PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN

PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN
Bab 16 postingan


__ADS_3

"Gays foto foto dulu gays." Ucap Nano yang sedang memotret dirinya dikaca besar.


"Gas Nan, Gue ikut." Balas Renal menghampiri Nano untuk ikut berfoto sambil memperlihatkannya otot ototnya.


"Orang sosmed mah beda dikit dikit foto dikit dikit apload." Ucap Fenki yang baru saja datang dari toilet.


"Itu yang namanya anak gaul." Balas Nano yang masih memotret dirinya.


"Anak gaul apa anak alay?" Tanya Ergio tersenyum mengejek.


"Iri bilang bos." Ucap Nano yang masih memotret dirinya bersama Renal.


"Pale pale pale pale." Balas Renal lalu duduk disebelah Dirta.


"Gerah gue duduk sana aja lho." Usir Dirta menahan punggung Renal dengan tangannya agar Renal tidak duduk disebelahnya.


"Yaelah pelit amat lho sama gue." Ucap Renal lalu duduk disebelah Ergio.


"Ken, gue pinjem hp lho boleh gak?" Tanya Nano menatap Kenzi yang sedang memainkan ponselnya.


"Lho punya." Jawab Kenzi tanpa menoleh kearah Nano.


"Pinjem doang bentar." Ucap Nano membujuk Kenzi.


"Apaan sih lho." Balas Kenzi kesal.


"Pinjem bentar." Ucap Nano yang masih kekeh ingin meminjam ponsel Kenzi.


Hingga akhirnya Kenzi meminjamkan ponselnya kepada Nano, karena Ia tak ingin berbicara panjang.


"Thanks bro tenang aja gue gak bakal macem macem kok." Ucap Nano tersenyum bahagia, karena Ia bisa meminjam ponsel Kenzi.


Nano pun langsung mencari aplikasi, setelah menemukan aplikasi berwarna pink ke ungu ungunan Ia membuka aplikasinya dan mengetik sesuatu, entah mengetik apalah seorang Nano saya saja bingung?.


"Thanks you bro." Ucap Nano tersenyum lebar memberikan ponsel kepada pemiliknya.


"Kenapa lho senyam senyum?" Tanya Ergio merasa aneh dengan Nano karena Ia senyam senyum sendiri.


"Gak gak papa kok." Jawab Nano mengelengkan kepalanya lalu memainkan ponselnya.


"Gue kebelakang dulu bentar." Ucap Nano beranjak dari tempat duduk berjalan kebelakang bascam.


"Kenapa tuh anak?" Tanya Renal yang sedang memakan snack.


"Lagi bahagia kali." Jawab Fenki.


"Gak biasanya tuh anak senyum senyum sama hp, pasti ada sesuatunya nih gue yakin." Tebak Renal sambil mengacung gacungkan jari telunjuknya kekanan kakiri, Ia pun mengambil ponselnya untuk menyelidikinya.


"tuhkan bener apa gue bilang." Ucap Renal saat Ia membuka aplikasi pink ke ungu unguan Ia langsung melihat postingan foto, foto Nano yang sedang memperlihatkan ototnya setelah berolahraga tadi diakun Kenzi, *dengan caption Anak ganteng berotot lewat.*


Sedangkan Kenzi, Ia tak menyadari jika Nano memposting foto diakunnya.


"Apa sih Nal?" Tanya Ergio.


"Buka IG lho pada." Jawab Renal yang masih fokus dengan ponselnya, sambil membaca komentar komentar.


"Emang bener bener tuh ya si Nano." Ucap Ergio mengeleng gelengkan kepalanya saat Ia melihat postingan diakun Kenzi.

__ADS_1


"Parah banget tuh si Nano." Balas Fenki saat Ia melihat postingan itu.


"Gue emang udah curiga nih dari tadi." Ucap Renal yang masih menatap layar ponselnya.


"Woy, orang yang punya Akunnya kayanya belum tau nih." Ucap Dirta menarik turunkan alisnya kepada mereka.


"Ken, buka IG lho sekarang cepet." Titah Renal menatap Kenzi namun Kenzi Ia malah tak peduli dan acuh.


"Berisik lho." Balas Kenzi.


"Buka dulu IG lho Ken." Ucap Renal penuh penekanan.


Kenzi pun mengambil ponselnya yang tergeletak dilantai, Ia membuka aplikasi yang dimaksud Renal, setelah melihat postingan diakunnya, Kenzi langsung menghapusnya.


"Brengsek Nano." Umpat Kenzi merasa kesal dengan postingan di akunnya yang dibuat oleh Nano, apalagi caption yanh dibuatnya membuat Kenzi bergidik ngeri.


"Harus kasih pelajaran tuh Ken." Ucap Renal.


"Tuh cucurutnya dateng." Ucap Renal menunjuk kearah Nano yang sedang berjalan menuju mereka.


"Kenapa lho pada natap gue gitu amat, terpesona lho ya sama kegantengan gue." Ucap Nano pede tanpa merasa bersalah dan duduk disebelah Renal dan menepuk pundaknya


"Sorry gue normal." Balas Renal sinis dan menyingkirkan tangan Nano yang berada dipundaknya.


"Lho mosting 1 foto diakun gue bayar 1 m." Ucap Kenzi yang sedang memainkan ponselnya.


"1 foto 1M." Ucap Dirta tersenyum meledek.


"Jangan gitu lah Ken, gue cuman iseng tadi." Balas Nano kaku berbicara.


"Berani berbuat berani tanggung jawab." Ucap Ergio di iringi dengan senyuman.


"Aura kesombongannya mulai keluar nih." Ucap Fenki menatap Nano.


"Bukannya sombong tapi emang Ia gue punya tapi punya nyokap sama bokap gue, ya kalo gue udah pasti gak punyalah." Balas Nano.


"Anjir emang lho Nan." Ucap Renal tertawa sambil mengeplak pundak Nano membuat Nano sedikit menunduk karena keplakan Renal.


"Biasa aja gak usah dorong dorong pundak gue juga." Balas Nano membalas kembali keplakan Renal.


"Makanya jadi orang jangan suka berbuat seenaknya, jadi pahit kan rasanya." Ucap Fenki.


"Berisik lho, bantuin gue kek." Balas Nano.


"Ogah gue bantuin nya juga." Ucap Dirta.


"Tanggung sendiri akibatnya siapa suruh main main sama KENZI GARZINO." Balas Renal acuh tak ingin membantu sahabatnya.




Kini Azara sedang berada dikamar bersiap siap untuk pergi kerumah Rara dengan baju muslim berwarna cream dan warna kerudung yang senada membuat diirnya terlihat sangat cantik.



"Cantik itu bonus, jaga ahlak itu harus." Ucap Azara berbicara sendiri didepan cermin riasnya.

__ADS_1



"Udah jam segini 08 : 40, Kak Rafael udah siap siap belum ya?" Tanya Azara kepada dirinya sendiri.



"Samperin ahk." Ucap Azara beranjak pergi keluar kamar menemui kakaknya.



"Kak Rafael." Ucap Azara membuka pintu kamar kakaknya yang tidak terkunci.



"Apa?" Tanya Rafael yang sedang duduk dipinggir ranjang sambil memainkan ponselnya.



"Idih belum mandi jorok banget." Ucap Azara duduk disebelah Kakaknya dengan handuk dilehernya.



"Berisik." Balas Rafael yang masih memainkan ponselnya.



"Bau tau Kak kalo belum mandi sana buruan mandi bentar lagi mau jam 9." Ucap Azara menatap Kakaknya yang masih memainkan ponselnya.



"Wih adek gue udah cantik gini mau kemana nih." Ucap Rafael saat Ia melihat adeknya sudah rapih nan cantik.



"Kakak lupa kan nanti jam 9 Kakak anterin aku ke rumah Rara." Balas Azara sedikit ngegas, karena bisa bisanya Kakaknya lupa jika Ia akan mengantarkan adeknya kerumah temannya.



"Astagfirullah, Kakak hampir lupa untung diingetin." Ucap Rafael menepuk jidatnya dengan tangan kanannya.



"Tuhkan Kakak lupa untung Azara kesini, yaudah sana cepetan mandi." Balas Azara.



"Iya iya iya nih mau mandi nih." Ucap Rafael beranjak pergi kekamar mandi.



"Jangan lama lama mandinya, Azara tungguin dibawah." Ucap Azara sebelum menutup pintu kamar kakaknya.



"Iya bawel." Balas Rafael dari dalam kamar mandi.


__ADS_1


Azara kembali kekamar untuk mengambil ponsel dan tas kecilnya, setelah mengambil ponsel dan tas kecilnya Ia pun turun kebawah menunggu Kakaknya diruang tamu.


__ADS_2