PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN

PERJODOHAN BERUJUNG KEBAHAGIAAN
Bab 14 keributan dimeja makan


__ADS_3

"Udah laki belum?" Tanya Rafael mengangkat kedua tangannya, memperlihatkan otot tangannya.


"Wih laki Banget Kak." Jawab Azara bertepuk tangannya kagum.


"Bisa aja kamu." Ucap Rafael tersenyum dan mengusap kerudung adeknya dengan penuh kasih sayang.


"Emang bener kok Kak, tadi Kakak kaya orang gagah perkasa".Balas Azara memuji Kakaknya.


"Udah udah malah muji segala, tadi katanya mau tanya mau tanya apa." Ucap Rafael tersenyum dan memasukan salah satu tangannya ke dalam saku celana hitamnya.


"Sambil duduk bisa." Balas Azara yang sudah pegal karena Ia sejak tadi berdiri.


"Bisa dong." Ucap Rafael, mereka pun masuk kedalam kamar Rafael dan duduk dikursi kamar Rafael.


"Kakak mau gak?" Tanya Azara yang sudah duduk disebelah kakaknya.


"Mau gak apanya Aza." Jawab Rafael Ia bingung dengan pertanyaan adeknya yang langsung bertanya mau apa engga.


"Anterin Aza kerumah Rara besok." Ucap Azara.


"Mau ngapain emang udah diizinin Ayah sama Bunda?" Tanya Rafael.


"Main tapi dirumah temen, udah." Jawab Azara.


"Iya besok Kakak anterin." Ucap Rafael tersenyum mengusap kerudung Adeknya.


"Makasih Kakak ku yang baik." Balas Azara tersenyum lebar.


"Yaudah Aza mau balik kekamar lagi dadah kakak awas besok lupa." Ucap Azara beranjak dan pergi keluar kamar kakaknya.


"Siap tuan putri." Balas Rafael lalu Ia merebahkan badannya dikasurnya karena Ia merasa lelah sehabis pertandingan basket.


~~~~~


Setelah selesai mengajar mengaji Kenzi, Fenki, Ergio, Renal, Nano pamit pulang.


"Bu kami pamit assalamualaikum." Ucap Fenki diikuti teman temannya, pamit dan mencium punggung tangan pengurus panti asuhan.


"Wa'walaikumsalam hati hati ya Nak." Balas Pengurus panti asuhan diiringin dengan senyuman.


"Iya Bu." Ucap mereka bersamaan.


"Dadah adek adek semoga kita bisa ketemu lagi." Ucap Nano berjalan menuju parkiran dan melambikan tangan kepada anak panti asuhan.


"Dadah Kakak." Balas anak panti asuhan dan melambaikan tangan kepada mereka.


"Rasa kangen gue akhir terlepaskan juga." Ucap Nano yang sudah berada diatas motornya.


"Sama gue juga." Balas Ergio.

__ADS_1


"Mereka tuh anak anak yang hebat gue yakin suatu saat nanti mereka akan menjadi anak anak sukses." Ucap Fenki.


"Kasihan ya mereka, mereka gak pernah ngerasain gimana rasanya di sayang dimanja sama kedua orangtuanya." Balas Renal.


"Maka dari itu gue bersyukur banget nyokap sama bokap gue masih ada." Ucap Nano.


"Semoga kedua orangtua kita semuanya diberikan umur yang panjang...amin." Balas Fenki.


"Yoo ahk cabut." Ucap Nano yang sudah memakai helm full facenya.


mereka pun pergi meninggal tempat panti asuhan dan pulang.


~~~~~


"Assalamualaikum." Ucap Ryan yang baru saja pulang dari kantor dengan membawa tas kantor dan jas disebelah tangan kirinya.


"Wa'alaikum salam." Balas Yunia yang baru saja keluar kamar menuju ruang tamu, Ia pun mencium punggung tangan suami dan membawakan tas dan jas kantor suaminya.


"Rey udah pulang?" Tanya Ryan.


"Udah Yah lagi dikamarnya." Jawab Yunia lalu pergi menuju kamarnya untuk menyimpan tas dan jas suaminya.


Ryan pun menemui Reyvano yang berada di kamarnya, setelah sampai dikamar Reyvano Ia langsung masuk kedalam kamar anaknya, sedangkan Reyvano Ia sedang berada dibalkon kamarnya.


"Reyvano Albiyano." Ucap Ryan tersenyum yang sudah berada dibelakang Reyvano yang sedang menatap langi langit.


"Mulai besok kamu akan punya tanggung jawab yang besar dan mulai kehidupan baru." Ucap Ryan menepuk pundak anaknya yang berada dihadapannya.


"Nanti setelah menikah kamu mau tinggal dimana Rey?" Tanya Ryan yang menatap anaknya.


"Dirumah Rey, Yah." Jawab Reyvano, 1 bulan lalu Ia membangun rumah dan sekarang rumah yang Ia bangun sudah selesai dan dipenuh dengan barang barang mewah.


"Rumahnya udah di selamatin Rey?" Tanya Ryan.


"Udah Yah." Jawab Reyvano menatap ayahnya yang berada disampingnya.


"Bagus." Ucap Ryan.


"Nanti yang akan hadir dipernikahan kamu hanya keluarga besar dan juga keluarga calon istri kamu, kamu gak pengen temen kamu hadir Rey?." Ucap Ryan.


"Gak usah Yah." Balas Reyvano menatap Ayahnya yang berada disamping.


"Oke kalo gitu Ayah kebawah dulu." Ucap Ryan menepuk pundak Reyvano lalu Ia pergi meninggal kamar Reyvano.


~~~~~


"Ayo Nek Kek makan, Azara ambilin ya." Ucap Azara mengambilkan nasi dan sayur untuk kakek dan neneknya.


"Ini buat Kakek." Ucap Azara memberikan 1 piring yang berisi daging dan sayur untuk kakeknya.

__ADS_1


"Ini untuk Nenek." Ucap Azara yang berisi daging dan sayur yang banyak untuk Neneknya.


"Makasih sayang." Balas Nenek Rania dan Kakek Rio.


"Kok cucu Nenek makan sayur sedikit Nenek tambahin ya." Ucap Nenek Rania melihat isi piring Azara dengan sedikit sayur.


"Cucu Nenek juga harus makan sayur yang banyak." Balas Nenek Rania, menambahkan sayur untuk Azara, karena Azara tidak terlalu menyukai sayur maka dari itu Nenek Rania menambahkan sayur dipiring Azara.


"Tapi Azara udah ***_." Ucap Azara tapi dipotong oleh Neneknya.


"Kalo segitu kurang." balas Nenek Rania, karena Azara mengambil sayur hanya satu centong.


Azara hanya diam dan mengikuti kemauan Neneknya.


"Kasih yang banyak Nek, segitu mah kurang." Ucap Rafael yang berada dihadapan Neneknya yang sedang memperhatikan Nenek Rania menambahkan sayur di piring Azara.


"oke Nenek tambahin." Balas Nenek Azara menambahkan lagi sayur di piring Azara.


"Nek Nek Nek." Ucap Azara mencoba Nenek Rania untuk tidak menambahkan lagi sayur ke piring nya, namun Nenek Rania tetap menambahkan sayur di piring Azara.


"Nenek ini kebanyakan Azara gak mungkin bisa abisin." Ucap Azara melihat isi piring nya yang dipenuhi sayur, sedang Ia tidak terlalu menyukai sayur.


"Harus habisin." Balas Nenek tersenyum.


"Nek kak El juga kurang tuh sayur nya, segitu mah sedikit." Ucap Azara melihat isi piring Kakaknya yang sedikit sayur.


"No no no Kak El udah cukup." Balas Rafael, karena Ia juga tidak terlalu menyukai sayur sama seperti adeknya.


"Ini buat kamu." Ucap Nenek Rania langsung memberikan 3 centong sayur ke piring Rafael.


Rafael langsung melonggo melihat sayur dipiringnya, karena menurut itu sangat banyak.


"Impaskan." Balas Azara menaik turunkan alisnya kepada Rafael.


"Dek kamu tau kan Kakak gak suka sayur?" Tanya Rafael menatap adeknya yang sedang tersenyum melihat wajah kakaknya.


"Kakak juga tau kan kalo Azara gak terlalu suka sayur." Jawab Azara tidak mau kalah dengan Kakaknya.


"Udah udah jangan berantem lagi pula sayur itu bagus buat tubuh." Ucap Bunda Zira menatap Rafael dan Azara secara bergantian.


"udah yah, mending sekarang kita makan." Ucap Bunda Zira.


"Sebelum makan mari kita baca doa dulu." Balas Ayah Rendra.


"Ayo kek pimpin doa makannya." Ucap Azara.


"Bismillah hirohmanirohim, allahhuma bariklana fimarojaktana wakina ada banar amin." Balas Kakek Rio memimpin doa makan, mereka pun makan malam dengan tenang.


Setelah selesai makan malam semuanya langsung kekamar masing masing.

__ADS_1


__ADS_2