PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN

PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN
Bab 12 orang yang dirindukan


__ADS_3

"Gue kira pembulian udah gak ada ehk ternyata masih ada." Ucap Nano sambil mengusar rambutnya kebelakang.


"Banyak Nan lho nya aja yang gak tau." Balas Renal yang sedang memakan permen karet.


Sontak membuat Nano terkejut Ia kira pembulian sudah punah ternyata Ia yang tidak tau.


"Kalo misalnya pembuli berkumpul dan bersatu dunia akan hancur Nal." Ucap Nano menepuk pundak Renal membuat Renal berhenti berjalan.


"Gue sebagai orang tertampan dan pemberani gue bakal basmi pembulian." Balas Renal menepuk nepuk dadanya berkali kali.


"Bersatu membasmi pembulian." Ucap Nano menepuk pundak Renal.


"Kadang gue suka mikir apa untungnya coba ngebuli orang." Balas Renal kembali berjalan menuju perpustakaan.


"Iya tuh Nal gue juga suka bingung apa untungnya coba ngebuli orang yang ada nambah nambah dosa yakan." Ucap Nano.


"Yoi bener tuh." Balas Renal mengacukan jempolnya.


"Tapi gue heran sama yang di buli kenapa dia gak ngelawan gitu kenapa harus diam dan membisu kalo dibuli." Ucap Nano.


"Orang yang di buli ya pasti bakal diam bego karena si pembuli mainnya keroyokan otomatis dia bakal kalah kalo ngelawan." Balas Renal.


"Udah ngebuli orang, keroyokan pula apa yang harus dibanggain coba." Ucap Nano mengeleng gelengkan kepala.


~~~~~


"Ibu beli sayur sebanyak ini buat apa?" Tanya Bi Hani dengan kedua tangan memegang 2 kantong plastik yang berisi sayuran.


"Nanti juga Bibi tau, nanti Bi Heni bantuin saya masak ya." Jawab Bunda Zira memasukan belanjaan yang berisi sayuran kedalam bagasi mobil.


"Pasti dong bu." Ucap Bibi Hani tersenyum.


Setelah menempuh perjalanan, Bunda Zira dan Bibi Heni pun sampai dikediamannya.


"Mari kita masak Bi." Ucap Bunda Zira setelah sampai di dapur dan menyimpan sayuran diatas meja.


"Ayo Bu." Balas Bibi Heni tersenyum.


Mereka pun mulai memotong dan memasak sayuran.


~~~~~


"Gays gays berhubung hari ini gue bawa mobil jadi gue mau anterin lho semua." Ucap Rara yang sedang memakai tas ranselnya.


"Mantep jadi gue gak perlu nungguin taksi lama lama." Balas Gesi bertepuk tangan.


"Setiap hari ke lho anterin kita." Ucap Alviya yang sedang memasukan buku kedalam tasnya.


"Tumpangan gratis nih." Balas Viona senang.


"Tumpangan gratis gak boleh dilewatin." Ucap winda menyenggol pinggul Azara.


"Yoi dong Win jarang jarang nih kita pulang bareng." Balas Azara membalas kembali senggolan Winda dan tersenyum.

__ADS_1


"Berangkat." Ucap Rara berjalan bersama teman teman menuju tempat parkiran, mereka pun sampai ditempat parkiran tanpa banyak bicara mereka pun langsung masuk kedalam mobilnya.


"Kapan kapan lho pada main ke kerumah gue." Ucap Rara didalam mobil sambil menyetir.


"Besok hari minggu nih, gimana besok aja kita main kerumah lho Ra?" Tanya Gesi.


"Gue setuju udah lama juga kita gak main kerumah Rara." Jawab Alviya menghadap kebelakang.


"Gue si ikut ikut aja." Ucap Viona dari tadi Ia senyam senyum sendiri dengan ponselnya.


"Nanti Aza izin dulu sama bunda." Balas Azara tersenyum.


"Kalo lho wi." Ucap Rara namun terpotong oleh Winda.


"Jangan ditanya gue juga pasti ikut." Ucap Winda bersedekap dada.


"Oke gue tunggu jam 9 pagi." Ucap Rara senang.


~~~~~


Setelah pulang sekolah anggota ELLAZERS berkumpul dibascam karena mereka akan pergi ke panti asuhan.


"Berangkat sekarang aja." Ucap Nano yang sedang memainkan ponselnya, karena mereka akan pergi ke panti asuhan.


"Bentar gue ambil uangnya dulu." Balas Fenki beranjak pergi mengambil uang 20 juta.


"Udah lho ambil semua uangnya." Ucap Renal memakan kacang goreng yang berada di pangkuannya.


"Paketu gak ikut." Ucap Nano Ia baru menyadari jika Reyvano tidak ada.


"yo berangkat." Balas Ergio memakai jaket hitam berlogo ELLAZERS dibelakang punggungnya, berjalan menuju parkiran.


Setelah diparkiran mereka pun langsung pergi menuju panti asuhan.


~~~~~


Kini mobil Rara sudah berada didepan rumah Azara, karena teman teman yang lainnnya sudah Ia antar pulang ke rumah nya masing masing dan kini tinggal Azara.


"Gak mau masuk kedalam dulu nih?" Tanya Azara, sebelum turun dari mobil Rara.


"Lain kali aja deh Za." Jawab Rara, tersenyum.


"Ouh yaudah makasih ya Ra." Ucap Azara turun dari mobil Rara.


"Iya Za, Byeee." Ucap Rara dari kaca mobil sambil melambaikan tangannya.


"Dahhh." Balas Azara melambaikan tangan sambil.tersenyum, Ia pun masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum." Ucap Azara yang baru saja masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumsalam." Balas Bi Heni dibelakang Azara, membuat Azara sedikit terkejut.


"Bibi ngagettin aja." Ucap Azara, mengelus elus dadanya.

__ADS_1


"Maaf Non." Balas Bi Heni tersenyum.


"Bunda dimana Bi?" Tanya Azara karena Ia tak melihat Bunda.


"Ibu lagi masak Non, permisi ya Non Bibi mau kedapur dulu." Jawab Bi Heni berjalan menuju dapur karena Bi Heni baru saja pulang dari pasar untuk membeli buah buahan.


Azara hanya membalasnya dengan anggukan, lalu Ia berjalan menuju kamarnya karena Ia ingin membersihkan badannya.


~~~~~


"Assalamualaikum." Ucap seseorang dari luar rumah.


"Wa'alaikumsalam." Balas Bunda Zira dari dalam dan beranjak pergi menuju pintu depan untuk menemuinya.


"Kakek Nenek." Ucap Bunda Zira senang dan memeluk kedua orangtuanya bergantian.


"Masuk Kek Nek." Ucap Bunda Zira, mempersilahkan mertuanya masuk kedalam.


"Iya Zira." Ucap Nenek Rania senang, Mereka pun masuk kedalam rumah.


"Bi tolong buattin teh manis ya." Ucap Bunda Zira.


"Siapa bu." Balas Bi Heni dan pergi ke dapur untuk membuat teh manis.


"Cucu cucu Nenek pada kemana ini Zira." Ucap Nenek Rania, Melihat sekeliling rumah karena Nenek Rania belum melihat Cucu cucunya.


"Iya ini pada kemana." Balas Kakek Rio, yang sedang membuka jaketnya, karena merasa gerah jadi Kakek Rio melepaskan jaketnya.


Kakek dari Rendra ayah Azara bernama Riozallarengo, dipanggil Kakek Rio.


"Azara ada dikamarnya baru pulang sekolah, kalo Rafael dia belum pulang mungkin sebentar lagi juga pulang." Ucap Bunda Zira.


"Ayo Kek, Nek diminum tehnya." Ucap Bi Heni tersenyum, menyodorkan 2 gelas teh manis untuk Kakek dan Nenek.


"Udah lama Nenek gak minum teh buattan kamu." Balas Nenek Rania lalu menyeruput teh manis.


"Makanya Nenek sering sering kesini nanti saya buattin setiap hari buat Nenek." Ucap Bi Heni dengan nampan yang berada ditangannya.


"Bisa aja kamu ini." Balas Nenek Rania tersenyum.


"Yasudah Kek Nek saya pamit ke dapur." Ucap Bi Heni pamit pergi ke dapur.


"Nenek kakek." Teriak Azara ditengah tangga, Ia pun langsung berlari ke ruang tamu menghampiri Kakek dan Nenek.


"Nenek Kakek." Ucap Azara Ia langsung memeluk keduanya dengan terharu bahagia, karena Ia sangat merindukan Kakek dan Neneknya yang sudah lama tidak bertemu.


"Kakek Nenek Aza kangen Banget." Ucap Azara masih memeluk Kakek dan Neneknya dengan bahagia, kini Ia bisa melepaskan kerinduannya kepada Kakek dan Neneknya.


"Nenek juga kangen benget sama cucu Nenek yang cantik ini." Balas Nenek Rania mengusap punggung cucu gadisnya.


"Makin besar makin cantik cucu Kakek." Ucap Kakek Rio setelah Azara melepaskan pelukannya.


"Nenek Kakek kenapa gak bilang bilang kalo mau kesini Azara kan bisa jemput Kakek Nenek." Ucap Azara mengengam tangan Kakek dan Neneknya.

__ADS_1


"Sengaja biar suprise sayang." Balas Nenek Rania mencium kedua pipi Azara dan terakhir dikeningnya.


__ADS_2