Permainan Menipu

Permainan Menipu
membongkar dengan sendirinya


__ADS_3

Game kini sudah dimulai..


Ketika semua pemain sudah datang. Sang dealer memulai kembali merogoh isi kotak untuk siapa yang mengajukan pertanyaan. Dan yang terpilih...


"Pemain nomor 3!"


"Oh! Itu aku!"


"Harap maju ke atas panggung."


Aiko pun berjalan ke atas panggung sambil memikirkan pertanyaan apa yg akan diajukannya. ".. Ini dia!"


"Diantara kita berempat, pemenangnya adalah diriku sendiri!"


"Terimakasih atas pertanyaan menakjubkan itu! "Diantara kita berempat, pemenangnya adalah diriku sendiri!" Jika anda percaya anda akan menang, pilihlah ya. Tapi jika anda percaya anda akan kalah, pilihlah tidak. Batas waktunya adalah 6 jam. Dan!! Mulai!!"


Ditahap ini, semuanya bertemu dijalan buntu. Tak heran, bagaimanapun di ruangan sebesar ini, hanya ada empat pemain. Apapun yang dilakukan seseorang akan sangat terlihat.


"Hah.. Membosankan! Tak bisa melakukan apapun!" Gusar Aiko menghela nafas kasar, tidak jauh dari sana ada Daniel, ia hanya melirik Aiko yang ada disampingnya. "Tapi disisi lain, setidaknya "X" Tak dapat melakukan trik apapun, ya kan?" Aiko tersenyum sambil melirik ke arah Daniel. Senyuman yang penuh arti dan aneh.


Maka, enam jam berlalu tanpa ada yang terjadi, di lima menit terakhir...


Aiko melihat Daniel sedang melipat kertas suaranya begitu kecil, biasanya para pemain melihatnya hanya dua kali. Tapi ini kenapa Daniel melakukan hal itu?


"Apa yang kau lakukan?"


"...?"


"Kenapa kau melipat kertas suaramu kecil sekali?" Tanya Aiko heran.


"He he he.."


"Hei, memangnya ada yg lucu?"


"Karena dealer itu pasti mengambil kertas suara yang dilipat dua sebelum yang dilipat empat, intinya yang terkecil akan dibaca terakhir. Dan aku mau jadi terakhir.. Mengerti?"


"Fuh! Aku tak mengerti.. Apa bedanya coba? Hasilnya akan tetap sama."


"Hahaha kau memang benar. Tapi, hal ini akan membuat para pemain semakin merasakan ketegangan. Jikalau hasilnya 2:1 atau 3:0 dan hanya sisa satu suara lagi yg belum dihitung."


"Heh. Apapun itu, kita pasti akan menang." Seru Aiko. Daniel hanya tersenyum kecil mendengar hal itu.


.


.


.


Tim kami telah lebih dulu memutuskan Aiko akan memilih Ya dan Daniel memilih Tidak. Jadi, tak peduli apakah pemain yang lain sama-sama memilih ya atau tidak, tim kami akan menang!


Kalaupun mereka memilih ya dan tidak, hasilnya hanya menjadi seri. Tak mungkin tim kami akan kalah .... Seharusnya.. Tapi... "X" Masih ada disana! Kalau ia ada disini untuk menang, maka----?


Tersisa satu menit!


Para pemain bergegas memasukkan suaranya secara bergantian.


Teeeett!

__ADS_1


"Waktu habis!" Seru sang Dealer. Bertepatan hal itu, Tiba-tiba ada karyawan yang menghampiri Daniel sambil membawa ponselnya.


"Pemain no 22 ada telepon untukmu." Karyawan itu menyerahkan hpnya Daniel.


"Halo? Oh hei.."


"Ronde pemilihan sudah berakhir.." Ucap Daniel tenang dibalik telepon.


^^^"Ja-jadi, apa yang terjadi?!" ^^^


^^^Tanya Alice cemas. ^^^


"Tak ada yang melakukan apapun selama itu, tapi tak masalah, karena aku telah menyelesaikan yang ingin kulakukan."


"Hadirin sekalian! Sekarang waktunya kami akan menghitung pilihan suara!!" Ucap Dealer itu dengan suara lantang yang menggema ke seluruh ruangan.


"Oh, kau dengan itu? Penghitungannya dimulai akan terus kusambungkan, agar kau dapat mendengarkannya."


^^^"Terima kasih"^^^


"Pertama, pemain nomor 11......! Memilih Tidak!"


"Berikutnya, nomor 15!"


^^^"[Nomor 15!! Suara terakhir adalah tidak, kalau nomor 15 juga memilih tidak, maka tim kita pasti akan menang!! Tolong, pilihlah tidak...]" ^^^


"Pilihannya adalah...... Tidak!!!"


^^^"Bagus!! Kita menang!!" Seru Alice dengan berteriak kencang karena sangat senang, sudah dipastikan mereka akan memenangkan permainan ini. ^^^


^^^"Syukurlah! Ternyata X tak melakukan apapun! Ahh sepertinya aku memandangnya terlalu tinggi! Rencanamu begitu sempurna, Daniel, sampai-sampai ia tak dapat melakukan apapun! Ya kan!"^^^


"Hei, Hei.. Tenang kan dirimu" Walaupun sudah diperingati tetap saja ia tak mau mendengarkannya.


^^^"Apa Aiko ada disana? Aku mau bicara dengannya!"^^^


"(Hhhh) ok.. " Daniel pun menghampiri Aiko dan memberikan hpnya. Aiko menerimanya dengan senang hati.


"Dia ingin bicara, katanya.."


"Dengan senang hati.."


.


"Halo?"


^^^"Halo? Aiko!! Kita berhasil! Kita menang!!"^^^


"Hehehe, aku senang! Oh.. Aku sangat senang sekali.. He he he."


^^^"Ehh, hmm.. Ada apa??" ^^^


"Alice kau tahu, kau itu benar-benar bodoh." Aiko mengatakan dengan nada yang meremehkannya. Alice terkejut mendengar hal itu.


^^^"Eh?"^^^


"Kau membuat kesalahan yang sangat sederhana, sebenarnya pemenangnya bukan " Kita"... Tapi aku."

__ADS_1


^^^"Apa yang kau katakan, Aiko?? Ini pasti hanya bercanda, kan?!" Alice panik mendengar pernyataan itu, jika itu benar maka ini benar-benar diluar tebakan Alice. ^^^


"Dan namaku bukan Aiko.. Nama asliku Ryuji Katado. Kebetulan saja Miyahara Hitomi adalah teman sekamarku. Aku hanya meminjam undangan Deception Game miliknya untuk sampai sini."


^^^"Ha-ha.. Itu tidak lucu.. Nama aslimu Ryuji? Itu nama laki-laki." Dengan gemetar aku membantah pernyataan konyol itu berharap bahwa itu hanyalah kebohongan belaka. ^^^


"Memang benar.. Karena aku memang laki-laki." Dengan beraninya Aiko melepas rambut palsunya saat itu juga, Riordan yang tidak jauh dari sana melihat hal itu pun terkejut hebat. Dan saat itu juga Alice mulai mendengar suara Aiko berubah menjadi laki-laki.


"Heh! Pernah dengan tentang "waria"? Hehehe.. Benar-benar tidak menduganya, kan?" Terdengar si Ryuji tertawa licik, Alice tidak menyangka bahwa dirinya telah ditipu.


^^^"Ti-tidak sama sekali..!"^^^


"Heh, bukan hanya itu, mau dengar yang lebih bagus?" Alice terdiam sejenak, ini pasti terdengar lebih buruk dibandingkan sebelumnya.


"Sebenarnya aku juga X" Ryuji dengan santai dan beraninya mengeluarkan cek yang ia dapatkan setela menipu seseorang dari saku celananya.


^^^"?!!"^^^


"Hahaha tenang saja, aku tahu aku Terkejut mengenai hal itu, karena aku pasti tidak menduganya kan?"


" Pemuda sama yang mencuri uang dari Putri Lauren sebelum mulainya game ini itulah aku!"


"Hahaha! Aku membohongimu selama ini! Maksudku, kau bahkan mengajakku dalam timmu!"


"Karena aku X, aku tentunya bukan Aiko akemi yang asli, tahu apa maksudnya? Nama yang ku tulis di kontrak kecilmu itu bukan nama asli maupun tanda tanganku. Bahkan tak dapat dibandingkan dengan milik Aiko yang Asli. Jadi, kontrakmu tak mengikatku!! Karena itulah seluruh 2,1 miliar menjadi milikku!!"


"Ini salahmu karena dapat ditipu dengan mudahnya!! Hahhahahaa!! Hahaha haha!! Hadiah 2,1 miliar!! Hahaha!"


^^^"A-Aiko ka-kamu Me-menipu kami? Sejak kapan?" Tanya Alice gemetaran,^^^


"Sejak awal.. Ya, sejak awal! Aku sudah merencana memonopoli seluruh hadiahnya.


^^^" Memonopoli?? Maksudmu... T-tapi tidak ada jaminan kamu akan jadi yang terakhir di tim kita dan menang! Mungkin saja Daniel menjadi minoritas, lalu.."^^^


"Danie tidak akan menjadi minoritas. Tidak peduli apa pun yang dilakukannya!"


^^^"??!"^^^


"Karena aku sudah mencurangi game ini, agar aku bisa keluar sebagai pemenang."


^^^"??!!"^^^


"He he he, fakta bahwa aku telah menjadi minoritas bukan Keberuntungan semata. Semuanya sudah ku rencanakan. He he he, kau tau? Akan ku jelaskan agar orang bodoh sepertimu pun bisa mengerti!"


"Kembali dihari pertama, kau menjelaskan rencana yang pasti menang. Aku sangat terkesan oleh kalian berdua. Aku tidak berpikir ada cara seperti itu untuk memenangi game ini.. Tapi tidak lama kemudian aku menyadari satu hal yang luar biasa. Kalau aku bisa membuat dua tim lain seperti milik Daniel, maka kemenanganku terjamin 100%!"


^^^"A-aku tidak mengerti.. Kenapa membentuk tim lain bisa menjamin kemenanganmu? Maksudku, ada 22 orang dan kau tidak bisa membuat tiga kelompok beranggotakan delapan orang."^^^


"Kau itu telmi ya! Ini bukan tentang membagi 22 orang dalam tiga kelompok.. Tapi, semuanya tentang tergabung dalam tiap kelompok!"


^^^"Tergabung?? Dalam tiap kelompok??? A-- Aaahh!!!"^^^


"Hehehe bahkan idiot sepertimu bisa sadar pengaruhnya!"


bersambung


...****************...

__ADS_1


__ADS_2