Permainan Supremacy

Permainan Supremacy
9


__ADS_3

Dalam benaknya, dia sudah menerima hal itu sebagai fakta, karena melihat Felix yang bertingkah aneh juga mencurigakan itu membuatnya terlihat seperti pemakai obat. Lagipula, tidak banyak yang dapat di lakukan di pulang terlantar ini selain pergi ke pantai.


Jika bukan karena internet star-link yang menggunakan satelit bukan kabel. Felix mungkin sudah gila.


Di dakam kamar tidur, Felix memunguti pecahan cermin yang baru saja dia pecahkan dan berserakan di lantai dengan tangannya yang diperban.


“Berdasarkan ponselku, tahun ini adalah 2003/06/01. Jika aku ingat dengan benar, Undangan akan tiba dalam waktu 15 hari kemudian, yang merupakan periode yang cukup ideal bagiku untuk membuat rencana nanti,”


Setelah beberapa saat, dia selesai membersihkan lantai dan mengenakan sepatu olahrgannya kemudian bersiap untuk keluar. Dia ingin mengintai hotel dan kondisi pulau saat ini.


“Aku akan meninggalkan hotel untuk berjalan jauh, tidak perlu mengikutiku, paham?” Dia memberikan instruksi pada Jack setelah keluar dari dalam kamarnya.


“Ya tuan muda. Nikmati saja jalan-jalanmu, tidak ada yang akan menganggumu,”


Felix tersenyum sambil menepuk pundak Jack, “Bagus, terus ikuti perintahkudan aku akan mempromosikanmu sebagai kepala pengawal pribadiku ketika aku menerima bagianku dari keluarga.”

__ADS_1


Jack menyeringai lebar,”Keinginanmu akan menjadi perintah untukku, tuan muda.”


Felix lalu berjalan menuju lift sambil mencermati kondisi hotel yang menghebohkan jika dilihat dengan detail.


“Apakah otakku penuh dengan omong kosong ketika aku memilih bisnis ini untuk di hidupkan kembali sebagai bagian dari ujian kedewasaanku atau apa?”


Dia terus berjalan selama beberapa menit sampai dia melihat lift berkarat yang memiliki tanda yang di tempat di depan pintunnya


Felix tampak kecewa dan menghela napasnya dengan teratur, “Yaah, sepertinya begitu.”


“Memperbaiki elevator untuk selamannya adalah prioritas. Aku tidak bisa menggunakan tangga itu setiap hari, lututku bisa saja patah!”


Dia mencoba untuk menguatkan dirinya dan menuruni tangga sambil mencoba untuk mengatur ingatannya.


Jika di ingat dengan benar, dia memilih hotel resorr ini dia antah berantah saat kedewasaanya mencapai usia 16 tahun. Itu karena dia ingin menghabiskan 5 tahun ujian idling dan berjemur.

__ADS_1


Dia dibuat kecewa dengan dirinya sendiri yang sangat pemalas dan akan merugikannya di masadepan.


Lagipula, sementar yang lain berusaha sekuat tenaga untuk menghidupan kembali perusahaan, hotel dan restoran yang mereka pilih sebagai misi mereka. Di sisi lain, dia berjemur seperti ikan asin yang sedang sangat mager.


Kelalaian terhadap ujiannya ini juga sangat merugikannya di kemudian hari ketika Undangan Permainan Supremasi tiba.


Junior lain yang mencoba terbaik meskipun proyek mereka tidak berjalan dengan baik dan masih dalam asuhan keluarga mereka,jadi mereka akan mendapatkan slot dalam pertaruangan Tim Nasional mendatang yang akan di adakan sekitar satu tahun dari sekarang.


Sementara itu, orang-orang malas seperti dia yang mengolok tradisi kedeewasaan keluarga di hukum berat oleh dewan tetua.


Karena orang tuanya yang menjadi kerabay dekatnya telah meninggal jadi dia tidak memiliki siapapun untuk menjaminnya lagi di dalam keluarga.


Sama seperti dia ingin terus memaki, dia ingat kedua orang tuannya.


Salah satu dari sedikit orang yang mencintainya di sarang serigala itu, dimana banyak persaingan untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri hanyalah norma dan setiap metode untuk melakukannya di perbolehkan.. Selama tidak ada yang dirugikan.

__ADS_1


Orang tuanya cukup populer di keluarga Maxwell dengan keterampilan menangani bisnis mereka.


__ADS_2