Permainan Supremacy

Permainan Supremacy
31


__ADS_3

Felix tidak tahu apa yang dia bicarakan. Dia terus menggunakan kata-kata yang terkenal untuk menggambarkan funiture.


“Cukup bajingan, apa yang kamu maksud dengan kayu murni, apa ada kayu sialan yang di campur batu atau apa? Dan ada apa dengan emas dan perak yang di taburi ini!!” Robert mengerang dengan wajah gelap setelah dia muak dengan deskripsi omong kosong yang dikatakan oleh cucuknya.


Dia mulai menginjakkan lantai dengan keras sambil terus bertriak, tidak peduli dengan citra atau masalah kesehatannya, “Aku ditipu, aku benar-benar ditipu. Aku seorang jenius bisnis dan ibumu adalah keajaiban untuk semua orang dan ayahmu adalah laba-laba investasi yang indranya tidak pernah salah. Belum, kamu tidak mewarisi apapun dari kamu semua, ini semua adalah penipuan!!”


“Mengapa kamu tidak bisa seperti sepupumu yang pekerja keras, berusaha yang terbaik untuk menghidupi orangtua mereka, mengapa kamu tidak bisa sama?”


Felix menjawab dengan marah, “Karena aku tidak memiliki orang tua.”


Kemudian dia pergi ke tangga sambil terengah0engah, “Lift di sebelah kananmu. Aku akan menemuimu di kamarku, Jack akan mengantarmu ke sana,”


Robert langsung membeku dengan muluy lear, tidak tahu bagaimana dia harus menjawab pembicaraan Felix.”


Dia mengheka napasnya tak berdaya kemudian memberikan perintah, “Jack, pimpin jalan.”


Felix yang bertingkah marah beberapa saat yang lalu, menyeringai jahat sambil menaiki tangga.


Dia yakin bahwa dia tidak akan bisa membodohi kakeknya untuk tinggal di pulai itu tanpa ada yang memberikan alasan yang sebenarnya, tapi sekarang dengan menambahkan orangtuanay ke dalam pembahasan, dia bisa bertindak marah dengan kakeknya, sampai kekacauan besar itu tiba. Robert tidak akan berani meninggalkan pulau itu tanpa memperbaiki hubungan dengan cucunya.

__ADS_1


“Hehehe lelucon apa, aku bukanlah anak kecil lagi yang mengamuk seperti itu atas kematian orangtuaku. Aku sudah lama menerima kematian mereka dan melanjutkan kehidupanku.”


“Aku tentu tahu ibuku akan bangga kepadaku dan menepuk kedua tangannya ketika dia melihat bagaimana aku mempermainkan kakek untuk menyelamatkan nyawannya,”


“Istirahatlah dalam damai, ibu.”


Dia mencium tiga jari dan mengarahkannya ke udara dengan hangat.


Setengah jam kemudian...


Felix sedang duduk di sofa ruang tamu bersama kakeknya, menonton film dengan judul “The Invasion Day”


Disisi lain, Robert sedang duduk dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain sambil membuka mulut ingin mengatakan sesuatu tapi dia bimbang dan hanya menghela napasnya kemudian menutup mulutnya kembali.


Robert mulai memperhatikan film dengan cermat, karena dia tidak ingin memberikan kekecewaan pada Felix lagi.


“Maaf kakek, ini untuk kebaikanmu sendiri.”


Dua jam kemudian....

__ADS_1


Adegan kredit bergulir di layar, menandai akhir film.


Robert mencoba untuk memulai percakapan dengan memanfatkan apa yang baru saja mereka tonton.


“Ini film yang bagus. Ini menunjukan bahwa manusia tidak boleh lengah, karena tidak ada yang tahu apa yang ada di luar sana. Sial, besok pada saat ini kita bisa di serang dan di bunuh. Kamu tahu?”


Felix menjawab balik dengan acuh tak acuh, “Kamu benar, kamu tidak pernah tau apa yang ada diluar sana itu sebabnya seseorang harus selalu menjaga emosinnya agar tetap stabil dan tenang untuk tidak memabahayakan diri sendiri, kalau hal seperti ini akan terjadi.”


Robert menganguk setuju kemudian dia bertanya, “Jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang?”


“Aku akan membaut beberapa panggilan telepon dan mengatakan kalau tempat penyimpanan makanan semakin kosong,”


“Robert tersenyum, “Baikalh, lakukan pekerjaanmu. Aku akan tetap disini dan menonton Tv.”


Felix mengambil ponsel dari jaketnya lalu meninggalkan Suite.


Robert mengambil remote control kemudian dia mengklik menu Netflix.


Setelah itu, dia masuk ke daftar putar Felix untuk melihat film yang diputuskan untuk di tonton oleh cucuknya.

__ADS_1


“Apa-apaan ini, ada lebih dari 20 film invasi Alien disini. Ini pasti genre favorit barunya,”


Robert begitu terkejut setelah melihat ada banyak film alien yang di siapkan untuk cuci otaknya. Namun, dia tidak tahu tentang itu.


__ADS_2