PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN

PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN
Bab 4 Bekel


__ADS_3

Pukul 04:35 Reyvano sudah terbangun bahkan ia belum dibangunkan bundanya, karena Reyvano sangat langka jika ia bangun karena alarm, tapi jika suara adzan subuh sudah berkumandang ia akan terbangun karena ia akan melaksanakan salat subuh tapi ia kadang tertidur lagi setelah salat subuh hingga bunda Yunia harus membangunkannya lagi.


Reyvano saat ini ia sudah bangun dan duduk dipinggir kasurnya untuk mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul, setelah ia mengumpulkan nyawanya ia masuk kekamar mandi, membersihkan badannya dan berwudhu, setelah melaksanakan solat subuh dan rapi dengan seragam sekolahnya ia langsung turun kebawah menuju meja makan menemui bunda dan ayahnya.


"Bun." Ucap Reyvano yang sudah berada dibelakang bundanya, sedangkan bundanya sedang memasak sarapan pagi.


"Astagfirullah Rey." Balas Yunia terkejut dan berbalik kebelakang.


"Maaf bun." Ucap Reyvano dan tersenyum.


"Ya allah Rey kamu ini bikin bunda jantungan aja." Balas Yunia melihat dan mengelus gelus dadanya.


"Bun Rey pamit." Ucap Reyvano dan mencium tangan bundanya.


"Sarapan dulu Rey." Cegah Yunia, supaya Rey sarapan sebelum berangkat sekolah.


"Gak bun, Rey mau minum susu." Ucap Reyvano lalu duduk dikursi meja.


"Ya udah kamu tunggu dulu bunda bikinin." Balas Yunia dan membuat susu untuk Reyvano, tidak lama. Kemudian Bunda Yunia pun membawakan susu untuk Reyvano.


"Ini susunya." Ucap Yunia, memberikan 1 gelas susu putih khusus Reyvano, Reyvano pun langsung meneguk susu yang diberikan bundanya sampai habis.


"Emang kamu mau kemana Rey padahal masih jam segini?" Tanya Yunia, duduk disebelah kursi Reyvano dan mengelus rambut putranya dengan penuh kasih sayang.


"Rey mau kebascam bun, kumpul bareng temen teman." Jawab Reyvano.


"bunda buattin bekel, nanti kamu makan dibascam aja bareng temen teman kamu." Balas Yunia, lalu pergi ke dapur menyiapkan bekel untuk Reyvano.


"Iya bun." Balas Reyvano yang sedang menunggu Bundanya Membuat bekel untuknya.


Tidak lama kemudian bunda Yunia pun selesai membuat bekel untuk Reyvano, dengan wadah bentuk persegi, berwarna pink dengan gambar hello kitty, namun Reyvano tidak keberatan dengan wadah yang diberikan bundanya.


Bunda Yunia pun memasukan bekel Reyvano kedalam tas Reyvano.


"Rey pamit bun, assalamualaikum." Ucap Reyvano, mencium tangan bundanya yang kedua kalinya.


"Waalaikumsalam." Balas bunda Yunia tersenyum.


Kini Bunda Yunia selesai memasak sarapan pagi, tidak lama kemudian Ryan pun datang dengan seragam kantornya menuju meja makan.

__ADS_1


"Rey kemana bun kok gak ikut sarapan?" Tanya Ryan, karna ia belum melihat anaknya.


"Rey udah berangkat, katanya mau kebascam dulu." Jawab Yunia yang sedang mengambil makanan untuk suaminya.


"Oh." Balas Rendra dengan singkat.


~~~~~


Kini Azara sudah rapi dengan seragam sekolahnya, ia langsung turun kebawah ikut sarapan dengan ayah bunda dan kakaknya, mereka pun menikmati sarapan, setelah selesai sarapan Azara dan kakaknya pun langsung pamit kesekolah.


"Assalamualaikum." Ucap Rafael pamit dan mencium kedua tangan orangtuanya.


"Waalaikumsalam." Balas kedua orangtuanya, disusul Azara dibelakang kakaknya


"Assalamualaikum bunda ayah." Ucap Azara setelah mencium tangan kedua orangtuanya.


"Waalaikumsalam." Balas kedua orangtuanya, mereka pun berangkat sekolah begitu pun dengan Ryan berangkat kekantor.


~~~~~


Reyvano Albiyano ketua geng motor ELLAZERS, yang memiliki jiwa kepemimpinan dan bijaksana dalam pola berpikir.


"Ada paketu tuh datang." Ucap Renal yang sedang nyemil kacang goreng dengan kedua kaki diangkat keatas meja.


"Morning bro, gue tau kok lho kangen sama gue makanya kesini yakan." Ucap Nano memeluk Reyvano dari belakang.


membuat Reyvano bergidik ngeri Ia pun langsung menyingkirkan tangan Nano dan menendangnya perut Nano dengan keras, membuat Nano tersungkur kesakitan Karena tendangan Reyvano tidak main main.


Reyvano pun berbalik menatap Nano dengan tatapan elang yang tersungkur kesakitan, ia pun duduk disamping Dirta yang sedang memainkan ponselnya.


"Nih bocah emang gak bisa diem baru aja lho gangguin gue sekarang Reyvano selanjutnya siapa lagi." Celetuk Fenki karna ia mendapatkan perlakuan yang sama seperti Reyvano.


"Yaelah gitu amat, lho pada bikin gue seneng dikit napa, dengan cara lho terima perlakuan gue".ucap Nano mengusap usap punggungnya yang sakit karena tendangan Reyvano.


"Orang gila aja lari lihat perlakuan lho kaya gitu." Ucap Renal yang masih nyemil dengan anteng.


"Gue tau lho emang jomlo karatan, tapi sorry gue masih normal." Balas Fenki yang masih fokus memainkan ponselnya yaitu ngegame.


"Gue juga normal anjirrr." Ucap Nano, kesal Nano lalu melemparkan botol bekas minuman dengan kencang dan tepat dibibir Renal.

__ADS_1


"Anjir." Balas Renal lalu ia mengusap bibirnya yang terkena lemparan botol oleh Nano.


"Mampus." Balas Nano tertawa puas bersama teman temannya karena ia melemparkannya tepat sasaran.


"Eh bibir lho langsung jontor Nan." Ucap Fenki yang masih tertawa ditambah lagi melihat jontor bibir Renal tawaan Fenki semakin menjadi jadi sampai perutnya kesakitan.


Setelah mendengar ucapan Fenki, Ronal langsung mengambil ponselnya dan berkaca.


"Anjir gila lho Nan bibir gue yang seksi jadi jontor kek gini." Ucap Renal yang sedang mengusap usap bibirnya, lalu mengeplak kepala Nano yang masih tertawa.


"Nikmat sebuah lemparan botol bekas."Ucap Ergio ikut tertawa.


"Udah lho pada ketawa mulu perut gue udah gak kuat nih." Ucap Nano sambil memegang perutnya yang sudah kesakitan karena tertawa.


Mereka pun berhenti tertawa menenangkan perutnya yang kesakitan, sedangkan Reyvano ia membuka bekel yang diberikan bundanya dan menyimpannya diatas meja tepat dihadapannya, mereka yang melihat bekal itu pun langsung menatap Reyvano aneh bagaimana bisa pintu seribu pintu membawa bekel dan wadah yang emezing.


"Mahluk seribu pintu bawa bekel bro." Ucap Nano mengambil wadah persegi yang Reyvano bawa.


"Pink gays hello kitty gays." Ledek Nano dan kembali menatap Reyvano yang sedang meminum botol air putih.


"Jangan jangan lho pencinta hello kitty." Ucap Nano, menatap Reyvano yang sedang menutup botol nya.


Reyvano mengabaikan ucapan Nano lalu ia mengambil kembali bekalnya, dan memakan rotinya tanpa menawari teman temannya.


"Bagi lah Rey." Ucap Nano dengan wajah memelas.


"Rey nyoba dong gue kayanya enak tuh." Ucap Ergio.


"Bagi dikit Rey." Ucap Fenki.


"Njir enak banget tuh kayanya." Ucap Renal menelan salivanya.


"Dir buat lho." Ucap Reyvano memberikan bekal kepada Dirta, Dirta pun langsung melahap roti yang diberikan Reyvano.


"Ah lhu mah gue yang mau kenapa lho kasih Dirta." Ucap Renal kesal karna Reyvano hanya membaginya dengan Dirta.


"Ambil." Ucap Reyvano dan memberikan bekal yang bundanya siapkan khusus teman temannya.


Mereka pun langsung mengambil dan memakannya dengan lahap.Setelah memakan bekal yang dibawakan Reyvano mereka langsung berangkat kesekolah bersama sama.

__ADS_1


__ADS_2