
No 10. Akane Hanoko ( pekerja paruh waktu).
Dia sangat menyukai estetika, membeli semua peralatan kecantikan dan produk diet. Bahkan masker wajah seharga 6 juta, masih belum sadar bahwa ia telah dibohongi.
No 18. Hosoe Jyun ( Karyawan Perusahaan).
Wanita yang tergila-gila pada host club. Berada dalam tekanan salah satu host dia terjerat hutang jutaan. Sebenarnya dia bisa membayarnya dengan tubuhnya, tetapi dia tidak punya keberanian untuk melakukannya.
No 14. Ichika Hanae ( Pelajar SMK).
Benar-benar terpedaya oleh "Catch Sale". Dipaksa untuk membeli peralatan lukis, seperangkat alat pembelajaran bahasa Inggris, dan produk kesehatan sempat tergoda atas ide untuk menjadi model, tapi tidak sadar bahwa itu juga termasuk jenis penipuan.
No 4. Dipa Cahyadi ( manager pabrik).
Tertekan dengan pengaruh resesi, ia mengambil pinjaman yang sangat besar. Memiliki penampilan yang baik, tapi berhasil mencuri 20 juta dari lawannya di babak pertama.
No 7. Makihara Yukino ( Ibu rumah tangga)
Setelah menikah, ia kecanduan bermain pachinko. Kebiasaan berjudinya yang sangat buruk membuatnya terus meminjam uang pada lintah darat. Meski utangnya sudah banyak sekali, ia berhasil merahasiakannya dari suami.
No 3. Aiko Akemi ( Pekerja malam)
Pecinta barang-barang bermerk sampai-sampai ia berlibur ke hawai empat kali dalam setahun. Karena inilah utangnya sudah melebihi 1 miliar.
.
.
.
Tentu beberapa dari mereka bingung mengapa mereka dipanggil kesini sambil berbisik satu sama lain, Alice terlihat nampak bingung ingin memulai bicara dari mana. Daniel memberi isyarat kepada mereka untuk bersikap tenang.
"Ayolah, beritahu kami! Mengapa kau memanggil kami semua ke sini? Maksudku, kita bahkan tidak punya banyak waktu!" Aiko Akemi mulai angkat bicara. Dia sudah tidak tahan dengan kondisi seperti ini tanpa kejelasan dan kepastian apapun. Semua pemain yang datang sontak menatap Alice, tatapannya seperti mempertanyakan hal yang sama seperti Aiko.
"(Masalahnya, apakah enam orang ini mau bekerja sama dengan kita atau tidak..)" Daniel berbisik kepada Alice yang tidak jauh darinya, Alice berpikir, jika enam orang ini tidak mau bekerja sama, maka dipastikan rencana ini akan gagal.
__ADS_1
"Mohon perhatiannya.. Kalian semua pasti ingin memenangkan minority game ini, kan?" Tanya Alice padahal tanpa ditanya pun pasti mereka ingin memenangkan permainan ini. Menurut Alice, itu hanyalah basa-basi untuk memulai pembicaraan.
"Yah... Tentu saja kami mau.."
"Itulah mengapa aku memanggil kalian semua. Karena aku punya rencana, dan aku membutuhkan bantuan kalian untuk mewujudkannya." Mendengar ada sebuah rencana yang tidak dapat terpikirkan oleh mereka dan tidak menemukan solusinya, mereka kini mulai antusias sekaligus penasaran.
"Rencana??" Tanya pak Dipa, mewakili pertanyaan pemain yang lain. Aiko melirik Alice dari sudut ruangan dengan tatapan yang membuat Alice sedikit kurang nyaman.
"Y-yah, kita berdelapan akan bekerja sama.... Kita semua akan mendapat hadiahnya dan bisa menggunakan itu untuk keluar dari Deception Game ! !" Semua pemain terkejut, sontak mereka berjalan mendekat ke arah Alice bersemangat sekaligus penasaran tentang rencana itu. Asalkan bisa keluar dari Deception Game mereka tidak peduli harus melakukan apapun.
"Hah??!"
"Apa kau bilang??!"
"Bagaimana??!"
Sebenarnya, aku sangat gugup. Meski pada mereka aku berkata kita akan memperoleh cukup uang untuk keluar dari permainan ini.. Tidak ada jaminan kami akan mendapatkan 2,1 miliar secara utuh. atau lebih buruknya, hanya 40 juta per orang.
Aku takut mereka akan tidak setuju dengan pernyataan ini. Jadi kucoba untuk berbicara dengan antusias. mungkin aku tidak menjelaskannya dengan baik, tapi aku mencoba sebisaku. Dan akhirnya.... Semua orang menyukainya..
"Ayo kita lakukan!" Ujar pak Dipa sangat bersemangat karena mendapat sebuah rencana untuk menang, ditambah lagi yang akan mendapatkan uang bukan hanya 1 ataupun 2 tapi ada 8 orang, walaupun dengan jumlah yang tidak banyak atau maksimal. Mereka berpikir bahwa lebih baik hanya dapat 40 juta dibandingkan kalah yang akan mendapatkan hutang 100 juta.
Menurut Daniel, pemain itu pasti akan menerima dan mau bekerja sama karena akan mendapatkan jumlah uang yang begitu besar bagi mereka. Karena, jumlah uang 40 juta itu lebih besar hadiahnya dibandingkan dengan ronde sebelumnya bagi para pemain.
Jikalau salah satu diantara pemain pada ronde pertama mendapatkan hadiah lebih besar daripada hadiah 40 juta ini. Mungkin mereka akan berpikir dua kali untuk bekerja sama, sifat serakah dan tidak mau bersyukur yang akan mengubah diri mereka menjadi lebih buruk.
Berdasarkan informasi yang diberikan Alice, bahwa para pemain tidak dapat mengambil uang dari lawannya pada ronde pertama dengan jumlah uang seluruhnya, jadi hanya setengah saja. Bahkan jumlah uang yang dapat diambil dengan jumlah besar hanya 20 juta, yang dimiliki oleh Pak Dipa. Dan itupun dibawah 40 juta, jadi dipastikan mereka pasti akan menerima dan mau bekerja sama.
"Ta-tapi ingat, kalian hanya akan dapat 40 juta...." Alice mencoba untuk menekankan jumlah uang yang akan mereka dapat jika menang, agar tidak terjadi kesalahpahaman. Namun, mereka tidak mempermasalahkan hal itu.
"40 juta itu banyak!!" Kata Ichika, yang tidak mempermasalahkan hal itu. Baginya yg hanya seorang pelajar mememegang uang sebanyak itu akan membuatnya jatuh pingsan tak percaya.
"Daripada kalah, harus membayar 100 juta!" Timpal pak Dipa.
"Kita beruntung bisa keluar dari permainan ini dengan mudah!"
__ADS_1
"Kamu yang membuat ide ini?" Tanya Hosoe yang secara tidak langsung mewakili semua pertanyaan para pemain. Sudah dipastikan jika mereka tau siapa yang memiliki ide ini, mereka pasti akan memujinya.
"Bu-bukan, tapi dia.. Daniel.." Alice menoleh ke arah Daniel yang berada tidak jauh dari sana yang sedang berdiri bersandar di dinding sambil melipat kedua tangan di dadanya. Mengetahui hal itu, beberapa pemain berjalan mendekat ke arah Daniel. Namun, saat sudah dekat mereka menyadari sesuatu.
"Kau hebat!" Puji Ichika Dengan mata ya berbinar² layaknya bertemu sang idola. Namun, tak berselang lama dari itu, mereka menyadari sesuatu bahwa papan nama Daniel tidak sesuai dengan apa yang dikatakan Alice.
"Tunggu...."
"Kenapa papan namamu..... Putri Lauren..??" Karena mereka sudah mengetahui ada kejanggalan, Alice mencoba menjelaskan dan meluruskan mengapa itu bisa terjadi.
"Ah, dia wakilnya, seseorang yang bernama di papan nama itu dia tidak bisa ke sini..."
"Oh???"
"Aku baru tau kalau itu bisa dilakukan.."
Mungkin beberapa pemain punya ide terbesit di pikirannya untuk mencoba agar orang lain yang akan bermain menggantikan si pemain. Seperti yang dilakukan Daniel, tapi itu tidak berlaku. Karena dipastikan mereka tidak tahu sistem ini. Mereka hanya mewakilkan untuk bermain, tapi konsekuensi kalo kalah atau menang akan kembali ke pada pemain yang sudah terpilih resmi dari "DGT" .
Ibarat seperti mengerjakan ulangan. Si A meminta si B untuk mengerjakan ulangan si A, tapi konsekuensinya si A akan mendapatkan nilai bagus atau buruk berdasarkan dari jawaban si B. Anggaplah si A dapat nilai ulangan yang buruk, maka si B tidak dapat disalahkan atau ia tidak bersalah. Hal Itu akan berpengaruh pada nilai rapor si A dan tidak akan berpengaruh pada nilai rapor si B.
"Um.. Tapi, apa kau yakin rencana itu bisa berjalan lancar? Aku tahu dealer itu sudah bilang, tapi bagaimana kalau 'DGT' benar-benar mempermainkan kita?" Tanya Akane khawatir, menurutnya, mungkin akan ada cara sesuatu yang dilakukan oleh pihak DGT. Namun, hal itu langsung ditepis oleh Daniel.
"Kujamin, mereka tidak akan melakukannya. Karena mereka tidak punya alasan untuk melakukannya. Ingatlah, mereka berjanji untuk memberikan 10 miliar bagi siapa saja yang berhasil menguak penipuan mereka. Dan, dengan cara jalan permainan ini, meski mereka tidak campur tangan atau berbuat curang, permainan ini sudah dibuat untuk menghasilkan keuntungan. Pikirkan saja, DGT meminjamkan total 2,2 miliar untuk semua pemain, dan itu akan diberikan pada pemenangnya. Tapi pernyataan itu tidak dapat dipercaya....." *Daniel
".... Demi menyimpan uang itu, pemenangnya tidak punya pilihan lain selain masuk ke babak ketiga. Tapi, kalau orang ini tidak mau membantu siapapun, dia juga bisa memutuskan untuk mengembalikan setengahnya dan keluar. Artinya dari awal, satu-satunya alasan mengapa DGT menyelenggarakan permainan ini adalah agar mereka bisa mendapatkan 50%nya." Sambung Daniel, semua pemain disini mangut² tanda mengerti dan itu cukup masuk akal.
"Begitu..." *Akane
"Oke, aku mengerti kenapa mereka tidak perlu berbuat curang. Tapi.. Adakah jaminan bahwa salah satu dari kita tidak akan berkhianat?" Tanya Yukino khawatir, ia juga ingin memastikan untuk tidak ada yang berkhianat dalam kerja sama ini.
"Berkhianat??" Tanya Alice bingung, menurut nya mengapa ada seseorang yang akan berkhianat? padahal rencana ini sudah pasti akan menang, jika kerja sama tim baik.
"Rencana ini bergantung pada sang pemenang, sebagai perwakilan dari kita semua, yang akan mendapatkan seluruh hadiahnya. Aku tak mau membayangkannya, tapi.. Tidak menutup kemungkinan bahwa sang pemenang bisa saja akan meninggalkan kita." Apa yang dikatakan Yukino sangat benar dan masuk akal, Alice pun berpikir untuk menemukan solusi agar mereka berjanji tidak ada yang akan berkhianat.
"Tak usah khawatir, karena sebelum kita berpartisipasi dalam rencana ini, kita akan membuat surat kontrak."
__ADS_1
Bersambung..