
Setelh dia menyelesaikan kalimatnya, keheningan menyelimuti ruangan. Dia percaya, bahwa dia sudah mengatakan apa yang dia rasa cukup untuk dikatakan. Sekarang, semuannya ada pada Felix.
Setelah beberapa saat, dia menutup matanya yang merah dan berbaring di tempat tidur dengan nyamannya, “Biarkan aku memikirkannya lebih dulu.”
Saa Asna ingin menghela napas lega, dia mendengar Felix melanjutkan bicarannya, “Tapi pertama-tama aku perlu melihat niat baik dari dirimu lebih dulu. Jadi, aku sarankan kamu meminta maaf ke pantatku ini atas rasa sakit mental yang kamu sebabkan.”
Felix menyeringai jahat ketika dia ingin mempermalukannya untuk terakhir kalinnya, untuk membalas aoa yang dia lakukan. Sayangnya, dia melupakan satu hal yang sangat penting yaitu Asna sama sekali tidak memiliki rasa malu atau harga diri sama seperti dia.
“Maafkan aku Mr. butt hole karena tidak bertanggung jawab atas tindakan yang aku sebabkan. Aku tidak pernah berencana untuk melarikan diri setelah kesalahan yang aku lakukan, hanya saja keadaan memaksaku untuk meninggalkanmu,” dia menambahkannya dengan menggunakan puppy eyes dan suara malaikat yang begitu lembut, “Tapi, sekarang aku disini. Aku akan menjagamu selamannya, jangan khawatir.”
Garis-garis gelap segera terbentuk, di kening Felix setelah mendengar permintaan maafnya yang terdengar kacau.
__ADS_1
“Berengsek! Lupakan saja, biarkan aku tidur dengan tenang sekarang.”Dia menutup matannya dengan ekspresi tidak menyenangkan di wajahnya.
Kemudian, Asna terkekeh pelan dengan tangan yang menutupi mulutnya, “Nak, kamu terlalu muda untuk membuatku menjadi baper...”
Keesokan paginya...
Felix terbangun dengan lingkar hitam tepat dibawah kelopak matanya. Dia menguap sambil berjalan menuju ke kamar mandi untuk mandi karena dia terlalu lelah tadi malam untuk pergi mandi.
“Kenapa dia menyebut sistem garis keturunanku menyebalkan? Apakah ada yang salah dengan itu? Atau status rasnya di alam semesta cukup tinggi untuk meremehkan ras seperti kita.”
Sebelum dia berbicara terlalu dalam tentang masalah ini, Asna muncul entah darimana dan menjawab pertanyaannya, “Ketika aku mengatakan sistem yang buruk. Aku bersungguh-sungguh.”
__ADS_1
Dia kemudian kembali bicara tanpa sedikitpun rasa malu, “Aku sudah membaca ingatanmu. Ketika kita pertamakali tiba disini. Aku membaca pikiranmu agar memahami lebih dalam kepribadianmu juga sejarah rasmu itu.”
Dia tidak menunggu Felix membentaknay karena melanggat privasi dan terburu-buru membalas perkataan Felix, “Setelah membaca semua yang berguna untukku manfaatkan. Aku menyadari bahwa apa yang aku sebut ras manusia lahir tanpa atribut warisan atau sesuatu yang unik lainnya. Bahkan galaksi yang kamu miliki yang menjadi tempat manusia tinggal adalah salah satu dari milyaran galaksi biasa yang tidak memiliki energi yang khusus untuk digunakan.”
Dia menjelaskan semua yang dia maksud, “Ras lain seperti elf memiliki sihir sebagai warisan mereka dan afnitas punack ke satu elemen berdasarkan pada subras mereka sebagai atribut unik mereka.”
“Dan itu menciptakan sistem kultivasi yang sempurna, atau dalam kasus tertentu mereka bisa disebut dengan sistem sihir peri.”
Dia tiba-tiba saja mencibir dengan rasa jijik. “Kalian terlahir lemah, tanpa atribut unik yang membedakan kalian lahir dari ras lain dan tidak ada yang membantu kalian dalam kultivasi.”
“Jadi kamu melakukan apa yang selalu kamu lakukan, bereproduksi, beradaptasi seperti kecoak. Sampai akhirnya, kalian berhasil membuat sistem garis keturunan setengah matang dengan menggabungkan garis keturunan binatang buas dari galaksi tetanggamu dengan aknitas rendahmu terhadap elemen.”
__ADS_1
“Menciptakan sistem garis keturunan jelek yang penuh dengan keterbatasan dan kelemahan. Karena itu tidak pernah menjadi milikmu.”