
Setelah berurusan dengan makanan, Felix mengirim pesan pada Leila, menjelaskan tentang detail kiriman makanan dan memberikan perintah untuk mengurusnya saat tiba.
2 Jam kemudian...
Felix dan kakeknya berjalan menuju ruang dansa, tempat pesa yang di adakan dengan mengenakan pakaian formal.
Lagu klasik pun dimainkan, semua pelayan juga pengawal pun bersenang-senang, mereka menari, tertawa namun sedihnya mereka minum jus dan bukan akohol.
Robert terus mengeluh karen atidak mendapatkan minuman yang layak untuk pesta, sejak dia mendarat di pulau. Tapi cucuknya itu tak peduli kepadanya.
Apa yang tidak diketahui Robert adalah bahwa Felix memmberikan perintah agar semua alkohol di gudang juga di dapur di sembunyikan agar Robert tidak tahu keberadaan minuman andalanya itu. Hanya Jack dan dirinya sendiri yang tahu dimana tempat penyimpanan alkohol.
Jadi, Robert dengan sedih harus melewati hari-harinya tanpa seteguk minuman akohol.
Setelah itu, perjamuan pun berakhir dengan sangat baik dan semua orang kebali ke pos mereka masing-masing.
Felix kembali ke kamarnya, sementara kakeknya mengikuti dia di belakangnya menggunakan kemera wajah untuk bicara dengan teman-temannya yang berada di bar mereka sedang bersenang-senang sementara Robert terjebak di pulau tanpa minuman andalanya.
“Haha Botak, kamu terlihat seperti waktu kamu mendengar tentang penyakit jantungmu.”
Suara mengejek itu terdengar dari dalam telpon.
“Apa yang kamu tahu?! Aku sedang menikmati waktu terbaik dalam hidupku di sini bersama cucuku. Kami baru saja di sebuah pesta, besok aku akan pergi ke pantai untuk berjemur.”
“Pastikan untuk menutupi dirimu dengan tabir surya atau kulitmu akan kehilangan kilauannya, rasanya tidak enak membuatmu berlarian dengan tubuh telanjang lagi.”
“Tidak peduli denganmu, Benjamin! Omong kosong apa yang kamu katakan, kapan aku berlarian dengan tubuh telanjang?! Jika aku tahu kamu akan bicara omong kosong begini, aku tidak akan mengangkat panggilanmu.”
Robert langsung menutup telponnya dan mencoba untuk menjelaskan Felix “Jangan dengarkan dia, kakekmu adalah tetua terhormat, tidak mungkin aku berlarian dengan tubuh telanjang, sekarang pergilah.”
“Aku percaya padamu, jangan khawatir. Sebaiknya, kau tidur saja karena sudah larut malam.”
Robert memasuki suite-nya yang berada di sebelah suite Felix sambil berteriak, “Aku benar-benar tidak lari telanjang. Dia memfitnahku! Benjamin bajingan itu selalu berusaha unruk membuat masalah untukku!”
Felix hanya menyuruhnya untuk diam denga jari di bibirnya dan mendorongnya masuk ke dalam kamar, kemudian menutup pintunya.
__ADS_1
“Aku benar-benar tidak melakukannya, kamu percayalah denganku. “ Robert masih menyangkalnya bahkan ketika dia sudah berada di dalam suitenya.
Felix memasuki kamar tidurnya sambil berpikir dengan perasaan iba, “Kakek, kecintaanmu untuk telanjang di depan umum sudah menjadi rahasia umum dalam keluarga. Hanya saja, kamu masih belum bisa menyadarinya."
Dia kemudian merenung, “Saya meragukannya, Dengan kecerdasanmu, kamu sudah mengetahuinya, tetapi tetap tidak peduli. Aiyo, begitu tua namun begitu sesat arah pikirnya, Jika ibuku masih hidup dan melihatmu sepeti ini dia pasti akan memusnahkanmu.”
Tiga hari kemudian..
Di dekat pelabuhan, sebuah kapal besar yang membawa kontainer merah dalam jumlah yang besar, tiba sambil membunyikan klaksonnya.
Felix berdiri di dekat dermaga dengan Leila yang ada di sisinya.
Kakeknya tidak menemaninya sejadi dia melihat lebih dari lima film tadi malam dengan sangat lelah, jadi Felix meninggalkannya yang tengah tertidur pulas.
Setelah melihat semuannya sudah selesai, Felix memberikan perintah kepada pelayannya sambil bertepuk tangan dua kali.
“Silahkan dan mulailah membongkar semua barangmu. Untuk setiap membongkar kotak, kamu akan mendapatkan tambahan 10 dollar. Jadi cepat dan selesaikan ini secepat mungkin!”
Para pelayan yang putus asa langsung termotivasi ketika mereka mendengar janjinnya.
3 Jam kemudian...
Semua barang sudah di bongkar di pelabuhan. Felix memandangi para pelayan kemudian bicara, “Istirahatlah satu jam, lalu ambilkan barangnya dan bawa ke gudang. Untuk setiap kotak yang kamu bawa, kamu akan mendapatkan tambahan 10 dollar.”
Dia kemudian meninggalkan Leila yang bertugas untuk mengawasi mereka saat dia kembali ke hotel.
Hari berlalu dengan lambat, Felix terus mencuci otak kakeknya dengan informasi mengenai makhluk luar angkasa melalui film.
Sementara itu, dia akan terus melatih tubuhnya setiap hari sehingga akhirnya berhasil menakhlukan anak tangga itu.
Karena dia sekarang mampu berlarian dan naik turun tangga dengan mudah, hannya mengeluarkan sedikit keringat.
Satu-satunya hal yang dia tunggu adalah datangnya ke kacauan besar sehingga dia bisa menyelamatkan kakeknya dan mulai melaksanakan rencananya.
15/06/203
__ADS_1
Hanya tersisa 5 menit sebelum transmisi dimulai.
Felix sedang duudk di sofa ruang tamu.
Dia menoleh dan menatap cemas ke arah kakeknya, yang kecanduan film bergenre Alien.
Dia entah bagaimana sudah berhasil menyelesaikan lebih dari 19 film selama dia tinggal di sini.
“Aku mungkin melakukan cuci otak secara kelebihan. Melihat wajahnya yang dipenuhi dengan kegembiraan saat dia melihat para alien itu membantai manusia, aku tidak ragu dia akan merasakan kebahagiaan dari transmisi dan bukanlah ketakutan.”
Dia mengintip ke arah ponselnya dan melihat hanya tersisa lima menit lagi.
“Kakek datanglah kemari dan duduklah di dekatku.”
Robert hanya diam dan menunjuk ke arah Tv. Tanda yang jelas bahwa dia tidak mau di ganggu oleh Felix, membua pemuda itu menghela napasnya dan duduk di sampingnya.
Waktu berlalu detik demi detk dengan lambat hingga hanya tersisa dua detik lagi.
Felix yang selalu memiliki ekspresi percaya dia seketika menjadi sangat takut menghadapi apa yang akan terjadi
Jika dia tidak memiliki rencana untuk menyelamatkan kakeknya, maka dia sudah bunuh diri sejak kemarin.
Akhirnya, saat yang tidak di tunggu itu telah tiba.
Felix pun menghitung mundur dalam pikirannya, “Tiga... Dua.. Satu...”
Dan dimulai!
Di udara pesawat umum yang mengangkat 300 penumpang
Seorang lelaki tua duduk di sebelah seorang ank kecil yang sedang mengigil karena takut ketinggian.
Pria tua itu bicara dengan ramah, “Jangan khawatir nak, tidak ada yang perlu di takutkan. Karena pesawat memiliki 99,999 persen penerbangan yang sukses. Mereka bahkan lebih aman daripada mobil. Jadi..” Sebelum dia menuntaskan bicaranya, dia mendengar suara yang terdengar di kepalanya seperti keputusan dari atasanya.
“Manusia primitif yang terhormat, kami adalah kru pengintai dan penanaman Kerajaan Alexander, yang memiliki 10 distrik. Masing-masing memiliki ratusan tata surya. Kami menemukan planetmu secara kebetulan ketika perangkat koordinator Antar bintang kami mengalami sedikit komplikasi.”
__ADS_1
“Sekarang, kita telah memperkenalkan diri dengan baik. Mari kita mulai bisnis, berdasarkan perjanjian Supremacy Games Alliance, nomor 12 dalam buku aturan SGA. Kami berkewajiban untuk menjelaskan tiga pilihan yang kau miliki saat ini. “