Permainan Supremacy

Permainan Supremacy
16


__ADS_3

15 menit kemudian...


Felix berlutut sambil mengambil napas panjang setiap detik, setelah mencapai lantainya. Dia mencoba untuk memanggil para pelayan tetapu syaranya yang serak juga kering itu membuat pelayan tidak dengar dan meninggalkannya sangat jauh.


Jadi, dia menyerah untuk terbaring di tanah dengan dadanya yang naik turun.


“Bisakah aku benar-benar melakukan ini setiap hari? sepertinya sangat sangat tidak mungkin dengan staminaku yang seperti ini.”


Dia menggelengkan kepalannya dan mencoba untuk berdiri.


“Dapatkan pegangan Felix, kamu malas di kehidupanmu yang sebelumnya dan itu sangat memberikan kerugian padamu. Saatnya untuk mulai menganggap serius integrasi dan langkah pertama adalah menakhlukan tangga kehancuran itu.”


Setelah itu, dia berjalan perlahan menuju kamarnya sambil bersandar di dinding sebagai penyangga.


Beberapa menit kemudian, dia melepaskan pakaiannya dan mengenakan piyama lalu menjatuhkan dirinnya ke atas tempat tidur dengan matanya yang tertutup dan eskpresi santai. Dia benar-benar mati kelelahan.


Saat Felix mulai menyelami mimpinnya lebih dalam, suara nyanyian yang menusuk telinga tiba-tiba menyerang ke alam bawah sadarnya.

__ADS_1


“Ya! Ya! Ding Dong! Aku mencintaimu! Aku jatuh cinta padamu, terimalah cintaku.”


Felix terbangun ketakutan setengah mati, dia tidak tahu darimana asal suara menyeramkan itu.


“Hehe, kamu benar-benar mengira kamu akan tidur dengan tenang, Felix sayangku? Pikirkan lagi, karena selama aku tidak mendapatakn kerja sama penuhmu untuk memisahkan jiwa kita. Kamu tidak akan tidur sekejap pun. Aku akn melakukannya, pastikan itu. Percayalah padaku, untuk kali ini saja.”


Asna yang pura-pura mati sepanjang hari, kini tertawa jahat di dalam benaknya.


Felix benar-benar melupakan keberadaan penyihir itu, atau mungkin karena dia mengabaikannya, penyihir itu akan menghilang?


“Kamu wanita tua, kamu memintannya karena kamu memancingku untuk berperang, maka itu adalah perang, kita akan lihat sia;a yang akan keluar!” Dia berteriak dengan mata yang berlumuran darah karena kelelahan.


“Felixku yang manis, aku bisa mengendalikan apakah aku ingin membaca pikiranmu ataukah tidak. Jadi, usahamu untuk mengangguku benar-benar tidak akan berhasil,” ujar Asna. mengejek Felix


“Kamu lebih baik meningkatkan permainanmu atau kamu tidak akan menikmati siksaanmu,”


Felix tahu, dia sedang berhadapan dengan seorang psikopat, penyihir psikopat tangguh yang di segel selama 20 juta tahun lamannya.

__ADS_1


Jika dia tidak dapat menemukan kelemahannya untuk di eksploitasi, dia akan selamannya terancam untuk mematuhi keinginannya.


Tak lama kemudian, da menemukan bahwa satu-satunnya hal yang dicari penyihir adalah kebebasan. Dia di segel dalam reruntuhan selamannya dan ketika dia akhirnya di bebaskan, dia disegel kembali di dalam tubuh Felix.


Sejujurnya, jika dia bukanlah wanita gila maka Felix akan merasa sangat kasihan terhadapnya.


Namun, entah bagaimana tidak ada yang mau mengakui bahwa mungkin dia menjadi seperti sekarang ini hanya karena dia di segel selama jutaan tahun. Periode yang tak terduga bagi manusia, yang tidak bisa bertahan sendirian selama 1 tahun tanpa seseorang di dekat mereka atau media sosial.


Sayang sekali, manusia pada dasarnya di lahirkan untuk menilai buku dari sampulnya.


Asna mengerti apa yang Felix rencanakan setelah membaca pikirannya, “Felix sayangku, jadi itu idemu? Hah, kupikir kamu bisa berbuat lebih baik.” Dia melanjutkan dengan mengejek. “Ketika kamu tidak bisa memikirkan sesuatu, kamu memutuskan untuk mengancamku menggunakan hidupmu. Jadi, bagaimana jika kamu bunuh diri, aku akan tetap bebas, jangan lupa aku dengan rela menggabungkan jiwaku padamu supaya aku bisa terhapus, jadi aku tidak punya masalah melakukannya lagi.”


Felix, yang masih belum terbiasa dengan pemikirannya yang dibaca Asna, menyadari bahwa dia tetap tertangkap basah dan menjawab dengan dagu yang terangakt.


“Tapi kamu lupa menyebut sesuatu ketika kamu mencoba untuk mengendalikan tubuhku, aku dengan rela meledakkan jiwaku supaya aku tidak berada dibawah rasa belas kasihanmu. Jadi ya, aku tidak masalah juga bunuh diri jika aku akan menjadi budakmu.”


Asna tahu dia memang benar, karena Felix tidak memiliki masalah menerima kematian demi kebebasan.

__ADS_1


“Felix, apakah kamu tidak berpikir kalau kita sangatlah mirip? Kamu tidak ingin keinginanmu itu di kendalikan orang lain dan aku juga tidak ingin kebebasanku disegel. Tidak bisakah kamu mengerti darimana asalku? Aku hanya ingin bebas, Sial! Apa itu terlalu banyak dan permintaan yang sulit?”


“Dan kapan aku berkata aku ingin memperbudakmu? Aku sudah mengatakannya tiga kali, aku mencari kerjasama kita, kamu akan membantuku membebaskan diri., dan aku akan membantumu dalam sistem garis keturunanmu yang sampah itu.”


__ADS_2