
Namun, yang benar-benar mengejutkan mereka sebenarnya adalah api yang nyala namun tak berwarna yang tampak seperti sebuah bola air. Jika tidak berkedip dari waktu ke waktu, mereka akan dengan jujur menganggapnya bola air. Tetap saja, mereka tidak pernag melihat atau mendengar tentang bola api nyala transparan yang luar biasa di sepanjang hidup mereka.
Mereka tahu, bahwa mereka itu bar saja mendapatkan jackpot!! Tidak mungkin, bola api nyala yang terllihat aneh itu tidak termasuk kedalam harta karun. Di mata mereka, nyala api pastinya merupakan harta karun bagi penguna elemen api, ini sangat menakjubkan.
Meskipun tak satupun dari mereka memiliki elemen api, mereka masih bisa menjualnya dengan koin supremasi dalam universal Virtual Reality (UVR)
Mereka saling betukar pandangan satu sama lainnya, tidak tahu bagaiamana melanjutkan hal itu.Tidak hanya ada satu bola api, tapi tiga! sangat menakjubkan.
Jelas bahwa mempercayai satu sama lain untuk memegang api di kartu spesial mereka bukanlah pilihan yang baik, mereka mungkin teman satu klan tapi mereka bukanlah teman dekat.
Tiba-tiba! Felix melesat ke peron, tidak pedulikan ekpsresi wajah jelek rekan satu timnya. Dia tidak memberi mereka satu detik pun untuk memikirkan semuannya sebelum memaksa mereka untuk mengejarnya, mencoba yang terbaik untuk mengejar yang tertinggal.
Namun, dia diam-diam memperlambat kecepatanya, membiarkan keduanya untuk menguguli dia dengan sangat cepat. Mereka tidak melihat sesuatu yang aneh, tentang langkahnya yang lamban karena mereka tahu bawa dia mungkin masih lelah karena melakukan perjalanan yang sangat jauh.
Felix memilih untuk terus memperlambat kecepatannya dalam berlari, sampai dia berhenti dan mundur ke samping lubang itu tempat dimana mereka berasal. Seluruh fokus mereka ditangkap ole api tak berwarna itu.
“Oh aku mendapatkan jiwa segar sekarang, lumayan.”
Kathy, Felix juga Jayden mereka sama-sama sangat terkejut dan membeku karena rasa terkejut mereka. Setelah mendengar suara malaikat yang ada di benak mereka, manis dan mengoda yang mungkin membuat iblis akan lengah.
Kathyn juga Jayden yang paling dekat denga bola api itu mereka berdua langsung berbalik dan berencana untuk berlari ke arah Felix. Mereka tidak tahu siapa yang telah berbicara itu, mereka tidak akan diam di posisi mereka untuk mencari asal suara itu. Perasaan mereka sama-sama mengatakan untuk mundur sejauh-jauhnya, mereka sangat gelisah.
Sayangnya, saat mereka memasuki wilayah roh api dan membangunkan roh api itu, hidup mereka seakan sedang terancam!
Fluh! Fluh!
__ADS_1
Dua jarum api tak berwarna terlempar dengan kecepatan cahaya ke arah kepala mereka. Satu menembus telinga Jayden dan yang lainnya menembus mata Kathy
“Aaaaaa!!”
“Kyaaaaaa!!”
Felix dapat memahami apa yang baru saja terjadi, dia mendengar dua jeritan yang menyakitkan, jauh melebihi apapun.
Matanya tertuju kepada dua rekannya, yang saat ini sedang meronta kesakitan seperti ikan yang tertangkap oleh jaring.
Kakinya menegang, tidak membiarkanya untuk mundur satu langkah pun. Dia hanya terus menonton, takut setengah mati, Kathy menggunakan dua jarinya untuk menggali jauh lebih dalam di dalam bola matannya, mencoba mengeluarkan jarum itu. Sayangnya, dia tidak mengeluarkan apa-apa selain bola matanya yang menggelinding keluar dan tangannya yang pucat berlumuran darah.
Namun, dia tampaknya tidak terlihat keberatan untuk menderita demi mengeluarkan jarum itu dari bola matanya Karena dia terus menerus berteriak dan memohon agar jarum itu keluar dari bola matanya bersamaan dengan rasa sakitnya yang segera berakhir. Sedihnya, keinginannya itu sama sekali tidak terpenuhi, maupun siapapun yang datang untuk menyelamatkannya. Dia hanya meninggalkan dua rengekan terakhir sbeelum terdiam untuk selamanya.
“Tsk! dia bahkan tidak bisa menangani penguasaan bola api tahap pertama,”
Tercengang, matannya langsung bersentuhan dengan Jayden. Namun, saat Jayden membuka mulutnya mencoba untuk kembali bicara lagi. Tubuhnya, mulai terbaka perlahan mengubah tangan dan kakinya menjadi abu dan diikuti oleh kepalanya yang juga berubah menjadi abu.
Satu-satunya yang tersisa hanyalah tulangnya saja, Hanya tulangnya saja yang tidak berubah jadi abu melainkan menghitam.
“Sial!! Kegagalan lagi. Aku sudah muak dengan tempat ini. Sudah dua puluh juga tahun aku dipenjara. Sudah cukup!!” Roh api mengutuk, dia seakan sedang menghipnotis Felix.
“Nak, kamu sebaiknya tidak mengecewakan aku juga.” Dia berkata, dengan dingin.
Tanpa penundaan lagi, Felix pun segera berbalik dia berbaring di lantai dan mencoba untuk merangkak kembali masuk ke dalam lubang lalu meninggalkan tempat terkutuk ini, sangat mengerikan bagaikan mimpi buruk di siang hari.
__ADS_1
Pikiran untuk bertarungd engan bola api itu, sama sekali tidak terpikir di benaknya saat dia mengingat kembali dua temanya yang mati secara mengenaskan akibat jarum itu. Dia tahu, bahwa semua kemampuan garis keturunannya tidak memiliki satu cara untuk bertahan melawan mereka. Belum lagi, jika dia masuk melalui lubang, kepalanya akan terlindungi sepenuhnya dari jarum-jarum sesat itu yang saat ini sedang mengincarnya untuk dijadikan korban selanjutnya.
“Apakah kamu pikir korban yang sebelum kamu tidak menggunakan strategi yang sama sepertimu?” Dia tertawa seperti orang gila, kemudian melanjutkan bicaranya, “Aku mungkin tidak berhasil menyingkronkan jiwa jika, tapi setidaknya aku akan menambahkan koleksi mayat,”
“Terimakasih,” Dia bicara dengan tulus.
Takut setengah mati oleh apa yang baru saja di dengar Felix, secara refleks mencoba untuk berbalik dan melindungi tubuhnya. Namun yang di incar bukanlah tubuhnya melainkan lubang pantatnya yang terlalu sempit untuk melakukan pergerakan.
“Tunggu sebentar!! Mari kita bicarakan tentang semuannya!!” Dia meminta dengan suara yang begitu serak, berharap roh itu akan menunda selama beberapa detik.
Sayang sekali, saat tubuhnya berada di dalam lubang dan membiarkan tubuh bagian bawahnya tetap berada di luar. Dia mendengar api roh itu bicara dengan sangat puas.
“Sangat sempurna, seperti yang aku inginkan!”
“Tidaaak!!!” Dia berteriak tanpa sadar, karena dia merasa pantatnya itu menjadi sasaran roh api.
Fluh!
Jarum terbang langsung menusuk pantatnya, menyerupai anak panah yang mengenai tepat sasaran, Roh api pasti telah berlatih ribuan kali untuk mendapatkan akurasi yang tepat.
“Aaaaaa!!!”
“Pantatku meleleh!!!”
“Aku minta maaf telah mengacaukan tidurmu!! Tolong biarkan aku pergi!!”
__ADS_1
Sejak saat itu, simfoni jeritan dan permohonan bergema di aula dan jalan setapak yang agak gelap. Felix terus berusaha untuk bergerak, ingin mengurangi rasa sakitnya sedikit. Namun, lubang itu mustahil untuk meredakan sakitnya.
Karena itu, dia merangkak kembali dengan wajah tertanam di tanah dan kedua tangan yang terkatup erat di pipi pantatnya. Rasanya pasti sangatlah sakit, dia gemetar bahkan ingin pingsan rasannya., tapi dia harus berusaha untuk mengeluarkan tubuhnya dari sana