![Pernikahan Konyolku[TAHAP REVISI]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-konyolku-tahap-revisi-.webp)
Malam hari tiba,tampak mereka semua sedang menikmati makan malam buatan Tiara.
"Enak ya,kamu Revan! Tiap hari makan masakan Tiara yang enak ini."Ujar Bi Meli disela-sela makannya.
Revan tersenyum menanggapinya,"Enak sih iya, tapi masih demen makanan gue tuh anak."Batinnya bersuara.
Setelah selesai,mereka menyempatkan diri mengobrol terlebih dahulu lalu setelahnya menuju kamar masing-masing.
...•...
...•...
Sampai dikamar Revan langsung merebahkan dirinya keatas kasur,sedangkan Tiara ia merasa sedikit canggung berada di satu kamar seperti ini."Jadi,k..kita sekasur?"Tanyanya.
"Mau gak mau,ya gitu."Jawab Revan kemudian memainkan ponselnya,"Tenang aja,gue gak bakal nyentuh Lo kok.
Tiara menyipitkan matanya meneliti,kemudian ia naik keatas kasur dan menarik guling yang Revan pakai.
"Woylah,apaan sih lo?!"Kesal Revan,akibatnya ponsel yang ia pegang jatuh tepat di atas wajahnya.
"Ini batas tempat kita!"Ujar Tiara yang telah menaruh guling itu diantara keduanya.
"Lah tempat Lo kok lebih luas?"Revan tak terima.
"Biarin,wlek!"Jawab Tiara sambil meledek Revan.
Waktu berlalu cepat,kini Tiara sudah tertidur pulas dan Revan masih terjaga dengan ponselnya.
__ADS_1
Merasa sudah terlalu larut,Revan menaruh ponsel itu dan menarik selimut berniat untuk tidur.
Tapi pandangannya terarah pada Tiara,diperhatikannya wajah Tiara yang tampak tenang dengan nafas beraturan. "Cantik,"Ucapnya tak sadar.
...•...
...•...
"Revan,bangun dong!"Tiara setengah berteriak seraya menggoyangkan tubuh pria yang masih terlelap di sana.
Revan yang tadi memunggunginya bergerak berbalik arah tanpa aba-aba,membuat wajahnya dan Tiara menjadi lebih dekat.
Segera Tiara memalingkan wajahnya."Cepetan mandi,atau nanti malah telat?"
"Lo,gue bingung sama Lo,"Ucap Revan menghentikan langkah Tiara yang tadinya hendak keluar kamar.
Gadis itu menaikkan sebelah alisnya,heran."Kenapa?"Tanyanya.
"Lo cantik,kenapa dengan sengaja Lo buat diri Lo jadi jelek gini,cupu gini?"Ucapnya kemudian melepas kacamata yang dipakai Tiara."Mata Lo juga sehat, kenapa pakai ini?"
"Karena...Ara gak mau jadi perhatian sekolah dengan wajah ini?"Jawab Tiara,ia tak menjawabnya dengan sungguh-sungguh.
"Secantik itu emangnya Lo,sampai PeDe gitu?"Revan meremehkan."Gue nanya serius,alasan Lo."
"Ara benci diri Ara sendiri,termasuk wajah ini."
...•...
__ADS_1
...•...
"Ish Revan!Ara gak mau!"Tiara terus memberontak Revan yang mendorong kecil tubuhnya, membiarkan dirinya masuk sekolah dengan dirinya yang sebenarnya membuatnya risih karena terus diperhatikan.
"OMG HELLO!Mana Tiara,siapa cewek yang Lo bawa ini Revan?"Mayang heboh,sedangkan Revan langsung duduk di bangkunya.
"Ini Ara,Yang."Tiara membuka suara,gugup.
"Ha!sejak kapan muka Lo berubah,Lo oplas?"
Tiara terkekeh kecil mendengarnya,ia mengambil kacamata miliknya dan memakainya."Gimana,oplas gak?"Tanyanya,kemudian diteliti Mayang.
"Muka asli Lo,ternyata."
...•...
...•...
Sepulang sekolah Tiara terus menampakkan wajah cemberutnya.
"Lo kenapa,cemberut mulu?"Tanya Revan bingung.
"Kamu maksa aku ke sekolah dengan wajah itu,risih banget tau gak diperhatiin orang-orang."Tiara menjawab,yang kemudian langsung pergi melenggang menemui Bi Meli di kamarnya.
"Bik..."Panggilnya menghampiri Bibinya yang tengah membereskan pakaiannya,tampak wanita paruh baya itu menunjukkan mimik wajah seolah menanyakan 'kenapa?'
"Aya sudah cukup besar Bi,"Ucapnya lirih sambil memainkan jari-jemarinya.
__ADS_1
Bibinya mengerti,ya sangat mengerti dengan apa yang akan dikatakan gadis itu."Belum,Aya."Ujarnya terus menyibukkan dirinya,sesibuk mungkin.
"Aya udah besar Bi!Please,kali ini jawab Aya!"Ujar Tiara sedikit meninggikan suaranya membuat bibinya menghentikan kegiatannya dan menatap mata Tiara yang sudah berkaca-kaca. "Kenapa Ayah dan Ibu seperti tidak menganggap kehadiran Aya,Bi?"