
“Hehehe, sudah terlambat untuk menyesal sekarang, nak. Sampai jumpa besok sore. Selamat tinggal, aku akan tutup telpon, ada dokumen yang harus aku selesaikan.”
Felix tidak percaya, dia percaya kakeknya itu akan pergi dengan para tetua untuk minum juga bernyanyi sepuasnya.
Ucap Felix dengan hangat, “Baiklah, jaga dirimu, sampai jumpa besok.”
Di tanah Amerika, di pinggiran ibu kota, di bar...
Seorang pria tua dengan janggut putih, kepala botak, kerutan di seluruh wajahnya dan matanya yang coklat, memiliki kerutan di wajhnya sambil menatap layar ponselnya yang gelap.
“Mengapa bajingan ini bertingkah lembut, apakah pulau iitu benar-benar sudah mengubahnya? Baru tahun lalu dia menjadi penjahat keluarga. Sepertinya, aku benar-benar harus mengunjunginya besok untuk melakukan pemeriksaan kepadanya, dia benar-benar membuatku khawatir setengah mati.”
Saat dia ingin mengenang saat-saat yang dia habiskan bersama dengan cucunya, sebuah tamparan terdengar keras dan jelas di bar. Sebuah tangan memukul kepalannya yang botak
“Plak!!!!”
Suara tamparan itu menggema, seluruh orang di bar terdiam sesaat, lalu meledak dengan tawa mengejek. ‘
__ADS_1
Kakek Felix terbangun dari keterkejutannya oleh tawa mereka.
“Benjamin!! Jika aku tidak mebunuhmu hari ini, aku akan berlari telanjang di sekitar bar. Aku bersumpah,” ucapnya, dia meminum seluruh botol dalam sekejap mata dan melemparannya ke Benjamin yang bersembunyi di bawah meja bar, mengharapkan pembalasan seperti itu.
Malam itu, pukul 02.00
Orang-orang bersumpah mereka melihat dari jendela mereka, seorang lelaki tua berlari telanjang dengan wajah mabuk di sekitaran bar.
“Apakah dia manusia?”
“Tentu saja, jika dia bukan manusia dia tidak akan mungkin memiliki bentuk tubuh seperti itu,”
“Mungkin dia baru saja terkalahkan oleh sesuatu,” pungkas orang-orang itu.
****
Setelah menutup telpon, Felix memesan layanan kamar untuk membawakannya makan malam.
__ADS_1
Dia berbaring di tempat tidurnya dengan satu kaki di atas yang lain sambil merenungkan sesuatu, “Kakek akan datang besok. Bagaimana aku akan menahannya di pulau selama lebih dari 10 hari sampai transmisi berlalu?”
“Asna, kamu ahlinya dalam hal penyegelan. Mau berbagi ide tentang cara menyegel kakekku di pulau?” Felix tiba-tiba saja bertanya pada Asna.
Satu-satunya jawaban yang di terimanya adalah Asna mengcaungkan jari tengahnya ke udara smabil memaki Felix, “Bangsat! Jangan bawa aku kedalam urusan keluargamu, aku sama sekali tidak peduli olehmu ataupun orangtua itu.”
Felix menghela napasnya, dia tahu akan begini hasilnya tapi pikir Felix apa salahnya untuk mencoba kemungkinan saja Asna sedang bertaubat dan menjadi lunak kepadanya.
Felix tahu pasti bahwa kakeknya itu tidak bisa menjauh dari teman minumnya. Jadi dia akan segera pergi kembali ke tempatnya setelah memeriksa keadaan Felix.
Ketiga ide Felix yang baru saja dia rancang, menjadi berantakan dan tidak ada yang bagus.
Pertama, dia tidak bsia mengunci kakeknya di suite dengan paksa. Karena pelayan pasti akan mendengarkan semua perintah kakek seperti mendengar perintah Felix dan akan menjalankannya dengan baik.
Kedua, Felix bisa saja membuatnya jatuh koma. Tapi, rumah sakit semuanya hanyalah sampah di pulau ini dan tidak mampu untuk menangani pasien koma. Belum lagi, dia harus menjelaskan apa yang telah terjadi saat kakeknya itu bangun.
Pilihan terakhir dan juga paling memungkinkan untuk terjadi adalah Felix menjadi penjahat dan menggunakan strategi lain.
__ADS_1
“Aku akan berpura-pura mengalami depresi karena kesepian di pulau dan aku membutuhkan perusahaan kaeluarga atau aku akan merugikan diriku sendiri. Jika kakek melihat hal ini, dia akan tinggal sampai keadaanku baik-baik saja.”
“Huh, ini adalah rencana yang cukup kacau, tapi untuk menyelamatkannya dari kematian, apapun itu aku akan melakukannya. Semua akan aku lakukan demi membuat kakekku selamat.”