Permainan Supremacy

Permainan Supremacy
22


__ADS_3

Felix sedikit bersabar, dia perlahan bersikap seperti awal setelah ekspresi wajah dinginnya menguasai.


“Baiklah, beritahu aku apa manfaat yang akan aku dapatakan setelah aku setuju bekerja sama denganmu?” tanya Felix, sarkas.


Asna pun menjawabnya dengan sangat cepat, dia memang sudah menunggu Felix menanyakan akan hal ini kepadannya.


“Setelah membaca ingatanmu dan melihat sistem garis keturunanmu yang bekerja. Aku menemukan banyak cara untuk menghilangkan beberapa batasan untukmu.”


“Yang pertama adalah karena status sosial rasku adalah berada di puncak alam semesta. Kita dapat menekan binatang buas atau makhluk apapun yang ada di bawah kita dengan mudah. Ini artinya, kamu tidak perlu membatasi diri pada pilihan tingkatmu. Kamu dapat memiliki monster tingkat 7 untuk dibangunkan dengan baik.”


“Cara keduaku, aku dapat membantumu dengan kamu mencapi afinitas puncak elemen apapun yang kamu inginkan. Karena aku adalah The Origin of Law. Eelemen hanyalah mainan untukk, tapi saat ini aku sangat lemah sehingga aku memerlukan jumlah yang sangat besar yaitu sumber daya unsur, untuk membantumu menunjukan Afinitasmu.”

__ADS_1


“Terakhi, sementara yang lain hanya bisa memiliki 6 kemampuan dalam garis keturunan satu persen mereka sehingga menghentikan mereka dari mencapai lebih banyak tahap penggantian, kamu tidak perlu cemas tentang hal ini karena aku akan bergabung denganmu. Garis keturunan kamu sudah lebih kuat dari yang lainya. Ibaratnya, manusia mendapatkan tiga kekuatan sedangkan kamu akan mendapatkan sembilan kekuatan. Ini hanya perkiraanku saja, waktu yang akan menjawabnya.”


Dia menghembuskan napasya pelan dan menambahkan untuk terakhir kalinya, “Itulah untuk saat ini, cara yang aku temukan dari ingatanmu. Aku tidak tahu, apakah hanya ini caanya ataukah ada yang lainnya juga. Aku perlu informasi lebih untuk mengetahuinnya.


Felix hanya mendengarkan dengan kaku tanpa menyela, tidak tahu bagaimana mengungkapkan keterkejutannya dan ketidak percayaanya.


Dia tahu bahwa hanya ada satu dari berbagai metode yang sudah bisa dijadikan sebagai salah satu manusia terkuat.


“Kau benar, metode itu cukup berguna untuk jalur garis keturunanku, tapi terus kenapa? Jika harga yang akan kubayar untuk membantumu membagi jiwa yang cukup besar untuk menyakitiku,aku tidak akan bekerja sama denganmu”


“Mneggunakan metodemu atau tidak, aku akan tetap mengatur diriku dengan baik hanya dengan menggunaan ingatan dari kehidupan masalaluku.”

__ADS_1


“Sekarang katakan padaku, apa yang kau minta dariku?”


Asna menjawabnya dengan santai tanpa adanya kecemasan dari wajahnya,


“Aku hanya perlu bertemu teman lama dari rasku. Dia mengendalikan hukum roh dan jiwa, jadi jika ada yang bisa membantuku, hanyalah dia.”


Dia kemudian menggelengkan kepalanya, “Tetapi kamu tidak perlu khawatir, tentang semua ini sekarang karena kamu telalu lemah bahkan untuk membunuh seekor ayam kamu tidak mampu. Tingkatkan saja kekuatanmu engan baik, lalu ketika aku melihat kamu siap. Aku akan memberitahukanmu dimana kamu akan menemukannya.”


Felix mengendurkan bahunya yang tegang, karena sejujurnya dia ingin bekerja sama dengannya untuk metodenya, Tetapi jika harganya terlalu besar untuk dibayar, dia hanya bisa menolaknya.


“Baiklah, aku berjanji sekarang jika kamu memabantuku dalam rencanaku dengan sepenuh hati, aku tidak akan mnegingkari janjiku ketika aku cukup kuat untuk membantu,” Dia menambahkan dengan nada serius,

__ADS_1


“Kamu pegang kata-kataku.”


__ADS_2