Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]

Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]
Episode 11


__ADS_3

Benar-benar Minggu yang membosankan,yang Tiara lakukan dari tadi hanyalah mondar-mandir,bernyanyi tidak jelas,menonton tv yang membosankan itu,sedangkan Revan,ia selalu sibuk dengan ponselnya."Arghh!!Revan!!"Keluh Tiara,dia tidak bisa seperti ini terus.


Revan yang mendengar Tiara mengeluh hanya menaikkan satu alisnya tanpa menoleh pada Tiara,ia sangat fokus dengan ponselnya sekarang.


"Ish..Van bosen dirumah,"Ungkap Tiara pada Revan,pria itu akhirnya menaruh ponselnya dan menatap Tiara.


"Keluar,kalau bosan."Ujar Revan,tangannya bergerak ingin mengambil ponselnya lagi tapi dengan cepat Tiara mengambil ponsel itu.


"Itu dia,yuk kita jalan-jalan."Ajaknya,dia sudah sangat bosan sekarang ini. Bukankah jalan-jalan yang terbaik untuk menghilangkan rasa bosannya?


"Lo kayak anak kecil banget sih?"Revan menjawab,ia paling tidak suka dengan orang seperti itu.


"Hari ini aja Revan,boleh ya?"Tiara terus meminta,membuat Revan mau tak mau mengabulkan permintaannya. Lagipula, sejujurnya ia juga sangat bosan terus-terusan seperti Minggu ini.


...•...


...•...


Keduanya kompak memilih menonton bioskop hari ini, setelah memarkirkan sepeda motornya Revan segera berjalan memasuki pintu masuk mall.


"Revan!Tungguin!"Ujar Tiara berlari mengejar Revan,langkah pria itu sungguh cepat membuat Tiara sulit mensejajarkan langkah diantara mereka.


Melihat itu,Revan memperlambat langkahnya hingga keduanya berjalan sejajar layaknya pasangan seperti orang-orang. Ia menoleh melihat Tiara yang sangat pendek dibandingkan dirinya,melihatnya Revan tertawa pelan.


...•...


...•...


Setelah memesan dua tiket film bergenre romansa komedi itu,Tiara segera duduk di kursi pasangan yang telah dipesannya sedangkan Revan sedang membeli popcorn yang tak lama kemudian datang dan tersenyum kepada Tiara.


Selama film diputar,keduanya diam fokus menyaksikan. Tiara tersenyum melihat betapa bahagianya pasangan di film itu,apalagi sang wanita yang disayangi siapapun,hal itu mampu membuat Tiara merasa iri.

__ADS_1


Aku janji bakal selalu ada untuk kamu,kini dan selamanya.


Setelah sang pria mengatakan itu,Tiara melihat semua pasangan didalam ruangan ini saling menggenggam tangan pasangannya.


Tiara merasakan tangan seseorang menggenggam tangannya juga,Revan pria itu yang menggenggam tangannya. "Ehm,kali ini aja."Ucap Revan tetap fokus pada film.


Tiara mendongak menatap Revan,lalu tersenyum.


...•...


...•...


Selesai menonton film,keduanya memutuskan untuk berjalan-jalan terlebih dahulu. Sebuah toko eskrim membuat Tiara tersenyum bahagia,kemudian ia menggandeng tangan Revan mengikuti dirinya menuju toko itu.


"Kita beli eskrim ya,Van?"Ajak Tiara,tanpa menunggu jawaban dari Revan,ia memasuki toko eskrim itu dan membeli di eskrim untuk mereka berdua.


Setelah selesai membayar,mereka keluar."Ara mau cobain yang vanila dong Van,"Ucap Tiara yang kemudian diangguki Revan,pria itu menyodorkan sesendok eskrim nya kepada Tiara,baru saja membuka mulutnya bukan Tiara yang mendapat eskrim itu tapi malah Revan.


"Idih,ngambek?"Ucap Revan,ia mengambil eskrim nya sedikit,dan mencoleknya ke hidung Tiara,membuat gadis itu kesal dan membalas perbuatan Revan sama Persis.


Keduanya terus bersenda gurau,hingga merasakan penat sendirinya. Merekapun memutuskan pulang,tapi ditengah perjalanan Tiara meminta Revan berhenti,ia bilang dirinya sudah kebelet buang air kecil.


Belum lama Tiara masuk ke toilet umum di jalanan sepi ini,Revan meninggalkannya sendiri. Bukan karena apa,Revan hanya ingin membelikan Tiara hadiah sambil menunggu gadis itu keluar toilet. Setahunya,jika seorang wanita berada di toilet sungguh memakan waktu yang lama.


^^^Es Revan ^^^^^


^^^Gue prgi bntr,ntar balik lgi^^^


^^^14.08^^^


^^^Es Revan ^^^^^

__ADS_1


^^^Jgn kmn²^^^


^^^14.08^^^


Membaca pesan itu,Tiara segera keluar dan benar Revan tidak ada disana tapi ada Doni disana membuat Tiara merasa bingung. Kenapa ada Doni disini?


"Gue tau alasan lo nolak gue,liat Revan alasan lo itu udah ninggalin lo sendiri disini,dijalan sepi ini."Ucapnya melipat kedua tangannya di dada.


"Revan cuma pergi bentar,dia bilang bakal balik kesini lagi."Tiara tahu,Revan tidak akan meninggalkannya sendiri disini. Ia tahu,sedingin apapun Revan ia tetap peduli pada Tiara.


"Lo keras kepala Ra!Gue cuma mau kita coba dulu hubungan ini,kenapa gak dengerin gue sih?"Doni mendekat,sekarang ini ia berhadapan dengan Tiara.


"Ara bilang Ara gak mau Doni!"Tegas Tiara,ia tak suka situasi seperti ini."Ara udah nikah sama Revan,dan Ara yakin Doni,kamu udah tau hal itu kan?"Tidak mungkin Doni tidak tahu,ayah Revan sudah mengungumkan hal ini. Siapa yang tidak mengenal ayah Revan,seorang pengusaha besar sepertinya?Sudah pasti Doni tahu,kan?


"Mau Lo apa sih,Ra?Gue udah baik kayak gini lo malah nolak gue?"Bentak Doni,ia menarik Tiara dan memojokkannya di tembok."Apa harus gue pakai cara kasar,baru Lo nerima gue?"


Tiara mencoba memberontak,tapi ia tak bisa melawan tubuh besar pria didepannya ini."Lepasin Don,sakit!"Mendengar itu,Doni sadar ia pun segera melonggarkan cengkeramannya di lengan Tiara,namun tak melepasnya.


"Maaf Ra,gue harus lakuin ini."Wajah Doni bergerak hendak mencium bibir Tiara,dengan cepat Tiara menendang selangk*ngan Doni membuat pria itu meringis memegangi kemalu*nnya membuat Tiara dapat lolos dari sana.


"Ah,maaf Don."Ucap Tiara yang melihat Doni kesakitan,ia merasa bersalah namun tanpa menyia-nyiakan kesempatan ini,ia segera berlari kabur menghindari Doni.


Mengambil ponselnya,Doni menelpon anak buahnya."Cari Tiara, jangan biarin dia lolos!"


Sambil berlari,Tiara terus berusaha menghubungi Revan namun disisi lain ponsel Revan ditinggalkannya didalam mobil,sedangkan dirinya sedang berada di toko perhiasan."Revan,cepat angkat!"


"Hey!Jangan coba-coba lari!Atau aku akan membunuhmu!"Teriak anak buah Doni yang entah sejak kapan ada dibelakangnya.


Menemukan sebuah rumah kosong,Tiara segera memasukinya dan bersembunyi didalamnya.


"Hey nona,jangan sembunyi!!"

__ADS_1


__ADS_2