Permainan Supremacy

Permainan Supremacy
6


__ADS_3

6 menit kemudian..


Felix, yang hidungnya itu terkena tonik jahat, da segera sadar dengan matannya yang masih berat untuk terbuka. Perlahan, dia mengerjapkan matanya dan membuka matannya perlahan.


“Siapa aku? Dimana aku? Siapakah pria yang menatap seperti aku ini adalah putranya. Apakah dia adalah ayahku? Tapi dia jelek! Apakah aku juga jelek? Tidak ini salah, aku yakin aku sangatlah tampan.”


Sebelum pikiran Felix semakin campur aduk, sejumlah besar ingatan membanjiri otaknya dengan memontum yang sangat luar biasa.


Sayangnya, otaknya yang sudah lemah setelah kerasukan jiwa tidak dapat menangani beban mereka sekaligus.Karena itu, dia pingsan lagi.


Kepalanya membentur spresi dengan suara yang aneh juga matanya yang berputar.

__ADS_1


Jiwa pengawal itu langsung keluar dari tubuhnya, setelah mendengarkan suara itu. Dia terus mengulangi dalam pikirannya, “Aku mati... Aku mati... Aku mati...”


Dia menyadari bahwa Felix mungkin saja dia di racun atau mungkin keracunan sesuatu, Lagipula, tidak ada yang pingsan tanpa alasan, tidak hanya satu kali tetapi dua kali berturut-turut.


Dia melihat tonik yang ada di tangannya, seperti itu adalah artefakk ilahi dia meletakkannya dibawah hidung Felix sambil berdoa dengan tulus agar Felix segera bangun dan tidak lagi pingsan.


Felix mencium tonik itu lagi dan bangun, tapi kali ini dengan kejernihan di matanya. Kenangan akan kehidupan masalalunya mulai mengatur ulang dirinya dengan keteratutan di benaknya.


“Aku benar-benar kembali ke tubuhku sendiri di masalalu? Apakah ini garis waktu di dunia lain atau apapun apakah aku dikirim kembali ke masa lalu dalam garis waktu yang sama?”


Berdasarkan kepingan ingatannya yang di gabungkan menjadi satu, dia sadar bahwa dia telah memliki versi dirinya sendiri dalam garis waktu yang berbeda karena ingatan masalalu, masa kecil, anggota keluarga mereka.. Dan lainnya, persis sama. Atau hanya ingatannya tentang masa depan yang dikirim kembali

__ADS_1


Apapun itu, Felix telah meninggal di usia 40 tahun yang terbilang masih muda karena umurnya pada bloodliner bisa mencapai ribuan tahun.


Sekarang, dia di kirim kedalam versi 17 tahunya dan dia memiliki 23 tahun pengetahuan masa depan yang tersimpan di dalam otaknya untuk dia manfaatkan sebaik mungkin,, Hanya saja, jika semuannya akan tetap pada garis waktu yang sama seperti yang dia alami sebelumnya.


“Bagaimana orang sepertiku bisa mati di dalam kehidupan yang begitu mudah? Keberanianku meledakkan jiwaku karena penghinaan dan harga dir yang terluka pasti telah menggerakan suatu intensitas untuk memberiku kesempatan kedua di dalam hidup” Dia tersenyum penuhg kemenangan, percaya pada omong kosong yang baru saja dia pikirkan.


Suara kedua tiba-tiba menyela dengan sendirinnya, saat dia membual, “Bajingan, rasa malumu benar-benar tidak mengenal batas. Bahkan untuk membenarkan bahwa kelahiran kembali kamu adalah bagian dari rencana kamu. Kamu benar-benar membutuhkan bantuan yang serius”


Seingai Felix langsung menegang setelah di mengenali suara yang penuh kebencian itu.


Bagaimana mungkin dia tidak mengenai siapa penyihir yang sangat membuatnya mengalami pengalaman paling traumatis di kehidupan sebelumnya?

__ADS_1


Dia segera menggelengkan kepalanya dalam penyangkalan, “Aku pasti tersandung karena kejutan mental yang aku terima ketika ingatan itu membanjiri otakku,”


Matanya kian berbinar, setelah mengingat kondisi yang dia lihat online sebelumnya, “Pasti kondisi mental PTSD itu, Aku pasti mendapatkannya setelah semua hal dramatis yang aku alami.”


__ADS_2