Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]

Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]
Episode 16


__ADS_3

"Aya udah besar Bi!Please,kali ini jawab Aya!"ujar Tiara sedikit meninggikan suaranya membuat bibinya menghentikan kegiatannya dan menatap mata Tiara yang sudah berkaca-kaca. "Kenapa Ayah dan Ibu seperti tidak menganggap kehadiran Aya,Bi?"


"Sampai segitunya kamu ingin tahu, Aya? " tanya Bi Meli. "Kamu pasti kesakitan selama ini, ya?


" Benar, kamu itu anak kandung mereka Ya, "Bi Meli berucap, memulai ceritanya. " Kamu tahu? Orangtuamu dulu itu ya.. bisa dibilang orang kaya lah, tapi setelah kamu lahir semua yang mereka miliki pergi hingga mereka menganggap kamu pembawa sial. "


flash back


Sudah hampir 3 tahun lebih Rosa dan Radit menikah, tetapi mereka tak kunjung dikaruniai seorang anak. Bahkan Rosa sempat dikira mandul dan diperlakukan buruk oleh mertuanya.


Tapi pada suatu hari dokter mengabari Rosa tengah hamil, hingga membuat semua keluarga menangis terharu dengan penantian yang cukup lama ini.


"Akhirnya,sebentar lagi aku dipanggil 'ayah', " ucap Radit bahagia, ia mengelus perut istrinya yang masih datar itu.


"iya,aku gak nyangka."Jawab rosa sambil menangis terharu.


Hari melewati hari, bulan melewati bulan, kandungan Rosa kian membesar. Tetapi, selama ia mengandung ini, masalah demi masalah terus menimpa mereka.


Perusahaan Radit jadi bangkrut,Ayah Rosa meninggal,bahkan semua yang mereka miliki lenyap, kecuali rumah yang kini mereka tempati.


Karena itu mereka berfikir bahwa bayi yg dikandungannya itu bayi sial."Dasar bayi sial,lebih baik aku gugurkan anak ini,Radit!"ucap Rosa kesal, sangat disayangkan baginya semua harta mereka lenyap.


"Untuk apa aku punya anak,tapi jatuh miskin begini!" Radit membanting pintu rumahnya.


Setiap hari Rosa meminum pil supaya kandungannya keguguran.Tapi nihil,bayi itu tetap saja lahir.


Semenjak bayi itu lahir,ia sama sekali tidak dipedulikan dengan orangtuanya,bahkan yg mengurus bayi itu neneknya.


flash back end.

__ADS_1


"Aya emang anak sial ya, bi? " Tiara menangis, ia merasakan sakit yang luar biasa saat mendengar cerita dari bibinya.


"Nggak Ya,kamu anak yang paling baik di dunia ini,hanya saja orangtuamu tidak menyadarinya. " Bi Meli menepuk pelan pundak Tiara, guna menenangkan gadis malang ini.


Tiara pun memeluk bibinya itu dan terus menangis.


Tanpa disadari mereka berdua, Revan mendengar percakapan mereka dari luar.


Kasian. batin Revan berucap.


...•...


...•...


Beberapa hari kemudian Bibi dan paman Tiara itu pulang,saat ini Tiara dan Revan sedang berada di pantai. Entah terkena angin apa, tiba-tiba saja Revan mengajaknya jalan-jalan. tumben


cekrek...


"Revan ngambil gambar Ara, ya? "tanyanya langsung diangguki Revan.


" Coba liat dong,"Tiara mengambil handphone Revan dan mengecek foto-fotonya. "Cantik."


"Sini dong,Van!" Tiara menarik lengan Revan dan mengangkat handphone yang ia pegang mengarah ke mereka berdua. Cekrek...


"Kenang-kenangan, kalau Revan entah kena angin apa, tiba-tiba baik gini sama Ara. " ucapnya terkekeh kecil.


Setelahnya mereka berdua terus bermain bersama dengan ombak,hingga menyaksikan sunset bersama.


...•...

__ADS_1


...•...


Malam harinya Tiara sudah tertidur pulas di kasur Revan, mungkin ia lupa jika tadi pagi bibi dan pamannya sudah pulang.


Revan yang hendak membangunkan Tiara agar pindah ke kamarnya mengurungkan niatnya karena


melihat Tiara yang tidur begitu nyenyak.


"Biarin ajalah buat hari ini, " gumam Revan, dilihatnya detail wajah Tiara yang polos itu hingga tatapannya jatuh ke bibir pink Tiara. Ia mendekatkan diri, menarik tengkuk wajah Tiara, ting..


Notif dari handphone Tiara menyadarkannya, lalu ia menjauh dan mengambil handphone itu.


Adell mnis


Kak Aya, udah tidur?


Melihat pesan itu, dengan segera Revan membalasnya.


^^^me^^^


^^^Kak Aya nya udah tidur, ini kak Revan^^^


Adell mnis


Oh, kak Revan toh.


Mau lihat kak Aya dong, kak?


^^^me^^^

__ADS_1


^^^VC aja kalau gitu, Del^^^


Ia menekan tombol video call yang langsung diangkat oleh Adel, diarahkannya kamera ke Tiara yang tengah tidur pulas dilanjutkan dengan obrolan-obrolan biasa dengan Adel.


__ADS_2