
"Assalamualaikum kak." Ucap Azara pamit.
"Waalaikumsalam, semangat belajarnya." Balas Rafael sambil mengusap kerudung adiknya.
"Siap kak." Ucap Azara sambil menghormat kepada kakaknya dengan senyuman lebar.
Rafael hanya membalasnya dengan senyuman dan mengeleng gelengkan kepalanya, melihat tingkah adiknya yang selalu hormat padanya.
Setelah mengantarkan adiknya Rafael langsung pergi kesekolahnya yang tidak jauh dari sekolah Azara.
~~~~~
"Ada apa tuh rame rame." Ucap Viona melihat semua murid putri keluar kelas menuju tempat parkiran.
"Iya tuh rame banget." Ucap Alviya.
"Iya ada apa tuh rame rame." Ucap Gesi.
"Ada pertunjukan kali." Tebak Azara.
"Bisa jadi, tapi pertunjukan apa Za kok kita gak tau." Balas Winda, karena ia bingung pertunjukan apa yang sekolahnya adakan sampai sampai mereka tidak tau.
"Eh tunggu tunggu itu lari lari pada mau kemana?" Tanya Rara mencengkal tangan Qina adik kelasnya yang sedang berlari seperti yang lain.
"Itu kak katanya ada kak Reyvano sama temen temennya diparkiran." Jawab Qina, lalu kembali berlari.
"E alah gue kira ada apa." Ucap Viona yang sudah kepo dari tadi.
"Reyvano kelas 3 yang sekolah di sini kan." Ucap Alviya.
"Ya ialah besty, kalo bukan sekolah disini ngapain tuh orang ada disini." Balas Winda, sambil mencubit dagu Alviya.
"Reyvano kayanya aku baru denger namanya." Ucap Azara.
"Kamu baru denger Za, padahal dia senior kita." Balas Gesi.
"Baru tau ini juga dikasih tau sama kamu Ges." Balas Azara.
"Kalo gue cantik primadona disekolah ini mungkin gue juga bakal kaya Reyvano." Ucap Rara, sambil menghalu menjadi primadona di sekolah nya.
"sadar sadar woy, introspeksi introspeksi." Teriak Winda tepat ditelinga Rara.
"Anjir kuping gue budek." Balas Rara mendorong muka Winda dari telinganya.
"Reyvano tandingannya sama Azara woy." Ucap Viona mengusap wajah Rara.
"Emang orang baik selalu yang beruntung." Balas Rara dan bersandar dibahu Azara.
"Lah kok sama Azara." Ucap Azara bingung.
"Karena Kamu cewe primadona disekolah ini, Reyvano juga cowo primadona disekolah ini jadi kalian berdua cocok menjadi pasangan couple." Balas Viona merangkul Azara dari samping
"Kamu cocok tau Za sama Reyvano." Balas Gesi dengan tangan membentuk love di dadanya.
"Kalo kalian bedua jadi pasangan couple gue orang pertama yang bakal dukung kalian." Balas Rara dengan berharap mereka menjadi pasangan couple.
"Bener banget." Ucap Alviya bersorak dan bertepuk tangan.
"Setuju banget gue." Balas Winda menepuk pundak Azara.
__ADS_1
"Kalian gak salah makan kan?" Tanya Azara sambil mengecek kening sahabatnya satu persatu, karena ia bingung sendiri kenapa teman temannya tiba tiba menjodoh jodoh kan nya.
"Gue gak salah makan Za emang kenyataan kok kalian cocok." Jawab Rara, mengambil tangan Azara di kening nya.
"Udah udah pak Kino datang tuh." Ucap Azara melihat pak Kino sudah berada didepan kelasnya, pak Kino guru pkn yang mengajar kelas 2 ipa & ips.
Pak Kino adalah guru Pjok pun masuk ke kelas, disambut dengan murid kelas 2 ipa & ips.
~~~~~
"Alhamdulillah akhirnya kita jadi besanan yah." Ucap Yunia senang kar.na mereka akan menjadi besanan.
"Iya alhamdulillah." Balas Zira.
"sebaiknya kita tentukan saja tanggal pernikahan mereka sekarang lebih cepat lebih baik." Ucap Ryan sesudah minum kopi yang dipesannya.
"Yasudah kita tentukan saja sekarang tanggal dan tempat akad nikahnya." Balas Rendra yang sudah tidak sabar.
"Apa sebaiknya kita tanya dulu kepada Azara dan Reyvano supaya mereka yang menentukannya." Ucap Yunia.
"Tidak perlu, sebaiknya kita saja yang menentukannya karena mereka sibuk belajar." Balas Rendra.
"Bener juga kamu Ren." Ucap Ryan.
"minggu depan sepertinya tanggal yang bagus untuk pernikahan mereka." Ucap Bunda Zira.
"bagus saya setuju." Balas Yunia, setuju dengan tanggal pilihan Zira.
"saya juga setuju." Ucap Ryan menyetujuinya.
"Alhamdulillah perjodohan yang kita tunggu tunggu akhirnya terkabul juga." Balas Yunia diiringin senyuman lebar.
"Iya Yun, aku udah gak sabar melihat anak kita menikah." Ucap Bunda Zira, yang sudah tidak sabar ingin melihat putrinya menikah.
Setelah mereka membahas pernikahan anak mereka, mereka pun pamit pulang.
"Ya sudah kami pamit dulu assalamualaikum." Ucap Ryan dan Yunia pamit bersalaman.
"Waalaikumsalam, semoga semuanya lancar dan dimudahkan oleh allah SWT." Balas Zira sambil cipika cipiki.
"Amin." Ucap Yunia Ryan dan Rendra.
Setelah mereka menentukan tanggal pernikahannya mereka pamit pulang untuk beristirahat.
~~~~~
"Rey oper Rey." Teriak Dirta.
Reyvano pun melempar bola basket, kepada Dirta ia pun langsung menangkapnya lalu memasukannya kedalam ring.
"Nano oper oper." Teriak Renal, saat bola sudah berada ditangan Nano.
"Oper sini Nan." Teriak Fenki.
Nano kebingungan harus melempar kepada siapa karena ia tak ingin menyia nyiakan nya ia pun langsung melempar bola kedalam ring tanpa mengoper kepada siapa pun, tepat di sisi ring, bola tersebut jatuh kaluar.
"Lho si gue bilang oper oper lho malah main sendiri." Ucap Ergio, karena Nano tidak mengopernya dan hasilnya tidak masuk ring.
"Tau lho jadi kalahkan kita." Ucap Renal, kesal karna Nano tidak mengoper bolanya.
__ADS_1
"Gue bingung mau kasih siapa tuh bola yaudah gue masukin sendiri." Balas Nano dengan santai.
"dan hasilnya kita kalah bego." Ucap Renal, sekarang ia baru mendapatkan bolanya lalu melemparkan bolanya kepada Nano, dengan sigap Nano langsung menangkap bola yang dilemparkan Renal.
"Istirahat dulu woy." Ucap Fenki, ia sudah kelelahan ingin beristirahat.
"Rey istirahat dulu." Teriak Nano, karena Reyvano masih berlatih melemparkan bola kedalam ring, padahal ia sudah jago dalam memainkan bola basket.
setelah beberapa menit Reyvano menghampiri mereka yang sedang beristirahat, dengan keringat bercucuran di wajahnya.
"Gue haus nih, gue mau ke kantin dulu lho pada mau nitip kaga." Tanya Renal, yang sudah berdiri untuk membeli minuman, namun tiba tiba ada seseorang yang menghampiri Reyvano membuat Renal mengurungkan niatnya.
"Ini buat kak Rey pasti kak Rey hauskan." Ucap Meli adik kelas Reyvano kelas 1 ipa & ips, yang memberikan botol air mineral kepada Reyvano.
"Makasih." Balas Reyvano dan mengambil minuman yang diberikan Mila, ia pun langsung meminumnya.
"Cie ada yang perhatian nih." Ledek Nano.
"Uhuk uhuk saya gak dikasih nih." Celetuk Renal sambil pura pura batuk.
"kakak katanya tapi mau beli kan yaudah kakak beli aja." Balas Mila menatap Renal.
"Hahahah".
Sontak Nano, Ergio dan Fenki langsung menertawakan Renal saat mendengar balasan dari Mila.
"Kasian amat hidup lho Nal." Ucap Nano yang masih menertawakan Renal.
"Diem lho." Balas Renal Karena kesal Renal pun menutup mulut Nano dengan tangannya.
"Anjir tangan lho asin." Ucap Renal.
"Kaga anjir." Balas Nano, lalu ia menjilat tangannya sendiri untuk memastikan tangannya asin apa tidak.
"Mau aja lho gue bohongin." Ucap Renal dan berlari menghindari Nano.
"Anjir lho Renal." Teriak Nano kepada Renal yang sudah berlari.
"Yaudah kak aku pergi dulu." Ucap Mila pamit, pergi menuju kelasnya.
Reyvano hanya membalasnya dengan anggukan.
"Rey gue mau ke kantin lho mau nitip makan atau minuman." Tawar Renal.
"Gak." Balas Reyvano.
"Yaudah gue Ke kantin dulu, Fen, Dir, ayo." Ucap Renal mereka pun pergi ke kantin, sedangkan Reyvano ia pergi ke ruang ganti baju untuk Menganti baju olahraga dengan baju putih abu abu.
Ketika ia berjalan menuju ruang ganti, ia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang.
"Maaf kak maaf kak saya tidak sengaja." Ucap Azara panik! ternyata yang menabrak Reyvano ialah Azara yang baru saja keluar dari ruang ganti.
"Maaf kak saya tidak sengaja." Ucapnya lagi, sambil menunduk.
Karena tidak ada sahutan Azara pun mengangkat kepalanya keatas menatap Reyvano yang menatapnya juga tidak lama kemudian ia pun langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.
Reyvano tidak memperdulikan ucapan Azara, ia malah langsung melewati Azara yang berada dihadapannya.
"Astagfirullah ada orang seperti itu." Batinnya, Karena Azara baru kali menemui seseorang seperti Reyvano.
__ADS_1
Azara pun melanjutkan perjalanannya yang tertunda, menuju kelasnya, karena sahabatnya sudah menunggunya dikelas untuk berolahraga.
Semua murid kelas 2 ipa & ips pun berlari kelapangan untuk berolahraga.