
"Assalamualaikum." Ucap Azara yang baru saja pulang sekolah, lalu menemui bundanya dan mencium tangannya.
"Waalaikumsalam." Balas Zira yang sedang duduk diruang tengah, Azara pun duduk disebelah bundanya.
"Mandi dulu gih, habis mandi kamu solat terus kita makan." Ucap Zira pada putrinya.
"Iya bun Azara masuk kekamar dulu bersihin badan udah lengket ke gini." Balas Azara dengan cengengesan dan pergi keatas kamar.
Zira membalasnya dengan anggukan dan senyuman pada putrinya, tidak lama kemudian Rafael dan Rendra pun baru saja pulang mereka bertemu ketika dijalan menuju arah pulang.
"Assalamualaikum." Ucap Rendra dan Rafael bersamaan, Rafael pun mencium tangan bundanya.
"Waalaikumsalam." Balas Zira dan mencium tangan suaminya.
Rafael yang sudah gerah pun pergi kekamar untuk membersihkan badannya.
Reyvano yang kini masih berada dijalan perjalanan menuju rumahnya ia sengaja memperlambat motornya karna ia ingin menikmati angin di sore hari, saat ia menikmati angin di sore hari ia tak sengaja melihat seorang anak berumuran 8 tahun sedang memakan makanan dari tempat sampah, ia pun langsung memarkirkan motornya dan menghampiri anak yang sedang memakan makan dari tempat sampah.
Reyvano langsung mengambil makanan yang berada ditangan anak yang tadi, bahkan anak tersebut pun terkejut karna Reyvano mengambilnya secara tiba tiba, Reyvano langsung membuang makanan yang anak tadi ia sudah makan.
anak tersebut langsung menangis karna terkejut sekali gus takut dengan Reyvano yang berada dihadapannya.
"Maaf de kakak bukan orang jahat." Ucap Reyvano dingin sambil berjongkok dihadapan anak tersebut.
"Tapi kakak kenapa ambil makanan aku." Balas anak tersebut dengan isakan.
"Karna makanan yang kamu makan tidak baik untuk kesehatan tubuh." Balas Reyvano dan menenangkan anak tersebut.
"Tapi kak itu makanan aku." Ucap anak tersebut yang sudah tidak menangis lagi.
"Kakak Teraktir makan mau?"Tanya Reyvano dengan senyuman tipis.
"Mau kak." Jawab anak tersebut dengan girang.
"Kita makan didepan sana." Ucap Reyvano dan mengandeng tangan anak tersebut, menunjuk pada pedagang nasi goreng yang tidak jauh dari mereka.
"Iya kak ayo." Balas anak tersebut dengan girang, mereka pun pergi meuju pedagang nasi goreng.
"Kakak gak mau makan?" Tanya anak tersebut kepada Reyvano.
"Kakak udah makan jadi ade aja yang makan." Jawab Reyvano yang sedang memperhatikan anak yang berumur 8 tahun.
"Oh iya kak nama kakak siapa?" Tanya anak tersebut yang sedang memakan nasi goreng.
__ADS_1
"Rey, nama ade".jawab Reyvano.
"Lio kak, aku kira kakak orang jahat yang sering malak ternyata kakak orang baik." Jawab lio anak laki laki yang berumur 8 tahun yang Rey temui dijalan.
"nama yang bagus, habisin makannya." Ucap Rey dan mengelus kepala lio yang sedang makan dengan lahap.
Setelah selsai makan Lio, Rey pun membayar makanan dan memesankan 2 bungkus nasi goreng untuk Lio bawa pulang.
"Makasih kak udah traktir Lio sama beliin nasi goreng buat Lio." Ucap Lio dengan senang.
"Sama sama." Balas Rey dengan senyuman.
"Sekali lagi makasih ya kak udah kasih lio makanan yaudah kak Lio pamit pulang dulu assalamualaikum." Ucap Lio pamit dan mencium tangan Reyvano.
"waalaikumsalam Hati hati." Balas Reyvano, ia pun pergi menuju motor yang ia parkiran, menyalakan motornya.
Reyvano pun tiba dirumahnya, ia memasukan motor kedalam garasi. lalu masuk kedalam rumah tak lupa ia mengucapkan salam.
"assalamualaikum." Ucap Reyvano menghampiri kedua orangtuanya yang berada diruang tamu.
"Waalaikumsalam." Balas Yunia dan Ryan yang sudah pulang dari tadi.
Reyvano pun mencium tangan kedua orangtua, dan duduk disebelah bundanya sambil bersandar dibahu bundanya.
"Gapapa bun." Jawab Reyvano yang masih bersandar di bahu bundanya.
"Anak tunggal bunda mandi dulu sana biar badannya seger." Ucap Bunda Yunia.
"Kamu ini Rey udah SMA masih aja manja sama bunda." Celetuk Ryan yang sedang menonton tv.
"Kamu tuh Rey cocoknya manja sama istri bukan sama bunda." Celetuk Ryan lagi.
"Iya bener kata ayah kamu Rey." Balas Yunia yang sedang mengelus rambut anaknya.
"Hmm." Jawab Reyvano lalu beranjak dan pergi ke kamarnya, ia menghiraukan obrolan bunda dan ayahnya.
Bunda Yunia tersenyum melihat Rey langsung pergi Setelah ayah dan bundanya menyuruhnya untuk menikah diusia muda.
Bunda Zira kini sedang memasak di dapur untuk makan malam, setelah beberapa menit makanan pun sudah siap untuk santap.
"Sini anaknya bunda makan malam dulu." Ucap Zira melihat anak anak yang baru saja turun menuju meja makan.
Mereka yang baru saja turun dari tangga berjalan menuju meja makan, mereka pun duduk dan Zira mengambil nasi untuk suami dan anaknya.
Setelah bunda Zira mengambilkan makanan untuk suami dan putranya, lalu ia memberikan makanan untuk putrinya Azara.
"Putri bunda mau makan sama apa?"Tanya Bunda Zira.
__ADS_1
"Sama ayam aja bun." Jawab Azara.
"Oke." Ucap Zira dan mengambil ayam goreng lalu ia memberikannya pada putrinya.
"Makasih Bunda." Balas Azara.
"Sama sama cantik bunda." Ucap Bunda Zira tersenyum, mereka pun makan malam bersama.
Setelah selesai makan malam, Rendra langsung kekamar untuk meriksa dokumen yang dikirimkan lewat gmail oleh Bima, begitu pun dengan Rafael Ia lebih dulu masuk kedalam kamarnya, sedangkan Azara ia membantu Bundanya membersihkan meja makan.
Setelah membantu bunda nya ia langsung pergi kekamar untuk mengerjakan tugas yang diberikan gurunya, begitu pun dengan Zira ia pun langsung masuk kedalam kamar.
Keluarga Ryan kini sedang bersantai santai diruang tamu bersama anak tunggalnya, mereka baru saja selesai makan malam.
"Rey kalo bunda sama ayah minta kamu nikah muda apa Rey bakal mau?"Tanya Yunia.
"Tergantung." Jawab Reyvano menatap bundanya.
"Maksud kamu tergantung apa Rey?Tanya Ryan yang tidak mengerti dengan ucapan Reyvano yang setengah setengah.
"Tergantung bunda." Jawab Reyvano yang berada disamping bundanya, bunda Yunia paham dengan jawaban Reyvano itu tandanya Reyvano mau menikah muda jika bundanya yang menginginkannya menikah muda.
"Berarti Rey mau nikah muda dan terima perjodohan ayah kamu." Tanya Yunia menatap putranya dengan bahagia.
"kapan ada perjodohan." Jawab Reyvano dan menatap ayahnya.
"Sejak kamu kelas 6 sd." Balas Ryan dengan ekspresi serius, karna ia akan membicarakan soal perjodohannya kepada Reyvano malam ini.
"Rey gak tau." Balas Reyvano dengan wajah bingung, Karena ia tidak mengerti bagaimana bisa ia dijodohkan sejak kelas 6 sd sedangkan ia baru saja taunya sekarang saat ia sudah kelas 3 sma.
"Iya makanya ayah mau beritahu kamu soal menikah muda dan perjodohan kamu dengan sahabat anak ayah." Ucap Ryan dengan serius.
"Jadi ayah sama sahabat ayah sudah sepakat jika anak kita sudah besar nanti kita akan menjodohkan anak kita." Ucap Ryan.
"Karena kalian sudah dewasa dan juga umur kalian udah pas untuk menikah muda jadi ayah dan temen ayah mau kalian menikah." Lanjut Ryan.
"Jadi gimana Rey kamu terimakan perjodohan yang ayah berikan." Tanya Ryan menatap anaknya.
"Jika kamu keberatan dengan perjodohan ini, bunda gak akan maksa kamu untuk menerima perjodohan ayah kamu." Lanjut Yunia, melihat anaknya yang tidak kunjung menjawab pertanyaan ayahnya.
"Rey terima." Jawab Reyvano tanpa memikirkan siapa wanita yang dijodohkan dengannya, ia hanya tidak ingin membuat kedua orangtuanya kecewa, jawaban Reyvano yang ditunggu tunggu pun membuat kedua orangtuanya tersenyum lebar.
"Ayah menjodohkan kamu karena ayah ingin kamu menikah dengan perempuan baik, karena ayah yakin anak sahabat ayah anak perempuan baik, cantik lagi." Ucap Ryan.
"Bunda bahagia kamu mau nerima perjodohan ayah kamu." Ucap Yunia dengan senyuman lebar di bibirnya.
"Ayah akan urus secepatnya." Ucap Ryan dengan bahagia.
"Iya yah, lebih cepat lebih baik." Balas Yunia.
"Kamu hanya fokus izab qobul untuk pernikahan kamu, ayah tidak ingin ketika kamu mengucapkan izab qobul kamu malah ngawur kemana mana." Ucap Ryan sambil menepuk pundak putranya.
Reyvano membalasnya dengan tatapan, karna bisa bisa ia diledek oleh ayahnya sendiri, jelas jelas anaknya pinter mana mungkin dia tidak hafal izab qobul.
"Sudah Yah, sebaiknya ayah istirahat supaya nanti pagi ayah bisa urus dengan cepat, Rey kamu juga besok kamu sekolah." Ucap Yunia, mereka pun pergi kekamar masing masing.
Reyvano tidak langsung tidur, kini ia sedang berada di balkon kamar miliknya melihat bulan yang begitu indah dan cerah dan bintang yang begitu mengkilap, yang mampu membuat Reyvano tidak pernah bosan melihatnya.
Menatap langit yang dihias seribu bintang yang begitu cerah dan indah dan bulan sabit yang begitu indah.
__ADS_1
Setelah ia menenangkan pikirannya ia kembali ketempat tidur untuk beristirahat.