
Hingga mencapai hari kedua, mereka masih saja tidak menemukan apapun dan lagi-lagi keluar dengan tangan kosong. Tapi, tak menyerah begitu saja, mereka yakin akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
Kemudian tibalah di hari ke tiga, mereka masih sama dengan hasil yang sangat mengecewakan di har-hari sebelumnya, sungguh mengecewakan sekali. Kemudian di hari keempat, tidak ada yang berubah sama sekali tidak mendapatkan peruntungan yang baik. Mereka kembali menjalani di hari kelima dan hanya mendapatkan rasa lelah. Kelelahan yang mereka rasakan, bagaikan menuntut untuk menyudahi pencarian.
Pada hari keenam, ketika mereka semua sudah benar-benar kehilangan semangat juga harapan. Ketika mereka sudah menyerah dan hanya menjalankan setiap perintah tanpa berharap apapun lagi. Di hari itulah, peruntungan mereka pun dimulai dengan Jayden yang melihat adanya sebuah lubang dengan tinggi dua meter yang tersembunyi dibawah batu bata bangunan yang sudah hancur.
Tepat sekali, Jayden menemukan itu saat dia sedang melakukan buang air kecill. Peruntungan mereka sepertinya datang disaat mereka sedang melakukan hal yang konyol dan menjijikan.
Alih-alih memberitahu teman satu timnya, dia dengan egois memutuskan untuk menjelajahi terowongan itu sendirian saja. Pikirnya, siapa yang menemukan dia yang akan menjadi pemenang. Tak mau temannya tahu akan hal ini, dia takut temannya yang tidak menemukan terowongan tapi temannya juga dipuji dan dibanggakan. Jayden egois, dia lupa kalau mereka satu Tim dan memilih ingin dipuji dan dibanggakan seorang diri oleh Tim yang lain terlebih oleh sang kapten
Ketamakan juga keegoisan akan merugikan diri sendiri!!
Ya, itu benar..
Jayden telah dirugikan, karena keegoisan juga ketamakannya itu. Dia menelusuri terowongan bawah tanah sendirian dan yang dia dapatkan bukanlah harta karun maupun warisan, dia telah tertipu oleh dirinya sendiri (Sukurin Jayden)
Jayden hanya menemukan jalanan yang hening, sepi juga gelap. Perlahan dia dibawa sangat jauh, jalanan yang benar-benar sangat jauh sekali juga sangat panjang untuk di lalui bahkan dia tak tahu kemana dia dibawa pergi oleh terowongan menyeramkan itu. Karena takut, dia kembali lagi ke tempat semua dan langsung pergi mencari Kathy juga Felix.
__ADS_1
Jalanan sepi juga gelap dengan alur jalan yang suram membuatnya ketakutan, dia tidak punya nyali untuk pergi sendirian. Seakan keegoisan juga ketamakannya itu sudah berada di bawah telapak kakinya sekarang. Jayden segera memberitahukan tentang hal ini kepada dua orang temannya, dengan tujuan dua temannya akan menemaninnya melakukan perjalanan melalui terowongan itu. Jayden tidak mau tersesat sendirian, dia lebih baik mengajak dua rekannya untuk sama-sama tersesat demi memuaskan rasa penasaran Jayden tentang terowongan itu.
Jayden dengan lantang memberitahuan dua rekannya dengan penuh semangat dan tak lupa menggunakan kalimat persuasif demi membuat kedua temannya itu bergabung dengannya dalam rasa penasasaran yang tidak tahu akan berakhir seperti apa.
Setelah mendengar kabar tersebut, Felix memutuskan untuk tidk melaporkan situasi tersebut kepada yang lain tetapi menyimpannya untuk mereka sendiri. Demi mempertahankan kelompok mereka menjadi kelompok yang terbaik jika mereka menemukan keajaiban yang ada di dalam lorong tersebut.
Namun, siapa yang menyalahkannya? Awak eksplorasi memiliki setidaknya 54 bloodliner yang bertujuan untuk menjadi yang peretama menemukan harta karun.
Felix merupakan bagian dari kelompok terlemah yang ada di dalam kru, bukanlah orang yang lamban untuk melepaskan keuntungan seperti itu demi membuat orang lain terpukau dengannya. Jayden berpikir persis sama seperti Felix, sedangkan Kathy, dia tidak terlalu antusias untuk mengikuri dua temannya itu. Untuk tidak melapor tentang situasi mereka kepada kapten, Kathy terlihat sangat tidak peduli.
Kathy sebenarnya tidak mau ikut-ikutan ide dua temannya yang menurutnya memiliki resiko besar dan dapat membahayakan mereka bertiga kapan saja. Dia cukup ragu melakukan perjalanan itu, tapi karena kedua temannya tidak ada yang berpihak dengannya, Kathy memilih untuk bersikap tidak peduli dengan dua rekannya. Toh, jika dia menolak dua temannya tetap akan pergi dan dia harus ikut, percuma saja mempertahankan pendapat.
Mereka berjalan dan terus berjalan. Hanya perjalanan yang sangat-sangat panjang yang mereka lalui. Bahkan sudah 12 jam mereka berjalan, tidak juga sampai ke ujung terowongan itu. Hingga akhirnya mereka pun melihat kilauan cahaya keemasan yang begitu sangat terang, berada di ujung jalan. Tubuh mereka hampir saja mati kelelahan, jika saja tubuh mereka tidak di tingkatkan dari integrasi garis keturunan mereka.
Mereka berlari ke arah cahay keemasan itu, berharap itu adalah ujung terowongan yang suda mereka lalui. Ekspresi wajah penuh semangat memancar keluar dari wajah mereka, berlari seperti orang kehausan yang melihat adanya air segalon yang berada di ujung terowongan itu.
Namun, saat mereka mencapao ujung jalan terowongan dan melihat apa yang memancarkan cahaya keemasan itu, mereka tidak bisa lagi menahn itu untuk tidak membulatkan mata mereka dengan mulutnya yang terbuka, tercengang tak percaya.
__ADS_1
Mereka tak berani untuk mempercayai apa yang mereka lihat di depan sana.
Mereka meliaht adanya gerbang raksasa yang seluruhnya terbuat dari Heron Amber Stones, salah satu bahan mewah paling langka di alam semesta yang di ketahui hanya dapat di ekstrak dari inti luar sebuah planet jika kondisi keras penciptaanya terpenuhi.
Namun, baru berharga yang hanya bsia di temukan secara kebetulan di gunakan untuk gerbang raksasa yang tingginya mencapai 50 meter. Belum lagi lebar dan kedalamannya.
Mereka benar-benar tidak bisa berkata appun lagi dan hampir mempertanyakan alasan mereka sendiri.
Tetap saja, gerbang ini baru saja membuat kesimpulan mereka sebelumnya bahwa kota itu milik ras ungul kuno menjadi lebih kokoh.
Mereka tahu, bahwa ras-ras itu adalah liga yang terpisah dari ras manusia. Baik dalam kekuatan, budaya, kekayaan bahkan kemajuan teknologi. Tidak ada perbandingan yang adil antara keduannya.
Berita ini tidak membuat mereka merasa marah tetapi justri bersemangat! Bersemangat bahwa apapun yang ada di balik gerbang itu pasti tujuan mereka.
Mereka bergegas ke arah lubang kecil di bagian bawah gerbang yang rusak, menyerupai lubang tikus di dinding.
Felix berbaring dan merangkak tengkurap, memakan kotoran dan debu namun matanya tidak pernah berhenti berbinar kegirangan bahkan untuk sedetikpun. Setelah di lewat, Kathy juga Jaydan mengikutinya kemana dia pergi, satu persatu.
__ADS_1
Segera setelah membersihkan pakaian mereka, mereka mengangkat kepala dan menatap kaget ke aula yang memilliki platform kecil yang di belenggu di udara oleh keempat rantai keunguan itu dan patung tentara yang mengenggam rantai itu dengan eratnya.