![Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-konyolku-tahap-revisi-.webp)
Namanya Tiara fadillah Revandi disekolah dia dipanggil ara sedangkan dirumah ia dipanggil aya.
Tiara merupakan anak pertama dari 3 bersaudara.
Ayah Tiara bernama Radit Revandi dan Ibunya Rosa Revandi,kedua orang ini merupakan orangtua yang sangat disayangi Tiara, tetapi tidak dengan sebaliknya.
Kehadiran,keberadaan Tiara tidak pernah dianggap sekalipun oleh keduanya. Tiara sendiri juga tidak tahu penyebabnya, setiap kali ia bertanya kepada bibinya,"Itu hanya akan semakin menyakitimu Aya,jadi sebaiknya kamu tidak mengetahuinya,hm?" Hanya jawaban itu yang ia dapatkan dari bibinya.
...•...
...•...
Hari ini,hari pertama Tiara memasuki sekolah barunya.
Setelah memikirkannya cukup lama,Tiara memilih untuk pindah sekolah karena tak tahan atas pembullyan terhadap dirinya di sekolah sebelumnya. Awalnya sangat sulit untuk meyakinkan kedua orangtuanya mengingat bagaimana mereka memandang Tiara,tetapi lambat laun keduanya memperbolehkannya.
"Semangat,Tiara!!"Menyemangati dirinya,Tiara melangkah memasuki kelas barunya,disekolah yang juga baru.
"Tapi kenapa murid barunya belum dat.."
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu dari Tiara menghentikan perbincangan didalam kelas ini,tampak seorang wanita berpakaian layaknya guru ber-nametag Sinta Ayundi menoleh dan tersenyum pada Tiara.
"Masuk,Tiara Fadillah?"Ucapnya mempersilahkan Tiara masuk,diakhiri dengan menyebut namanya dengan nada bertanya.
"Iya,buk..," Kaki Tiara melangkah memasuki kelas itu dengan matanya yang memperhatikan isi kelas. "Eum..maaf buk saya terlambat,tadi gak ada angkutan umum sama sekali."
"Iya gak pa-pa kok,disini emang jarang angkutan umumnya,"Ungkap guru tersebut dengan senyum manisnya. "Dan..silahkan duduk di bangku kosong sana." Lanjutnya menunjuk bangku kosong disebelah seorang pria.
"Baik buk, terimakasih."Jawabnya lalu melangkahkan kembali kakinya menuju bangku tersebut.
__ADS_1
Sampai,ia sedikit bingung bagaimana masuk kedalam untuk duduk disana,sedangkan pria disana tampak sedang tidur.
"Permisi,aku mau duduk disini".Tak tahu lagi,Tiara memilih untuk menegur pria itu.
"Duduk aja kali gak usah basa basi segala".Jawab pria itu dengan datar.
Yang benar saja,bagaimana caranya Tiara bisa duduk jika pria ini tidak membuka jalan untuknya,sedangkan saat ini sudah terdengar di telinga Tiara beberapa tawa remeh yang muncul dari siswa lainnya.
"Yahh,malu deh..murid baru yang kumal jangan sok ngobrol apalagi sok akrab dengan berlian,Revan!"Ucap salah satu siswi dengan nametag Talia.
Talia,salah satu gadis yang menyukai Revan,pria disebelah bangku Tiara.
Mendengar suara yang riuh,Bu Sinta yang tengah menulis sesuatu di papan tulis mengalihkan pandangannya menuju para murid dan beralih ke Tiara yang masih belum duduk di bangkunya.
"Revan!!!BANGUN!!!"Teriak Bu Sinta membuat sang pemilik nama langsung bangkit dan duduk dengan tegap. "Kamu ini,gak liat temannya mau duduk hah??"Lanjutnya berkacak pinggang.
...•...
...•...
Tersenyum,Bu Sinta menoleh kepada sang pemilik suara yang baru saja menjawab pertanyaan darinya,"Ibu rasa kamu pantas menggantikan ibu didepan sini suatu hari nanti."Ucapnya pada Tiara.
"Saya hanya menjawab setahu saya saja buk,dibanding saya ibu jauh lebih mahir,"Jawab Tiara membalas senyuman Bu Sinta,bagi Tiara Bu Sinta adalah guru pertama yang memuji kemampuannya.
Mendengar itu,Talia yang duduk tak jauh dari Tiara tersenyum yang tampak meremehkan. "Minta puji Lo??" Gerak-gerik mulutnya mengatakan itu yang dapat dimengerti Tiara.
"Kayaknya kamu udah mahir ya di Matematika?"Tanya Bu Sinta yang dibalas senyuman dari Tiara.
...•...
...•...
__ADS_1
Jam istirahat tiba, tampak para murid berhamburan keluar,ada yang menuju kantin, perpustakaan,dan ada yang hanya duduk didepan kelas. Tak lama dua orang gadis menghampiri dan menyapa Tiara.
"Hay,gue Mayang,dan yang ini Novi,"Ucap salah satu gadis dengan postur tubuh besar yang sedang memegang dua kerupuk ditangannya.
"Oh iya,aku Ara,salken ya."Jawab Tiara pelan,jika diingat ini pertama kalinya ada yang mengajak kenalan dengan dirinya.
"Ke kantin aja yuk ngobrolnya,biar enak."Ajak Mayang dengan dirinya yang masih terus mengunyah kerupuknya. "Eum..mau??" Melihat Tiara yang terus melihat dirinya,Mayang merasa Tiara tertarik dan menawari kerupuknya.
"Ah,enggak..makasih."Tolak Tiara yang kemudian ditertawakan Mayang dan Novi,merasa sedikit canggung Tiara hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
...•...
...•...
Teng..teng..teng..
Setelah menghabiskan harinya disekolah yang baru,bel pulang berbunyi membuat para murid berhamburan dengan sorak riuh gembira.
Tiara pun memutuskan menunggu di depan pagar sekolah menunggu angkutan umum yang tak kunjung datang.
"Disini jarang ada angkutan umum,jadi percuma ditungguin!".Ucap seorang pria yang tiba-tiba datang dan berbicara kepada Tiara."Ayok,gue anter pulang."
"Ah,enggak kok,gak usah repot-repot."Jawab Tiara menolak tawaran pria itu.
"Udah naik aja, daripada nanti dicariin orangtua Lo?"Mendengar itu Tiara memilih menerima tawarannya,mengingat bagaimana ibunya akan memarahi dirinya jika pulang terlambat.
Setelah sampai Tiara melepaskan helmnya dan memberikan kepada pria itu tak lupa juga mengucapkan terimakasih,melangkah memasuki halaman rumahnya,langkah Tiara dihentikan pria itu.
"Hey!Siapa nama lo?"
"Hah?Oh iya,Tiara."
__ADS_1
Setelah mendapat jawaban,pria itu tersenyum tipis dan segera melajukan motornya.