
Melindungi semuanyaa!!!! Aku berhasil mengakhirinya dengan 20 miliar!!!" Pak Roy berteriak gembira sampai Alice yang berada di luar pun terdengar, mendengar waktu permainan berakhir, Alice menangis sesegukan, air matanya perlahan mengalir dari matanya membuat pipinya basah.
Ting Tong!!
Tak berselang lama dari itu, terdengar suara bel. Seorang pria bertubuh cukup tinggi berdiri tepat di depan pintu. Alice menyadari kedatangan pria itu, namun ia tak peduli.
"[Ya Tuhan, hiks.. hiks ... Bagaimana aku bisa membayar uang sebanyak itu! Hiks.. Aku tidak sanggup.. Kalo ayah mendengar ini mungkin dia akan syok dan marah kepadaku.. Hiks..]" Wajah Alice memerah, tangannya terus mengelap air matanya. Memikirkan kemungkinan² buruk yang akan terjadi kedepannya membuatnya semakin frustasi dan menangis histeris..
Perlahan pintu depan terbuka.. Pak Roy tidak langsung membuka pintunya dengan lebar, ia mengintip terlebih dahulu. Takutnya yang mencet bel si Daniel atau si Alice. Dan ternyata bukan, seorang bertubuh tinggi dengan memakai topi, menggunakan mantel untuk musim dingin, brewokan dan menggunakan kacamata, semuanya serba hitam.
"Siapa kau?" Tanya curiga pak Roy.
"Maaf kan aku karena belum memperkenalkan diri.." Pria itu sedikit membungkuk tanda minta maaf, pak Roy diam saja dan terus memperhatikan pria itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Aku adalah orang yang diutus oleh kantor deception game. Saat ini, permainan deception game telah berakhir. Aku datang untuk mengambil kembali uangnya."
"Ooohhh! Jadi kau kolektornya! Ya ya izinkan aku untuk mengembalikan uang dengan segera!" Pak Roy dengan perasaan senang pun izin masuk ke dalam sekaligus mempersilahkan sang kolektor untuk masuk ke dalam. Dengan cepat pak Roy membuka brankas itu dan menunjukkan uangnya kepada sang kolektor dengan perasaan bangga.
"Wow! Luar biasa! Kau berhasil mendapatkan 20 miliar." Si kolektor memuji pak Roy sembari berjalan mendekat ke arah brankas dan mulai menghitung jumlah uang, untuk memastikan bahwa seluruh uang ini berjumlah 20 miliar.
Pak Roy menggaruk kepala bagian belakang yang tidak gatal.
"Hehehe.."
"Sekarang aku akan memastikan kalau uang ini sama dengan uang yang kami berikan."
"Silahkan!“ setelah mendapatkan izin, si kolektor pun mulai memastikan dan menghitung.
" Permisi.... Aku ingin bertanya untuk memastikan sesuatu... Aku akan mendapatkan 10 miliar bukan?"
"Jika semua uang ini sama dengan uang yang kami berikan, maka seperti yang diberitahukan saat permainan dimulai.. Kami akan mengambil kembali 10 miliar yang diberikan kepadamu diawal dan sisa 10 miliarnya akan menjadi milikmu."
"Yaaaa hoooo!!!! 10 miliar!!! 10 miliar akan menjadi milikku!!!!!"
56 menit kemudian setelah kedatangan sang kolektor..
Pak Roy mengecek jamnya yg menunjukkan pukul 6 kurang 4 menit lagi, sedaritadi ia mondar-mandir tak sabar karena sang kolektor cukup lama menghitung dan memastikan uangnya, namun hal itu wajar karena jumlah uang yg sangat banyak. Sesekali pak Roy melirik ke arah jendela dan meledek Alice yang masih ada disana dengan wajah yg menyebalkan. Merasa tidak sabar, pak Roy pun bertanya..
"Anu... Apakah sudah selesai. .?"
"Ada 10 juta uang tunai yang harus aku pastikan. Tolong tunggu sebentar. Dalam kurang lebih 5 menit lagi, kau akan menerima 10 miliarmu."
"10 miliar. ... 10 miliar.... Hehehehe..... Akan aku apakan uang sebanyak itu----?" Pak Roy mulai membayangkan apa yang ia lakukan ketika mendapatkan 10 miliar, bahkan sesekali ia ketawa sendiri karena keinginan pikirannya itu. Alice menatap pasrah uang yang sedang di hitung sang kolektor. Namun, anehnya sang kolektor melirik ke arah Alice dan memberikan isyarat 'ok' kepada Alice saat pak Roy tidak ada di kamarnya. Alice bingung maksud dari sang kolektor.
Dengan 10 miliar, aku bisa membayar hutangku dengan mudah! Aku yakin jika aku memperlihatkan 10 juta di depan kantor pinjaman uang bodoh itu, mereka akan kaget. Meskipun mereka memanjatkanmu ketika kau mengambil pinjaman, ketika waktunya untuk bayar, mereka bertindak seperti iblis. Heh! Aku akan membuat mereka bersujud kepadaku sebelum aku membayarnya! Hahhahaa! "Ayo, jilat sepatuku dulu! Jika kau menjilatnya, aku akan membayar semuanya!" Oh ya, bagaimana dengan wanita!? Aku akan menyewa tempat di klub kabaret, membuat wanita menungguku, dan menghabiskan 20 juta seperti tidak ada apa-apanya! Aku selalu ingin mencobanya sekali!!
Ting Tong!
Saat asik² berkhayal dan ketawa sendiri, Tiba-tiba terdengar suara bel dari arah pintu, tentu itu membuyarkan semua hayalan pak Roy, dengan segera ia menghampiri dan membuka pintu, saat dibuka lebar, ternyata terdapat tiga orang pria menggunakan outfit yang sama berdiri berdampingan.
Mereka menggunakan kemeja putih, jas, dasi, celana, kacamata dan masker serba hitam. Disertai rambut yang rapi dan mengkilap dengan model yang sama.
"I-iya? Dengan siapa?" Entah mengapa pak Roy menjadi sedikit gugup dengan kedatangan mereka, aura yang dipancarkan yg dirasakan pak Roy cukup mengintimidasi.
"Kami dari kantor deception game. Permainannya telah berakhir, jadi kami datang untuk mengambil kembali uangnya." Jawab pria berjas itu dengan suara yang tegas dan lantang.
"Ah! Kalian semua juga? Silahkan masuk!" pak Roy mengizinkan mereka masuk, merekapun masuk dipimpin oleh pak Roy untuk menunjukkan lokasi uang berada. Sembari berjalan pak Roy pun berbicara lagi. "Satu orang datang sebelum kalian dan telah memastikan jumlah keseluruhannya!"
"Orang lain?"
"Aneh, hanya kami bertiga yang diutus untuk mengambil kembali uangnya." Celetuk salah satu pria berjas yang membuat pak Roy mengerutkan keningnya tak percaya seolah dirinya sedang dibohongi oleh mereka.
"Ayolah.. Jangan bercanda! Benarkan?? Dia datang untuk mengecek uangnya juga---"
Saat mereka sampai dikamar, pak Roy berhenti berbicara karena terkejut melihat sang kolektor yang pertama kali sedang melepas brewokannya yang ternyata palsu, diikuti dengan topi dan kacamatanya. Pak Roy terdiam tak percaya bagaikan tersambar petir di siang hari.
"Daniel???!!!"
__ADS_1
"Ini berarti uang 20 miliar ini menjadi milik.... Dia!" Kata pria berjas sembari melihat ke Alice karena uangnya berada di dekatnya yang ternyata mereka adalah sang kolektor asli atau orang asli yang diutus dari kantor Deception game. Sebelum pak Roy datang, Daniel telah memasukkan uangnya ke dalam tas dan diberikan kepada Alice yang berada di dekat jendela.
Alice terkejut tak percaya bahwa itu Daniel, Daniel mengisyaratkan Alice untuk tetap diam dan memperhatikan saja. Uangnya kini diletakan di pinggiran bawah jendela karena tidak mungkin Alice membawa tas yang begitu berat. Hal itu untuk meyakinkan dari pihak DGT bahwa di permainan ini yang dimenangkan bukanlah Pak Roy melainkan Alice.
Menurut Alice, Penyamaran Daniel benar-benar sempurna, dari mulai pakaian, suaranya, pandai berakting dan mudahnya meyakinkan pak Roy, jelas pak Roy mudah tertipu apalagi dengan Alice yang sudah cukup lama bersama Daniel,namun tidak menyadari bahwa itu adalah Daniel.
Karena sudah ketahuan dan pihak deception game telah datang juga, Daniel membuka pakaian penyamarannya disaat itu juga. Pak Roy terjatuh lemas menyadari bahwa ia telah ditipu oleh Daniel.
"Hehehe.. Pak Roy... Kau kalah. Kau berusaha keras, namun kau gagal disaat akhir. Ketiga orang itu adalah yang sebenarnya. Kau melakukannya dengan baik, memberikan 20 miliar kepadaku---kolektor palsu" Daniel Menyeringai mengejek pak Roy, kemarahan dan tak terima terlukis di wajah pak Roy.
"Kami akan mengambil ini untuk memeriksa.." Ucap salah satu pria berjas mendekat ke arah Alice sembari mengambil tas yg terlihat berisi sejumlah uang, pria berjas itu mengetahuinya karena diberitahu oleh Daniel dengan menunjukkan ke arah tas milik 'Alice'.
"Tidak! Itu curang!! Kemenangan mu tidak sah!! Kau tahu kalau aku benar!! Dia mengambil uangnya setelah permainan berakhir!! Hei! Kau kolektor!! Ini gara-gara kalian!! Kalau kalian datang kesini tepat waktu ini tidak akan terjadi!!"
"Apa yang kau katakan, pak?? Kami datang tepat pada jam 6, bukan?" Sang kolektor memperlihatkan jam dinding di kamar itu begitu juga dengan jam yang ada di tangannya kepada pak Roy bahwa mereka tidak berbohong.
"Apa?!! Jam 6?!!"
"Bukan jam 6!! Tapi jam 5!! Waktu kalian yang salah, tolol!! Lihat kartu yang kalian kirim kepadaku!! Jam 5 tertulis disini!!" Pak Roy semakin mengamuk, ia mencengkram kerah baju salah satu kolektor dengan perasaan tidak terima bahwa yang dikatakan mereka adalah kebenaran, karena merasa mereka salah, pak Roy menunjukkan kartu deception game yang ia dapat di kotak pos miliknya beberapa hari yang lalu, yang diduga dikirim oleh pihak DGT itu sendiri. Namun, tak berselang lama cengkraman itu lepas ketika Daniel kembali berbicara.
"Hahahaha!!! Kau salah, pak Roy. Kartu itu palsu. Aku yang mengirimkannya." Mendengar itu, mulut pak Roy menganga tak percaya sampai-sampai tubuhnya menegang.
"Yang aslinya lihat.. Ada disini!" Daniel memperlihatkan surat aslinya kepada pak Roy, secara tidak langsung ia juga memperlihatkan ke Alice.
Isi Surat
Sang kolektor akan datang pada tanggal 14 juni, tepat jam 6. Permainan akan berakhir pada jam itu...
"Kau mendapatkan kartu ini dikotak posmu, satu minggu lalu! Hehehe.. Tapi, kau mengunci dirimu dikamar ini seharian. Untuk beberapa hari, kau bahkan tidak berani keluar untuk mengecek surat. Dan kau berani keluar dan mengambil surat disaat kejadian yang dimana kau menganggap dirimu pasti akan menang."
"Jadi, itulah tujuanmu dari awal?! Mengawasiku setiap saat dan bertindak seperti kau memiliki cara untuk membuka brankasku. Tapi kenyataan, rencana itu hanyalah sebuah tipuan! Itu hanya caramu untuk membuatku tidak meninggalkan kamar. Artinya.. Membuatku tidka mengambil kartu itu adalah rencanamu." Pak Roy baru menyadari rencana Daniel sebenarnya, itu sudah terlambat. Daniel tersenyum licik kepada pak Roy.
"Ketika Alice menjelaskan permainan ini kepadaku, aku menjadi tertarik dengan sistem pelaporang situasi permainan yang menggunakan dengan kartu pos ini. Aku berpikir "aku bisa menggunakan ini." Seperti yang kau katakan. Aku tidak pernah berpikir untuk mengambil kembali uang dengan paksa. Tujuanku hanya ini : Bagaimana caranya supaya aku bisa menipumu tentang waktu pengambilannya? Semuanya berjalan sesuai rencana. Ketakutan oleh gertakanku, kau tidak meninggalkan kamarmu untuk apapun. Kau berpikir kalau tinggal dirumahmu, 20 miliarnya akan terlindungi. Tapi karena itu, menjadi mustahil bagimu untuk membaca laporan situasi permainan ini! Aku mengambil kartu pos asli yang dikirimkan kepadamu. Dan aku menaruh kartu yang sudah aku tiru dengan mengubah batas waktunya selama 1 jam! Karena pengawasan, kau merasakan stress yang besar sekali. Keletihan secara mental menyebabkanmu berkeyakinan kalau uangnya akan dicuri. Saat permainan berakhir.. Atau dengan kata lain, disaat kau terbebas dari seluruh penderitaanmu Membuatmu terbuka lebar! Kau tidak pernah meragukan sang kolektor atau kartu posnya! Dengan demikian, disaat terakhir kau kalah.."
Daniel menjelaskan panjang lebar kepada pak Roy agar ia semakin mengerti dan secara tidak langsung itu membuat dirinya merasa bodoh dan kena mental.
"Baiklah, kami akan mulai memastikan uangnya.." Mereka pun mulai menghitung dengan menggunakan mesin penghitung uang, jadi lebih cepat dan menghemat waktu. Alice pun sampai terkejut dengan teknologi yang digunakan oleh mereka.
"(Wow! Teknologi yang tinggi sekali!)"gumam Alice berusaha menyembunyikan rasa kekagumannya didepan sang kolektor dan Daniel.
Beberapa saat kemudian...
"Konfirmasi telah selesai, ini adalah 20 miliar yang kami pinjamkan di awal permainan. Seperti yang diberitahukan kepadamu, karena kami telah mengambil 10 miliarmu, maka sisanya uangnya... Adalah hadiah untukmu." Sang kolektor membungkuk lalu memberikan sebuah tas koper berukuran sedang kepada Alice yang tentu isinya berupa uang 10 miliar. Tentu, Alice sangat senang karena ia telah memenangkan permainan menyeramkan ini.
Aku menang... Yeah.. Aku menang!
Namun, disatu sisi ia merasa kasihan dengan pak Roy yang sedaritadi menangis histeris..
"Baiklah, mari kita pergi.."
"I-iya.."
.
.
.
Kini mereka pergi bersama ke stasiun untuk pulang ke rumah Masing-masing, berjalan di trotoar dengan kondisi yang cukup sepi, tidak seramai biasanya. maksudnya, jika kondisi jalan yang ramai mungkin mereka tidak bisa berjalan berdampingan dan akan saling mendahului satu sama lain. Beruntung nya hari ini kondisi jalan tidak seramai yang dikira Alice jadi mereka bisa berjalan santai.
"Itu sangat pintar! Mengambil uang 20 miliar dengan cara seperti itu!" Celetuk Alice memuji Daniel sekaligus membuka topik pembicaraan, karena sedaritadi berjalan, mereka belum mengobrol apapun.
"Terima kasih.." Daniel tersenyum kecil kepada Alice yang memujinya.
"Tapi, semenjak kamu akan melakukan hal itu, bukankah kamu seharusnya memberitahuku terlebih dahulu? Melihat kartu yang kau kirimkan padaku, ini sangat mencurigakan.Batas waktunya telah diubah. untuk Menipu sekutumu, agak..."
"Hahaha.. Itu karena kau tahu tentang yang asli sekarang. Pertunjukan yang kau lakukan saat permainan berakhir menambah keyakinan pak Roy kalau dia sudah menang! Maksudku lihat, kau tidak akan bisa membuat wajah seperti itu kalau kau sedang berakting!"
__ADS_1
"Itu benar.." Alice tidak menyangkalnya karena Daniel yang dikiranya sang kolektor pernah menoleh kearahnya saat ia sedang menangis..
"Oh iya, ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu. Apa yang akan dilakukan pak Roy sekarang?" Tanya Alice khawatir dengan kondisi pak Roy, dari pertanyaannya saja Daniel mengetahui bahwa Alice masih peduli dan merasa kasihan kepada beliau, padahal beliau sudah pernah menyakitinya. Tapi, seakan hatinya tidak peduli akan hal itu.
"Tidak tahu... Tidak bisa melupakan tentang hutang sebesar 10 miliar. Walaupun memakan seluruh sisanya hidupnya, dia harus membayar hutangnya. Dia bahkan bisa dijual di pasar gelap. Mengingat betapa mencurigakannya organisasi ini. Apa yang terjadi, dari sekarang, masa depan orang itu. Sangat gelap.."
Mendengar hal itu yang mungkin saja akan terjadi pada pak Roy, Alice merasa kasihan, tanpa menjawab perkataan Daniel, dia langsung berlari kembali keluar stasiun. Walaupun pergi tanpa memberitahu akan kemana, namun Daniel mengetahui Alice akan pergi kemana, yaitu kerumah gurunya kembali. Ia pun berlari kecil mengikuti Alice yang tidak jauh di depannya.
Saat sampai Alice tidak penncet bel di pintu depan, melainkan ia berlari ke arah samping rumah pak Roy yang dimana terdapat jendela kamar pak Roy.
"(Jika aku pencet bel, mungkin saja ia tidak membuka kan pintu, mengingat karena ia sedang dapat musibah yang menimpa nya.)" Batin Alice. Ia mengintip dari jendela yang kebetulan saat itu gordennya terbuka lebar jadi dengan leluasa Ia bisa melihat kedalam. Di dalam Ia melihat pak Roy menunduk meringkuk, bersenderan dengan tembok sambil memegang kepalanya yang terlihat sangat tertekan dan pusing. Melihat ada pak Roy dikamarnya, Alice mengetok² jendela dengan pelan.
Karena terlalu sunyi, pak Roy dengan mudah menyadari dengan suara itu, Ia mengangkat dan mengarahkan kepalanya ke sumber suara. Pak Roy melihat ada sosok Alice dengan raut wajah yang khawatir, tentu kedatangannya membuat pak Roy kebingungan sekaligus merasa kesal, Ia mengira kedatangan Alice hanya sekedar untuk mengejeknya.
Dengan segera pak Roy bangkit lalu membuka jendela dengan kasar, hal itu Ia lakukan karena pikiran negatifnya itu sendiri. Padahal kenyataan Alice tidak seperti itu.
Jregg!!
"Alice? Apa yang kau inginkan sekarang?!" Tanpa pikir panjang Alice langsung memberikan tas koper berukuran sedang kepada pak Roy, pak Roy terkejut dengan yang dilakukan Alice.
"Ini 5 miliar dari uang yang kudapat dari permainan ini."
"Kau..."
"Tolong, gunakan uang ini semua! Meskipun aku hanya bisa membayar setengah dari hutangmu.. Tolong.. Dengan persyaratan berjanjilah kepadaku! Mengatakan kalau manusia tidak bisa dipercaya... Tolong, jangan pernah katakan kalimat menyedihkan itu lagi!" Saat mengatakan persyaratan, ujung matanya perlahan mengeluarkan air mata, Alice menangis mengingat kalimat menyedihkan itu dari gurunya sendiri. Begitu juga dengan pak Roy, Ia pun menangis terharu dengan kebaikan Alice yang begitu tulus...
Setelah itu, Alice pun pamit untuk pergi, tak henti-hentinya pak Roy mengucapkan Terima kasih sambil membungkukkan tubuhnya, tentu hal itu membuat Alice merasa tidak enak. Saat berada di jalan, ternyata sudah ada Daniel yang berdiri di seberang jalan.
Mengetahui pertemuan Alice dan pak Roy telah selesai, Daniel menghampiri Alice dan memberikan sebuah tas koper berukuran sedang yang berisi uang 5 miliar.
"Ambil itu juga. Dan berikan itu kepada pak Roy."
"Tapi, ini adalah 5 miliarmu.." Alice berkata sedikit kesusahan karena membawa tas koper itu, perasaan tadi tidak seberat ini deh..
"Aku berjanji, bukan? Kita akan membagi hadiahnya secara rata. Dengan kata lain...Kalau kau tidak mendapat uang apapun, aku tidak mendapatkan apapun juga."
"Daniel..."
Sejak saat itu, aku mengingat betapa baik dan ramahnya Daniel dilihat dari belakang. Dia tidak bertujuan untuk mendapatkan uang dari awal. Kalau dipikir lagi, aku tidak bisa percaya kalau Ia dulunya telah menipu orang. Lalu.. Sedikit perasaan terlintas dalam pikiranku..Kalau aku ingin benar-benar mengenalnya! Ketika aku membawa 5 miliar ke rumah pak Roy. Dia tetap bersujud menyembahku dan meratap keras. Dia tidak menaikan kepalanya sedikitpun.. Akan sangat baik kalau dia kembali menjadi guru yang mengagumkan seperti dulu.
"Dia seorang guru yang baik? Aku meragukannya.." Daniel memasang wajah meremehkan sembari meminum soda yang telah ia beli.
"Dia guru yang mengagumkan.. Hanya saja, dia mengalami saat masa² yang buruk. Aku yakin kalau tidak ada seorang pun yang memiliki hati yang jahat."
"Wah wah... Bukankah kita terlalu optimis?"
"Ah! Aku belum benar-benar berterimakasih padamu!!! Bagaimanapun, kamu bersamaku selama hampir sebulan dan kamu tidak mendapatkan uang sepeser pun."
"Aku tidak membutuhkan apapun.."
"Tolong! Aku tidak akan tenang kecuali kamu mengizinkanku!" Terpaksa Daniel mengikuti Alice sampai ke apartemennya karena ia dipaksa oleh Alice, karena tidak mau diperpanjang dan mendengar ocehan dari Alice begitu lama.
"Aku mendapatkan sekitar 5 juta dari kerja sampingan selama liburan."
"Aku bilang aku tidak menginginkannya."
"Tunggu disini ya!!" Ucap Alice sembari menaiki tangga menuju kamarnya karena Daniel tidak mau ikut masuk ke kamarnya. Sambil bersenandung gembira karena permainan itu telah berakhir, namun kebahagiaan itu hanya sementara.
"Ada apa?" Tanya Daniel karena Alice tiba² berhenti bersuara. Karena beberapa saat tidak dijawab, Daniel pun ikut naik ke atas untuk menanyakan dan memastikan.
Tiba-tiba aku sadar..!
"Apa yang terjadi!?" Pertanyaan Daniel pun seketika langsung terjawab saat ia sampai di atas dan melihat Alice memegang sebuah kartu berwana hitam dengan tangan dan kaki gemeteran.
Permainan dalam merebutkan 10 miliar hanyalah permulaan.. . Kenyataannya, hanya beberapa saat kemudian... Ada permainan yang lebih mengerikan menungguku!
...Petunjuk untuk Deception Game, ronde kedua. ...
__ADS_1
END : ROUND 1