Permainan Menipu

Permainan Menipu
Gadis lugu dan jujur


__ADS_3

"Apa??!! 100 juta??!!" salah satu polisi terkejut


"Kau jauh-jauh ke pos polisi hanya untuk memberikan ini?" tanya polisi itu heran


"I-iya.. anu.. apa aku.. tidak semestinya memberikan ini??" tanya wanita itu dengan gugup yang telah memberikan uang senilai 100 juta.


"Haha.. bukan begitu.. pastinya orang yg menjatuhkan ini akan senang, kami akan mengurusnya dengan baik.." jawab polisi itu dengan sedikit tersenyum..


"baiklah, tolong ya!" wanita itu menjawab sambil membungkukkan tubuhnya lalu pergi dari pos polisi tersebut dengan sedikit tergesa-gesa..


"Aiyla Alice Carla, itu namanya.. jarang sekali ada orang jujur di zaman ini.."ucap polisi itu sambil menatap temannya yg kebetulan berada disampingnya..


"maksudmu terlalu jujur?"


"Hahah.."


Aiyla Alice Carla yang biasa dipanggil Alice, "Alice si gadis yang terlalu jujur" itulah yang sering dikatakan orang-orang kepadaku, tetapi itu sama sekali tidak menggangguku, karena ayahku berkata


"agar kau menjadi gadis yang jujur" itulah mengapa ia memberikan nama ini padaku..


Aku berlari di trotoar melewati orang-orang yg sedang berjalan berlawanan arah denganku yg tidak sedikit diantara mereka melihat aku, mungkin mereka merasa aneh denganku.. entahlah apa yang dipikirkan mereka...


sama sekali tidak disangka aku dari seluruh orang di dunia inilah yang terperangkap dalam "permainan" yang mengerikan itu..


..


..


Ya, hari itu sama cerahnya seperti hari-hari sebelumnya


tet...tet...


"permisi.. anda mendapatkan surat beserta paket!" ucap kurir itu yang tepat didepan pintu kamarnya tempat tinggal Alice..


Alice yang tengah mencuci piring pun menghentikan aktivitasnya lalu berjalan mendekat kearah pintu, alice pun bergumam "perasaan aku tidak memesan apapun"


setelah sampai didepan pintu, kmu pun membuka pintu mu lalu menerima paket beserta surat yang tidak kmu ketahui siapa yang mengirimnya..


"Terimakasih.."ucap kurir itu lalu pergi


"i-iya.." aku menjawab seadanya saja.. aku membawa masuk lalu aku membaca isi surat tersebut..


"dari kantor DGT? apa ini?" aku pun membaca Kembali isi surat itu dan berisikan..


Nona Aiyla Alice Carla


Selamat!!


anda adalah 1 diantara 100.000 orang yang telah tercantum dalam kompetisi Game Deception yang menakjubkan..


buka kotak ini hanya kalau anda ingin berpatisipasi dalam Game Deception.


"1 diantara 100.000..? hmmm??" aku cukup bingung apa maksud dari surat ini? dilanda kebingungan aku pun membuka kotak yang ia dapat tanpa berpikir dua kali..


"/dulu... aku seharusnya berpikir dua kali untuk membuka kotak itu/" pernyataan penyesalan dari Alice di masa depan..


"I-I.. Ini!!!... Uang???!!!!!" aku sangat terkejut dengan isi kotak itu yg dimana berisi uang yang jika dilihat saja sangat banyak.


aku pun menghitung jumlah uang tersebut untuk mengetahui berapa total uangnya dengan tangan gemetar dan berkeringat tak percaya dengan apa yang ia lihat..


setelah menghitung uang cukup lama, akhirnya selesai dan totalnya berjumlah 10 miliar


"10...10 miliar??!!"aku tidak menyangka mendapatkan uang sebanyak itu..


ternyata didalam kotak itu tidak hanya uang melainkan juga ada surat berwarna hitam yang tanpa disadari oleh Alice... ia pun membuka surat itu dan membacanya..


* Terima kasih atas Partisipasi anda dalam Game Deception*


*dengan dibukanya segel kotak, secara resmi anda telah membuktikan keinginan anda untuk bermain Game Deception.*


*Anda tidak bisa membatalkan kepartisipasian anda.*


*10 miliar yang disertakan akan menjadi uang untuk ronde pertama dari Game Deception.*


*Harap jaga uang itu baik-baik.*


"A-Apa ini... jangan main-main.." aku tidak percaya dengan apa yg tertulis di surat itu, aku kembali membacanya..


"Aku mengerti ini pasti hanya kerjaan orang iseng maksudku uang ini tidak mungkin asli, pasti palsu.." pikirku, aku pun mengecek uang yang telah ku hitung kembali dan ternyata..


"tidak.. uang ini asli.." aku tidak percaya dengan kenyataan ini, membuatku gemetar dan keringat dingin..


"A-apa itu Game Deception?" aku kembali mempertanyakan hal itu untuk mengingat kembali yang telah ku baca..

__ADS_1


*Berikut ini adalah peraturan Game Deception ronde pertama, akan dijelaskan sesederhana mungkin.


Walaupun dikatakan seperti itu, sebenarnya peraturan nya tidak rumit.


ini hanyalah sebuah permainan dimana setiap pemain bersaing untuk mendapatkan uang lawannya.


"Uang apa? apakah yang ini? 10 miliar..?" aku berkata pelan sambil menoleh kearah uang 10 miliar tersebut.


Anda boleh menggunakan segala cara. Harap rebut uang lawan anda.


karena permainan ini berdasarkan persetujuan bersama, anda tidak akan dituduh sebagai seorang kriminal karena anda mengambil uang lawan anda, jangan khawatir.


pertandingan ini satu lawan satu. lawan anda akan kami kontrak di lain waktu.


setelah lawan anda telah ditentukkan permainan ini akan berlangsung selama 30 hari. pemenangnya adalah dia yang memiliki jumlah uang yang lebih besar pada saat permainan berakhir.


setelah permainan selesai, perwakilan dari kantor akan datang untuk mengambil uangnya. pada saat itu, yang akan diambil kembali adalah: uang yang diberikan kedua pemain pada permulaan permainan.


kami minta setiap pemain untuk mengembalikan uang tersebut pada saat perwakilan kantor datang untuk mengambilnya, jika anda berhasil mengambil uang lawan anda maka tentu saja akan ada keuntungan. dalam hal itu, keuntungan tersebut akan menjadi hadiah anda.


dengan kata lain, dironde ini anda akan mendapatkan hadiah paling besar 20 miliar. Namun, disisi lain jika anda kehilangan uang jikalau anda harus mendapatkan hutang, kami akan meminta anda untuk membayar kembali kerugian anda.


"Sa-Sangat... mengerikan... kalau lawanku mencuri seluruh 10 miliar, maka aku.. berhutang 20miliar??!!" mengetahui hal itu aku terduduk lemas dilantai dan sangat shock..


'Kalau aku menang, aku bisa mendapatkan uang yang sangat besar...' hal seperti itu bahkan tak terpikir olehku


malah...


selama sebulan penuh dari hari itu, aku benar-benar takut jika harus berhutang 10 miliar.


"Apa yang harus aku lakukan..?" aku menunduk, pasrah, aku tidak tau harus berbuat apa, aku tidak bisa berpikir saat situasi seperti ini. Namun, bagaimanapun aku harus berkonsultasi dengan seseorang hanya itu yang kupikirkan, tadi...


.


.


.


Aku baru saja masuk ke perguruan tinggi khusus wanita april ini. tapi aku belum mendapat teman walau satupun..


"Maaf.. aku ingin bertanya.. tapi.." aku sangat ragu untuk mengobrol dengan orang baru, aku menghampiri teman sekelasku.


"Ah! Alice!!! kau datang tepat pada waktunya!" teriak salah satu perempuan kepada Alice, karena teriak cukup keras, temanmu menjadi pusat perhatian.. tapi sepertinya mereka tidak peduli


"Kami akan mengadakan pesta dengan beberapa mahasiswa kedokteran universitas Zgd, dan kami kekurangan satu orang!" sambung viola dengan semangat dan energik.


"Bagaimana..?"


"Ah, aku sibuk akhir-akhir ini, maaf ya.. sama yang lain saja, mungkin lain waktu.." aku berbohong dengan beralasan sibuk..


ini sepertinya bukan saatnya yang tepat untuk pembicaraan hal yang serius, orang-orang biasanya menyuruh untuk membicarakan itu dengan keluarga sendiri. tapi, aku anak tunggal.


ibuku meninggal ketika aku masih berusia 1 tahun. satu-satunya keluargaku ayahku ada disini (hospital) ia sedang berjuang melawan kanker stadium akhir


Pov : ketika Alice dirumah sakit


ceklek


"Ayah, bagaimana keadaan mu??" tanyaku dengan lembut sambil berjalan menghampiri ayah.


"tempat ini membuatku lebih baik, ah mungkin karena sekarang musim semi." jawab ayah dengan suara paraunya tersenyum melihatku..


"Benarkah? itu bagus! kemungkinan terbesar waktunya tidak lama lagi" aku senang mendengar kondisi ayah semakin membaik..


Satu tahun lagi...... tidak, bahkan aku tak yakin ayah akan bertahan sampai tahun baru.


" hei."


"Apa ada yang mengganggu pikiran mu??" tanya ayah dengan menunjukkan nada dan wajah yang khawatir terhadap Alice


"Hah?! ke-kenapa ayah mengatakan hal seperti itu?" tanya aku terkejut, sebenarnya ada benarnya juga kata ayahku klo ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, namun bagaimana ayah mengetahuinya?


"Yah.. ayah punya firasat." beliau memposisikan tubuhnya untuk duduk di atas kasur.


"Tidak, tidak apa-apa! semuanya baik-baik saja kok! sekolah dan bahkan kehidupan ku!" aku berkata seperti itu agar ayah tidak khawatir lagi terhadapku.


"Begitukah? bagus lah kalau begitu.." ayah berkata sangat pelan, lalu ia menundukkan kepalanya..


"...."


keinginanku hanyalah agar ayah bisa menikmati sisa hidupnya dalam ketentramannya. begitulah aku tidak bisa memberitahu ayah. aku bahkan mengirim sms ke teman-teman tapi jawaban yang aku dapat adalah


pesan:

__ADS_1


??: wah traktir aku dong.. kau kemarin baru dapat uang, bukan?


??: sebaiknya kalau kau mau berbohong coba sesuatu yang lebih realistis..


??: Alice.. kau masih mempunyai selera humor yang buruk


"hah.. sepertinya memang sulit untuk memberitahu tentang hal serius lewat sms." aku menghela nafas lalu duduk diatas kasur.


"kami terpisah karena kebanyakan dari mereka sibuk kuliah atau mencari kerja, mereka semua sibuk sampai tidak ada waktu untuk bertemu, ini membuatku sadar kalau mereka hanyalah teman sms.. dipikir² aku ini kesepian.." aku bergumam, menengadahkan kepalaku keatas langit² kamarku.. terlihat aku seperti putus asa..


Aku tak pernah memikirkannya sampai sekarang, aku hanya mencoba untuk menjalani hari tanpa mendapat masalah bagaimana bisa aku tidak menyadari hal yang paling penting bahwa aku yang sekarang tidak punya siapa-siapa untuk diandalkan.


Keesokan harinya, pada akhirnya aku memutuskan untuk datang pada lembaga bantuan hukum yang kutemukan di buku telepon, tapi..


"ini dia" ucap diriku dalam hati.


"aku khawatir tidak ada yang bisa dilakukan saat ini."


"Apa?! kenapa? pikirkan tentang ini."


"Tugas pengacara adalah berkonsultasi dengan orang-orang yang telah merugi. tapi dalam kasusmu, kau belum menderita kerugian apapun, bukan?"


"Ah.." aku tidak bisa berkata-kata, apa yang ia katakan ada benarnya juga. lalu jika berakhir seperti ini aku harus bagaimana?


"Coba lihat, kau bilang kau disuruh untuk menjaga 10 miliar oleh seseorang yang tak dikenal."


"I-Itu dia" jawab aku gugup.


"Kau belum kehilangan satu uangmu, bukan?" sambung kembali pengacara itu.


"Y-Yah.. itu benar, tapi.."belum selesai bicara, pria pengacara itu berkata kembali.


"Karena itu, di tahap ini tidak ada tindakan hukum yang bisa kau ambil."


"T-Tapi..." reflek aku menggebrak meja, tidak terima dengan keputusan dari pengacara itu..


"i-ini sangat berat, aku tidak berani menjaga uang sebanyak itu!" jawab Alice.


"Bagaimana kalau kau membawanya ke kantor polisi?" tanya pengacara itu, mencoba untuk mengusulkan pendapatnya kepada Alice. saat itu aku tidak langsung menjawab pertanyaan sang pengacara, aku terdiam sejenak.


"/Ah benar juga aku bisa 'membawanya' ke polisi, kenapa aku baru menyadari nya?/" aku berkata dalam hati.


"polisi.. hmm polisi ya.." sang pengacara bergumam sejenak


"Itu dia! itulah tujuan dari si pengirim!"


"Hah?!" aku terkejut mendengar pernyataan dari pengacara itu.


"Mereka menginginkanmu untuk pergi ke kantor polisi.."


"alasannya?" aku bertanya penasaran tujuan dari si pengirim.


"setelah begitu banyak pertimbangan, orang biasa akan berpikir itu terlalu repot dan membawanya ke polisi, bukan?"


"Be-benar"


"...dan peraturannya bilang seperti ini: kami minta agar pemain mengembalikan 'uang' pada saat perwakilan kantor datang untuk mengambilnya."


"Hah??" aku belum mengerti maksud dari si pengacara berkata seperti itu.


"Ini dia! ini perangkap! mempercayakan semuanya ke polisi. dengan begitu, akan menjadi mustahil untuk mengembalikan 10 miliar ke perwakilan kantor langsung dari tanganmu."


"A-Apa maksudnya itu?" untuk kedua kalinya aku menggebrak meja dan sedikit memajukan posisi tubuhku.


"Singkatnya, ini berarti polisi akan menganggap hal seperti ini sebagai barang hilang. Sederhananya, mereka menganggap uang 10 miliar itu seolah-olah kau menemukannya di jalan. kemudian, pengumpul itu datang. apa yang akan kau lakukan setelah itu?"


"..."


"Kau akan ke polisi itu dan berkata seperti 'pemilik 10 miliar sudah datang tolong kembalikan uangnya kepadaku', kau pikir polisinya akan mengembalikan 10 miliar itu begitu saja?"


"Ah iya...!" aku terkejut apa yang dikatakan pengacara ada benarnya juga..


"polisi hanya akan memberikan barang hilang kepada pemilik yang kehilangan. Pada saat kau memberikannya ke polisi, akan menjadi mustahil untuk mengikuti peraturan tentang 'pemain harus mengembalikan uangnya segera setelah diminta. Itulah perangkapnya! perwakilan kantor akan mengambil uang tersebut sebagai pemilik aslinya. Sedangkan, disisi lain, menuntutmu untuk mengganti rugi 20 miliar."


"Tu-Tunggu sebentar, maaf aku memotong pembicaraan mu. namun aku mau bertanya mengapa aku harus mengganti rugi 20 miliar sedangkan aku hanya menjaga uang 10 miliar?" tanya aku kebingungan kepada pengacara itu.


"karena jika lawanmu mengembalikan uang 10 miliar kepada pihak kantor sedangkan kau tidak, maka lawanmu akan mendapatkan uang 20 miliar karena dianggap kau menghilangkan uang 10 miliar tersebut, kau berhutang dan harus membayar ganti rugi sebesar 20 miliar..."


"oh begitu ya.." aku mengangguk² tanda mengerti dengan ucapan pengacara itu.


"Karena mustahil untuk mengembalikan uang sejumlah itu, kau harus meminjam 20 miliar dan mendapat hutang karena tidak mengikuti peraturannya"


"tidak mungkin.. apa yang harus aku lakukan..??"

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2