui nama gadis itu dari papan nama di baju sekolahnya.


Setelah taxsi datang Reyvano langsung menyalakan motornya dengan kecepatan tinggi karna jam sudah menunjukan 07:10.


"Silahkan masuk mba Qiara." Ucap Mas taxsi dengan ramah sambil membukakan pintu mobil untuk Qiara.


"Maaf mas tapi saya tidak pesan taxsi." Balas Qiara yang masih diselimuti rasa ketakutan.


"Tapi mba ini taxsi yang dipesannya atas nama Mba Qiara quennatasva." Ucap Mas taxsi.


"Tapi mas saya tidak pesan." Balas Qiara ia sudah terasa sedikit pusing karena ia tak habis pikir bagaimana bisa memesan taxsi bahkan ia pun dari tadi belum sempat menyentuh ponselnya.


"Jika mba tidak percaya mba bisa lihat sendiri." Ucap Mas taxsi memperlihatkan ponselnya yang sudah dipesankan atas nama Qiara Quennatasva.


"namanya memang benar atas nama aku tapi aku tidak memesan taxsinya." Batinnya.


"mungkin mba memang tidak memesan taxsi tapi mungkin mas yang tadi memesankan taxsi nya untuk Mba".Ucap Mas taxsi menebaknya, namun memang benar tebakan mas taxsi jika Reyvano memesan taxsi untuknya.


"apa memang benar lelaki yang menolong ku tadi yang memesankan taxsi untuk ku." Batinnya.


"mari mba saya antarkan." Ucap mas taxsi mempersilahkan Qiara masuk kedalam mobil


Qiara hanya membalasnya dengan anggukan ia pun langsung masuk kedalam mobil, dengan pikiran yang sudah berkeliaran kemana mana dan perasaan rasa takut masih ada.


~~~~~


Tepat pukul 07 : 35 Reyvano baru saja sampai disekolah SMA GARUDA, dan ia sedang berada diparkiran memarkiran motornya, setelah memarkiran motornya ia langsung pergi menuju kelasnya karena lima menit lagi guru kelasnya akan datang.

__ADS_1


Reyvano pun berjalan dengan sebelah tangan dimasukan kedalam celana abu abunya, setelah ia melewati beberapa kelas ia pun sudah berada didepan kelasnya ia langsung masuk dan melewati teman temannya yang sudah berada dikelas.


"Gue kira lho mau bolos." Ucap Nano yang sedang duduk dan bersandar diujung tembok paling belakang dengan kedua tangan bersedekap didepan dada.


"Gue kira lho gak jadi sekolah." Ucap Renal yang sedang menyalin tugas kemarin yang belum ia selesaikan.


"Paketu baru datang mampir kemana dulu nih." Ucap Ergio ia baru sadar dengan kehadiran Reyvano yang sudah berada dibelakangnya, Karena ia terlalu fokus dengan ponselnya.


"lho mau sekolah atau mau jadi preman sekolah?" Tanya Fenki melirik Reyvano dari atas sampai bawah karena seragam yang dikenakan Reyvano seperti seorang preman baju keluar dasi tidak rapih, sambil memutar mutar pensilnya.


Sedangkan Reyvano ia langsung duduk disebelah Dirta tepat nya lagi ditempat duduknya, ia tidak berniat untuk membalas ucapan teman temannya yang sudah Seperi wartawan.


"Nal kenapa tuh." Bisik Nano, Karena baru kali ini melihat Reyvano kesekolah dengan seragam seperti preman.


"kagak tau gue." Balas Renal yang sudah selesai menyalin tugasnya.


"Gio kenapa tuh anaknya Om Rendra." Bisik Nano ditelinga Ergio membuat Ergio geli merinding Karena bisikan Nano.


"geli anjirrr merinding gue." Balas Ergio mengeplak kepala Nano.


"Anjir sakit kepala gue." Ucap Nano mengeplak balik kepala Ergio sambil mengelus kepalanya sendiri yang kesakitan karna keplakan Ergio.


Tak lama kemudian ibu Gisa guru Seni budaya masuk dan disambut oleh siswa dan siswi.


"assalamualaikum wr.wb." Sambut siswa siswi dengan kompak.


"waalaikumsalam wr.wb baca doa dimulai." Balas ibu Gisa dan mulai membaca doa surat pendek dan doa belajar.


"Silahkan dibuka buku catatannya." Ucap Ibu Gesi, mereka pun membuka buku catatannya.


~~~~~


Bel istirahat pun berbunyi waktu yang ditunggu tunggu para siswa dan siswi SMA GARUDA untuk mengisi perutnya yang kelaparan.


"Gue mau ke kantin lho pada mau ikut?" Tanya Nano yang sudah tidak bisa menahan perutnya yang sudah kelaparan yang membuat ia ingin segera mengisinya.


"tumben lho mau ke kantin biasanya juga ke warung mbo semi." Jawab Renal yang sudah berada didepan kelas tiba tiba memunculkan kembali kepala kedalam pintu kelas.

__ADS_1


"gue lagi pengen bakso Bi marni yang enaknya gak ada tandingnya beuh." Ucap Nano yang terus menelan salivanya karna ia sudah ngiler dengan bakso bi Marni yang mantap surantap yang sudah lama ia tidak memakannya.


"Gue ikut Nan sekalian gue juga mau bakso Bi Marni udah lama gak makan bakso Bi Marni." Balas Renal ia juga ingin memakan bakso Bi Marni.


" Yo Nal gas udah gak tahan nih gue." Ajak Nano sudah berjalan diikuti Renal dibelakangnya.


sedangkan Reyvano ia sudah lebih dulu pergi entah kemana mereka pun tidak tau kemana perginya Reyvano.


"Gue mau ke warung Mbo Semi lho mau ikut kita Dir?" Tanya Ergio Karena ia dan Fenki akan pergi ke warung Mbo Semi.


"lho berdua duluan aja." Jawab Dirta denga wajah batunya.


"yaudah gue duluan." Ucap Fenki menepuk pundak Dirta, lalu pergi bersama Ergio kewarung Mbo Semi, karna warung Mbo Semi sudah menjadi tongkrongan Anak ELLAZERS sejak mereka kelas 1 SMA hingga sekarang.


~~~~~


Setelah teman temannya pergi, Dirta beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju rootrof, Karena ia yakin Reyvano pasti sedang berada di rootrof.


Dan benar saja setelah ia sampai diatas rootrof Reyvano sedang bersandar dengan kepala menunduk dan kedua tangan di masukan kedalam celananya.


Decitan sepatu Dirta pun terdengar oleh Reyvano, membuat ia menoleh kearah suara sepatu yang semakin dekat dengannya.


"kenapa lho?" Tanya Dirta saat ia sudah berada disamping Reyvano.


Reyvano menjawabnya dengan gelengan kepala saja, itu tanda ia sedang tidak baik baik saja.


"tadi lho dari mana?" Tanya Dirta karena merasa aneh dengan sikap sahabatnya hari ini sedikit berbeda sejak Reyvano masuk kedalam kelas sampai ia berada sampingnya.


"ada urusan." Jawab Reyvano tanpa menoleh kearah sampingnya.


"urusan apa sampai baju lho ke gitu." Ucap Dirta ia ingin mengetahui urusan apa yang Reyvano urus hingga baju yang ia kenakan berantak tidak ada kata rapih sedikit pun.


"berantem." Balas Reyvano dengan santai.


"pantes." Ucap Dirta, sebenar ia sudah tahu Reyvano sudah berkelahi karena sudah terlihat jelas dari baju yang dikenakan Reyvano, namun ia hanya ingin memastikan benar atau tidak tebakannya dan ternyata benar.


"Lho punya masalah?" Tanya Dirta membuat Reyvano menoleh kearah.

__ADS_1


"keliatan dari sorot mata lho." Ucap Dirta yang sudah duduk dengan kedua tangan diatas lutut kedepan.


"Gue dijodohin minggu depan gue nikah." Jawab Reyvano membuat Dirta sedikit terkejut dengan jawaban Reyvano.


__ADS_2