Permainan Menipu

Permainan Menipu
Curiga dan waspada


__ADS_3

"Setuju...! Selama ada kontrak, aku ikut. Lagipula ini hanyalah bisnis. " Celetuk Aiko yang sedaritadi ia hanya terdiam dan cukup tenang mengamati setiap pemain, kini ia ikut mulai bicara, ia mengangkat tangannya menyetujui hal itu dan perlahan semua pemain juga sama.


"Hmm, mungkin dengan adanya kontrak, akan membuat kita aman.." Kata Yukino cukup lega dan perlahan kekhawatiran mulai berkurang.


"Kalau begitu, apa kalian siap untuk bekerja sama dalam rencana ini?" Tanya Alice dengan perasaan senang, mereka saling melemparkan pandangannya satu sama lain lalu perlahan mengangguk tanda setuju.


Setelah itu, kami membuat kontrak. Dalam kontrak, kami berjanji bahwa..


1) kami akan tetap berpegang pada apa yang telah disepakati.


2) Pemenang bertanggung jawab untuk membagi hadiah.


3) Bagi siapa yang tidak menjaga kontrak ini harus mengganti semua kerusakan yang terjadi.


Berkat Hosoe yang seorang karyawan, dan pak Dipa seorang manajer perusahaan, kami bisa membuat surat kontrak yang resmi. Dengan tanda tangan jempol.


"Dengan ini, kita aman.." Hosoe menghela nafas lega..


"Horeee!!" Ichika melompat kecil karena senang, setidaknya tidak ada yang akan berkhianat di tim ini. Karna jika tidak, hal itu akan benar-benar menyakitkan.


"Dengan ini, kita bisa keluar dari permainan ini.." Ucap Alice sambil tersenyum menatap Daniel.


"Ya, Mudah-mudahan.."


"Hmm maaf, tapi mengapa kau memilih kami berenam..?" Tanya Yukino bingung sekaligus penasaran, terlebih lagi hampir pemain yang dipilih adalah seorang wanita.


"Iya... Dari 22 orang peserta, ada satu peserta yang bersembunyi di antara kita. Dia orang yang sangat berbahaya... Si 'X'." Jawab Alice dengan wajah khawatir dan cemas ketika ia membicarakan si 'X'. Walaupun begitu, nampaknya pemain tidak menimbulkan rasa khawatir, lebih tepatnya mereka merasa bingung yang terlihat dari raut wajah mereka. Karena hal itu, Alice pun melanjutkan..


"Putri Lauren adalah pemain yang berhasil mencuri 1 milyar dari lawannya di babak pertama. Dengan penuh penyesalan, ia datang ke DGT, dengan niat untuk mengembalikan seluruh uangnya... Tapi, ada *Seorang pemuda* yang menyamar sebagai karyawan DGT, menipunya dan berhasil mendapatkan uang itu."


"Seorang pemuda?"


"Oh, pantas saja kau memilih semua perempuan yang ada disini... Dan aku, karena aku sudah tua.." Pak Dipa mengangguk perlahan mengerti. Alice menjawabnya dengan anggukan cepat.

__ADS_1


"Daniel, jadi kau ada disini karena menggantikan Putri Lauren??" Tanya Akane memastikan, belum sempat Daniel menjawab, ia secara tidak sengaja dipotong oleh Aiko yang tiba-tiba berbicara.


"Hei! Untung saja kita tahu si X anak muda, tapi apa kalian tahu lebih rinci tentang Mr.X ini? Atau mungkin, nomornya?" Tanya Aiko lebih lanjut dengan menatap secara bergantian ke Daniel dan Alice.


Alice menundukkan kepalanya kecewa."Sayangnya, kami tidak tahu. . Bagaimanapun juga, semua orang terlihat mencurigakan." Alice tidak melanjutkan bicaranya, ia terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu sambil sedikit mengelus bibirnya. "Terutama peserta no.15" Terlintas peserta no.15 dipikirannya, Alice membelalakan matanya.


"15?! Maksudmu pria yang berkacamata itu?!" Aiko tiba-tiba saja berteriak histeris, membuat Alice sedikit terkejut. "Iya, bagaimana menurutmu?" Tanya Alice mengenai pendapat Aiko tentang peserta no.15, kini Aiko sedikit lebih dekat ke arah Alice. Ia memajukan tubuhnya ke depan seakan ia dan Alice memiliki firasat yang sama.


"Tuh, kan! Aku juga merasakan suatu hal yang aneh tentangnya! Dialah satu-satunya orang yang terlihat sangat tenang..." Ketenangan Aiko benar-benar hilang disini, Alice merasakannya juga bahwa ada juga pemain yang berpikir sama dengannya.


"Wah, Aiko, kau juga berpikir seperti itu?"


"Kalau kita menganggap bahwa dia telah memiliki cek senilai 1 milyar.. Maka semuanya masuk akal. Mencurigakan." Aiko mengelus dagunya berpikir, wajahnya mulai mengeluarkan sedikit keringat. Sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu yang buruk atau mengerikan.


"Izinkan aku berbicara lagi.. Aku yakin peserta no.15 adalah 'X'." Sambung Aiko dengan Deduksinya, kini mereka saling memberikan pendapatnya seolah mereka seperti detektif.


"(Ya, orang itu pasti 'X'.)" Batin Alice, kembali peserta no.15 terbayangkan dipikiran Alice. Seperti nya hampir semuanya mulai curiga dan waspada terhadap pemain no.15, itu bisa dibuktikan ketika mereka mulai bicara lebih lanjut si pemain no.15.


"Karena kita yakin X bukan diantara kita, kujamin, kemenangan pasti ada ditangan kita!" Sambung Daniel dengan tatapan tajam menatap satu persatu pemain disana. Tentu hal itu membuat mereka semakin senang dan lega, kepastian itu membuat mereka tidak perlu khawatir lagi.


"Yah, untuk sementara.." Balas Aiko dengan suara yang pelan, ia kini sedang merapikan rambutnya yang tanpa diikat itu.


"Fuh... Mengecewakan sekali!" Celetuk Akane sambil membanting tubuhnya ke sofa dengan menghela nafas panjang. "Kok bisa?" Tanya Yukino penasaran apa maksud dari perkataan Akane.


"Sang dealer bilang bahwa sang pemenang adalah orang yang menggunakan waktunya dengan bijak. Tapi sekarang, dengan rencana tanpa gagal kita, kita tidak perlu melakukan apapun!" Kata Akane yakin betul dengan perkataannya, yang dikatakan memang benar adanya, namun itu terlalu naif.


"Siapa bilang? Banyak yang harus kita lakukan!" Bantah Aiko menolak pernyataan Akane, menurutnya, kita tidak boleh lengah begitu saja. Bisa saja si 'X' melakukan 'sesuatu'.


"Sebaiknya kita waspada terhadap 'X'! Dia pasti punya tipuan hebat yang masih disimpannya.. Atau, jika dia mendengar rencana kita, dia bisa mencoba mengacaukannya!" Kata Aiko waspada. Ia mencoba menebak² apa yang akan dilakukan si 'X' nantinya


"Pokoknya kita harus menyembunyikan keberadaan tim ini!" Ucap Ichika.


"Ya! Itu ide yang bagus! Jadi, besok saat pemungutan suara, kita tidak boleh membocorkan siapa yang ada di tim ini! Sebaiknya, kita mengobrol dengan peserta lain sebanyak mungkin!" Aiko menyetujui hal dan menambahkan beberapa hal yang akan mereka lakukan. Namun, Daniel merasa sepertinya itu tidak akan mudah.

__ADS_1


"Sepertinya akan susah mendekati mereka dalam dalam suasana seperti itu.." Kata Daniel.


"Sudahlah, di coba saja! Itu bukan cuma untuk kamuflase, tapi kita juga bisa tahu siapa sebenarnya 'X'!" Aiko menjelaskan bahwa itu hanyalah sebuah trik agar tim mereka tidak dicurigai sekaligus untuk mengumpulkan informasi yang ada.


"Jangan lupa untuk mengawasi peserta no.15. Kita harus membuat rencana ini berhasil, oke?" Sambung Aiko sambil memandang Alice untuk tetap waspada terhadap si X yang kemungkinan besar ialah peserta no.15 .


"Baik!" Dengan senang hati dan bersemangat aku mengiyakannya, aku tidak keberatan dengan hal itu. Cuma mengawasinya saja apa susahnya coba? Pikir Alice. Setelah menyegel kontrak, mereka memutuskan untuk pamit dan pergi ke kamar masing-masing karena sudah terlalu malam.


Keesokkan harinya........


"Hadirin sekalian! Mulai saat ini, babak pertama dari 'Minority Rule' akan dimulai!" Ucap sang Dealer membuka pembicaraan lebih dulu dengan nada meninggi dan sangat bersemangat. Tentu mereka menantikan permainan yang akan berlangsung seru ini. Berkebalikan dengan peserta, mereka tentu tidak bersemangat dan khawatir dengan hal yang sama. Tidak ada respon apapun dari pemain, membuat sang Dealer kembali bicara.


"Hehe.. Baiklah.. Kita akan menentukan pertanyaan pertama dari pemain----" Ujar Dealer sambil mengambil bola dari sebuah kotak yang sudah disertai nomor pemain untuk memberikan pertanyaan. "Nomor 1!"


"Nomor 1 dimohon untuk segera naik ke panggung!" Sang Dealer mempersilahkan peserta no.1 untuk naik.


"Sekarang, tolong berikan satu pertanyaan yang mengesankan untuk menandai babak pertama." Setiap langkah ia merasa gugup, keringatnya mulai keluar bercucuran. Mungkin ia grogi berbicara di depan banyak orang.


Glek!


"(Sepertinya dia gugup)"


"(Entahlah)"


Mereka sesekali berbisik, namun saat mendengar satu kata dari pria itu, mereka langsung terdiam.


"Diantara merah dan biru, tidak diragukan lagi.. Merah lah yang paling bagus dan baik."


"Baiklah! Peserta no.1 telah mengajukan pertanyaan yang mengagumkan! Jika anda setuju dengan pertanyaan tersebut, silahkan pilih Ya. Jika sebaliknya, anda memilih biru paling bagus dan baik, pilih tidak."


Tirai dari permainan "Minority Rule" Telah disibakkan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2