
Keesokan paginya, pukul 10.00
Felix terbangun sambil menegangkan anggota tubuhnya yang sakit, Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,
Saat dia melepaskan pakaiannya dan memasuki kamar kamar mandi, seketika tubuhnya membeku di tempat dia menyadari akan sesuatu yang tidak pernah dia pikirkan, kini terlintas di dalam pikirannya.
“Bisakah Asna melihat tubuh telanjangku ini? Aku sudah terlalu sering mandi dan berganti pakaian, namun dia tidak pernah mengatakan apapun tentang hal itu. Tapi, apakah sebenarnya dia dapat melihat seluruh tubuhku ini?. Bukankah itu berarti, aku menunjukan seluruh tubuhku padanya dan dia akan berpikir kalau aku ini seorang ******?” tanya Felix, meneguk ludahnya sendiri.
Asna memutarkan matanya, setelah idiot ini akhirnya menyadari setelah berulang kali dia melakukannya.
“Apa yang bisa di lihat, bodoh? Aku tidak merasakan ketertarikan apapun pada tubuh baumu itu!”
“Jangn lupa, kita berasal dari ras yang berbeda, sehingga hasrat kita berbeda.”
Sayangnya jawaban yang hanya sepenggal itu tidak dapat membodohi Felix, karena dia tahu apa yang dikatakan Asna adalah omong kosong belaka, Kecuali bagian yang terakhir tentunnya.
__ADS_1
Dia memegang erat-erat handung yang di lilit di pinggangnya, dan bicara dengan nada marah, “Jangan bicara omong kosong. Usiaku belumlah genap tiga belas tahun. Aku tahu, pasti bahwa mayoritas orang bahkan lebih tertarik pada ras yang berbeda. Karena semua orang ingin mencoba sesuatu yang baru.”
“Aku tidak keberatan kamu melihatku telanjang. Tapi, ingatlah setiap kali kamu melihatku telanjang, aku juga harus melihatmu telanjang juga, ini ungkapan rasa keadilan saja,” Dia menggaruh pipinya sambil mengatakan semua tujuannya tanpa rasa malu sedikitpun.
Asna yang menyadarindirinya tersipu malu karena tawaran agresif dari Felix. “Aku tidak keberatan membiarkanmu melihatku telanjang, tapi bisakah kamu menangani hal itu?
Felix merasa harga dirinya dilukai oleh cemoohan yang diberikan Asna kepadannya, “Tunggu saja, saat aku membangunkan garis darahku. Aku tidak akan melepaskanmu, Asna!” Felix memberikannya ancaman.
Setelah mengatakan hal itu, dia memasuki kamar mandi dengan telanjang serta seringai dan tidak peduli lagi Asna yang mengintip lalu melihat tubuhnya sepenuhnya.
10 menit kemudian..
“Ini semua kesalahan bajingan itu, berani sekali mereka menjadi sekejam ini dan menjauhiku tanpa belas kasihan. Aku hanya mengerjai mereka beberapa kali, apakah harus bertindak hingga sejauh ini?”
Dia membuang telponya yang sudah hancur ke tempat sampah dan kembali masuk melalui pintu suite.
__ADS_1
“jack bawakan aku ponsel lain, ponselku hancur dan tidak berdaya. Aku akan kembali saat malam hari, seperti biasannya, saat aku kembali berikan ponselnya padaku,” perintah pada Jack yang menjaga pintu
“Seperti yang kamu perintahkan tuan muda,” ucapnya,
Felix mengangguk dan kembali berjalan menuju pada tangga.
Setengah jam kemudian..
Felix sedang berjemur di pantai dengan segelas jus semangka, sambil memikirkan masa depannya.
Dia menayadari bahwa dia perlu membuat banyak perubahan pada jalur garis keturunannya. Lagipula, metode yang ditawarkan oleh Asna mengubah permainan di banyak level.
Dimulai dengan kemampuan untuk membantunya mencapai afinitas puncak dari elemen apapun yang dia inginkan.
Orang akan saling membunuh untuk memilikinnya, karena setiap orang dilahirkan dengan afinitas acak ke elemen acak. Ini semua tentang keberuntungan manusia.
__ADS_1
Dalam kehidupan sebelumnya, selama beberapa hari penilaian keluarga, Felix du pindai menggunakan gelang AP dan menemukan bahwa dia memiliki afinitas dengan elemen Racun tingkat yang tidak biasa.
Dia menghela napasnya, “Untuk orang yang begitu baik dan menyenangkan untuk memiliki unsur-unsur jahat dan licik, ini benar-benar sangat mengejutkan semua orang selama penilaian.”