
Setelah mengeluarkan seluruh tubuhnya, dia segera mulai berguling dari lubang tempat mayat Kathy berada, meninggalkan jejak darah yang panjang antara jarak keduannya.
Dia benar-venar menggulung dirinya, kemudian telungkup seperti orang yang sedang kedinginan.
Di dalam lautan kesadaran Felix...
Api tak berwarna perlahan mulai membentuk seorang wanita dengan rambut merah bergelombang sebahu yang bersinar dengan kilauan kristal.
Matanya yang kekuningan Citrine yang memancarkan berkas cahaya dan panas seperti bintang di atas mereka, alis hitam yang sangat artistik, sementara hidungya lurus dengan anggun dan bibir merah cerahnya yang lebar juga sensual.
Semua karakteristik menggairahkan itu terkandung dalam wajah pucat tanpa cela dan elegan yang berada di tubuh melengkung seperti jam pasir dengan dadan dan punggung berukuran sempurna.
Siapapun yang melihat kecantikan dunia lain ini akan terpesona dan tidak tidak ada yang bisa menandinginnya. Tidak peduli ras atas jenis kelamin mereka.
Sayangnya, image yang mempesona itu hancur seketika saat dia mulai menyentuh semua asetnya sambil tertawa histeris.
“AKHIRNYA! Setelah 20 juta tahun dipenjara dan jutaan jiwa gagal untuk aku sinkronkan. Akhirnya! aku menemukan jiwa yang mengorbankan sebagian jiwanya untuk menerima hukumanku. Aku tidak bisa melewatkan kesempatan ini!”
__ADS_1
Wujudnya dengan segera mulai hancur menjadi kabut yang menyebar menutupi seluruh lautan kesadaran Felix.
Namun, tepat ketika dia mencoba untuk menyalakan kabut kabut hingga akan membakar kesadarannya, teriakan yang dipenuhi kemarahan itu menggema di sekitar tempat itu, “Dia atas mayatku, wanita tua!”
Lautan kesadaran yang tenang, beberapa detik yang lalu mulai naik dengan gelombang menghantam dinding yang akan segera di robohkan.
Deru laut menutupi seluruh area saat rombak terus menghancurkan penghalang jiwa, mencoba untuk menghancurkanya.
Asna, dengan cepat mengetahui apa yang dilakukan oleh Felix dan berteriak dengan suara yang begitu ketakutan
Dia dengan cepat mulai membujuknya secara logis, “Tolong hentukkan, bahkan jika aku menghancurkan lautan kesadaranmu, kamu masih bisa di hidupkan kembali nanti, atau setidaknya terlahir kembali dalam bentuk yang lain.”
Felix yang bau saja terbangun setelah pengalam hidup yang paling traumatis di dalam hidupnya, tidak lagi ingin berbicara.
“Aku lebih suka terlahir kembali sebagai makhluk yang tak ada di alam semesta ini daripada membiarkanmu mendapatkan apa yang kamu inginkan,”
“INI UNTUK LUBANG PANTATKU!” Dia berteriak untuk yang terakhir kalinnya saat penghalang jiwanya mulai runtuh di lautan kesadara.
__ADS_1
Celaka!! Celaka!!
“Kamu Gila?!!” Teriak Asna putus asa, Lalu tiba-tiba espresinnya berubah menjadi seseorang yang tak waras
“Aku tidak bisa membiarkan kesempatan ini berlalu, aku akan memulai proses penggabungan dengan jiwanya dan jika di hancurkan, keberadaanku juga akan terhapus karena jiwa kita akan terhubung. Meskipun bukan kebebasan yang aku cari, tapi lebih baik aku terhapus daripada menghabiskan waktu di penjara ini,”
Beberapa saat kemudian, dia menyelesaikan proses penggabungan dengan sukses. Dia menghela napasnya dengan lega dan menunggu ledakan itu terjadi dengan senyumannya yang damai.
Di dalam Aula...
Ledakan yang memiliki kekuatan seperti bom nuklir itu tiba-tiba, menghancurkan... Yah, hanya tulang Jayden dan mayat Kathy. Sisanya? benar-benar tidak ada yang tergores sedikitpun.
Pada saat ledakan, dengan inti galaksi yang sama dengan Felix saat ini.
Mata dengan ukuran astronomi membuka segelnya sendiri secara diam-diam, pupil matanya yang gelap seperti lubang hitam. Tidak ada satupun partikel cahaya yang di pantulkan kepadanya.
Itu melirik ke arah ledakan dan merenungka, “Apakah sesuatu terjadi pada tempatku di penjara?”
__ADS_1