
“Untuk terikat kembali dengannya, aku perlu memahami selera filmnya, jadi banyak yang bisa kita bicarakan nanti.”
Dia kemudian memilih film acak dan mulai menonton daftar putar dengan penuh minat.
Felix benar-benar tidak menipunnya tentang kekurangan makanan di gudang, karena Leila mengirimnya pesan yang mengingatkannya untuk membawa persedian baru.
Dia tiba-tiba saja memikirkan tentang kekacauan Besar yang akan segera tiba, harga makanan yang akan naik menjadi jumlah yang mengejutkan selama beberapa bulan ini.
Felix menyadari bahwa ini adalah kesempatan yang cukup baik untuk di nantikan.
Karena dia dapat membeli makanan sekarang dengan harga murah dan kemudian menggunakanya sebagai pembayaran biaya saat renovasi pulau dimulai.
Felix percaya bahwa selama kekacauan, tidak ada yang keberatan, menuju ke pulau kosong di mana makanan berlimpah dan keamanan terjamin selama penjarahan yang kacau.
Maka dia dengan cepat memutuskan untuk melakukannya. Tetapi dengan cara yang sangat hati-hati, karena dia tidak ingin membuat terlalu banyak gangguan, Jangan sampai sepupunya memperhatikan dan mulai memata-matai setiap gerakan yang dia lakukan, baik untuuk menghalanginya atau mencuri idenya.
__ADS_1
Ini adalah kejadian normal dalam tradisi keluarga, karena merupakan semacam persaingan tersembunyi antara junior.
Seseorang tidak hanya harus fokus pada rencana kebangkitanya, tetap juga berhati-hati terhadap campur tangan sepupunya.
Setelah itu, dia mengeluarkan ponselnya dan menelpon sahabat ibunya.
Kringg.. Kringgg....
Dering terus berbunyi, hingga terdengar suara yang begitu lembut dari dalam telpon itu adalah suara sahabat ibunya.
Felix pun menjawabnya dengan nada suara yang sopan, “Hai bibi Marry, aku baik-baik saja. Aku menghubungimu hanya ingin melakukan pemeriksaan pada kondisi kesehatanmu saja dan aku ingin meminta bantuan kecil darimu.”
Bibi Marry tertawa dengan manis kemudian dia menjawab Felix dengan cepat , “Betapa perhatiannya kamu Felix kecilku. Mengenai bantuanmu, kamu tahu bukan ada tembok di antara kita,” ucap bibi Marry, membuat Felix terdiam membeku dengan wajahnya yang datar.
“Tante Marry, aku pikir aku mewarisi indera Investasi ayahku. Seperti sekarang, mereka sedang kebingungan untuk membeli makanan dalam jumlah yang besar. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku percaya hadiah ayahku.” Dia dengan cepat menambahkan kalimatnya, “Dan bahkan, jika investasiku tidak berhasil, aku tidak akan rugi apapun karena hanya beberapa juta dollar makanan.”
__ADS_1
“Nak, kamu tidak berbohong kepadaku, kan? Kamu tahu, naluri investasi atahmu tidak pernah salah, bahkan tidak sekalipun. Jika kamu mengklaim bahwa kamu memiliki indra yang sama dengannya, aku akan mengambil resiko dan berinvestasi dalam apapun yang kamu investasikan,”
“Percayalah padaku bibi, aku tidak pernah menipumu. Karena aku tidak mendapatkan apapun jika aku melakukannya.”
“Baiklah, beritahu aku. Berapa banyak makanan yang kamu butuhkan dan jenisnya apa saja.”
“Aku butuh dua juta dollar jatah makanan gandum, beras, kacang-kacangan. Kamu tahu sisanya, Coba kirimkan secara diam-diam, karena aku tidak ingin beritahu sepupuku.”
“Oke anggap saja sudah selesai. Tiga hari dari sekarang, kamu akan menerima kiriman dengan menggunakan kapal. Aku juga akan membeli beberapa juta makanan.”
Dia melanjutkan kembali pembicaraanya, “Jika kamu benar-benar memiliki akal sehat ayahmu, ini akan menjadi keberuntungan besar. Tapi, jika itu hanyalah firasat biasa. Kau akan kehilangan beberapa juta, tidak ada yang berlebihan.”
“Terimakasih bibi, kamu yang terbaik. Aku akan mengirimkan pembayaran ke rekening bankmu sekarang, Selamat malam.’
“Bye bye little Felix, tetaplah berhubungan denganku.”
__ADS_1
Felix kemudian menutup telpon dan mentransfer dua juta dollar dari 26 jua yang tersisa setelah Felix menghabiskan juta selama setahun terakhir untuk membeli barang-barang mewah itu.